MANGGARAI BARAT — Ruas jalan Bambor–Werang dan Langgo–Werang di Kabupaten Manggarai Barat, NTT, lumpuh total setelah tertimbun material tanah longsor pada Kamis (22/1/2026).
Bencana yang memutus mobilitas antarwilayah ini terjadi menyusul hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut tanpa henti sejak Rabu malam hingga Kamis siang.
Bencana ini dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut tanpa henti sejak Rabu malam hingga Kamis siang. Curah hujan yang ekstrem membuat kondisi tanah di perbukitan sekitar jalan menjadi labil dan akhirnya runtuh menutupi akses vital warga.
Berdasarkan pantauan di lokasi, pemandangan di titik longsor menunjukkan kerusakan yang cukup masif. Tebing ambrol, menyisakan lereng tanah berwarna cokelat kemerahan yang basah dan licin. Material berupa tanah padat bercampur bongkahan batu besar dan kerikil menimbun seluruh permukaan jalan.
Tak hanya tanah dan batu, sisa-sisa vegetasi berupa pepohonan yang tercerabut hingga ke akar serta semak belukar tampak berserakan di tengah jalan, menciptakan genangan lumpur yang membuat medan semakin sulit dievakuasi secara manual.
Situasi darurat ini dikonfirmasi oleh Robert Perkasa. Melalui pesan singkat, ia melaporkan bahwa jalur penghubung antarwilayah tersebut benar-benar terputus dan tidak menyisakan ruang bagi kendaraan untuk melintas.
“Longsor di dua jalur jalan: Bambor-Werang dan Langgo-Werang. Lumpuh total. Longsor ini terjadi Kamis dini hari” tulis Robert Perkasa dalam pesan singkat WhatsApp yang diterima pada Kamis.
Terputusnya kedua ruas jalan ini berdampak langsung pada aktivitas ekonomi dan mobilitas warga di Kecamatan Mbeliling dan Sano Nggoang.
Jalur Bambor-Werang dan Langgo-Werang merupakan urat nadi bagi distribusi logistik dan akses menuju pusat-pusat pelayanan publik.
Tumpukan material longsor yang cukup besar menuntut pengerahan alat berat dari instansi terkait untuk melakukan pembersihan agar arus lalu lintas dapat kembali normal.
Penulis : Tim Infokini
Editor : Sansiro Petra






