IRAN Serang Infrastruktur Minyak Arab Saudi, Pasar Energi Global Terguncang

- Redaksi

Senin, 2 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RIYADH — Sebuah dron jenis Shahed-136 dilaporkan menyerang fasilitas penapisan minyak Saudi Aramco di Ras Tanura Arab Saudi pada Senin (02/02) pagi. Asap tebal mengepung wilayah sekitar.

Dilansir dari WorldNew, Menurut laporan awal yang dipetik media antarabangsa, serangan tersebut menyasarkan kompleks penapisan di Ras Tanura Refinery yang terletak di Wilayah Timur negara itu.

Dilaporkan bahwa fasilitas minyak utama milik Saudi Aramco di Ras Tanura menjadi sasaran serangan yang diduga menggunakan drone, memicu kebakaran yang menurut pernyataan awal pihak Saudi telah berhasil dikendalikan.

Namun, video yang beredar di media sosial memperlihatkan asap tebal membumbung tinggi dari area fasilitas, memunculkan pertanyaan publik mengenai skala sebenarnya dari insiden tersebut. Hingga kini, belum ada rincian teknis resmi terkait tingkat kerusakan maupun dampak langsung terhadap kapasitas produksi.

Ras Tanura merupakan salah satu pusat pengolahan dan terminal ekspor minyak terbesar di dunia, menjadikannya titik strategis yang sangat sensitif dalam dinamika konflik kawasan yang kerap disebut sebagai krisis Selat Hormuz 2026.

Insiden ini terjadi di tengah eskalasi militer yang lebih luas setelah rangkaian serangan dan balasan antara Iran dan koalisi AS–Israel dalam beberapa hari terakhir.

Meski belum ada konfirmasi resmi yang merinci pihak yang bertanggung jawab secara langsung, serangan terhadap infrastruktur energi sebesar ini meningkatkan kekhawatiran akan potensi gangguan pasokan global serta tekanan terhadap harga minyak dunia.

Dampaknya tidak hanya regional pasar energi internasional merespons dengan kewaspadaan tinggi, sementara analis memperingatkan bahwa stabilitas pasokan minyak dunia bisa terdampak apabila konflik terus berkembang.

Perkembangan situasi masih dinamis. Pantau informasi dari sumber resmi dan media internasional kredibel untuk mendapatkan gambaran yang lebih utuh.

Baca Juga:  Fahmy Radhi, Pengamat Energi dan Ekonom UGM: Konflik Geopolitik Timur Tengah Berdampak Pada Pasar Global

Penulis : Tim Infokini

Editor : Tim Infokini

Sumber Berita : The Ekonomic Times

Berita Terkait

Kecelakaan Kapal Wisata Berulang di Labuan Bajo, Sergius Try Deddy Soroti Koordinasi KSOP dan Dishub
Dugaan Selingkuh Oknum Kades dan Bu Bidan Puskesmas: Homestay Jadi Saksi Akhir Cinta Terlarang dan Berakhir di Tangan Polisi
Kades Batu Cermin Desak Pemerintah Pusat Segera Tetapkan Batas Tanah Bandara Komodo
Perjuangkan Pendidikan NTT, Stevi Harman Dorong Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Sekolah Rusak Akibat Gempa
Kasus Penganiayaan Warga Rangko oleh Oknum TNI Resmi Dilaporkan ke Polda NTT, Kuasa Hukum Desak Denpom Kupang Bertindak Cepat
Pemerintah Desa Batu Cermin Mengajak Warga Perkokoh Persatuan di Hari Kesaktian Pancasila 2026
Hadapi Kotak Kosong dan Rekam Jejak Pembakaran TPS, Dua Desa Ini Dikawal Ketat Menjelang Pilkades Mabar
Jenguk Korban Dugaan Pemukulan di Labuan Bajo, Dandim Mabar: Saya Datang Sebagai Orang Tua

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:53 WITA

Kecelakaan Kapal Wisata Berulang di Labuan Bajo, Sergius Try Deddy Soroti Koordinasi KSOP dan Dishub

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:35 WITA

Dugaan Selingkuh Oknum Kades dan Bu Bidan Puskesmas: Homestay Jadi Saksi Akhir Cinta Terlarang dan Berakhir di Tangan Polisi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:02 WITA

Kades Batu Cermin Desak Pemerintah Pusat Segera Tetapkan Batas Tanah Bandara Komodo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:40 WITA

Perjuangkan Pendidikan NTT, Stevi Harman Dorong Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Sekolah Rusak Akibat Gempa

Kamis, 1 Oktober 2026 - 19:12 WITA

Kasus Penganiayaan Warga Rangko oleh Oknum TNI Resmi Dilaporkan ke Polda NTT, Kuasa Hukum Desak Denpom Kupang Bertindak Cepat

Berita Terbaru