Serangan Rudal AS Dan Israel Tak Bisa Di Bendung, Tragedi di Sekolah Putri Iran, Korban Dilaporkan Tembus 115 Orang

- Redaksi

Minggu, 1 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HORMOZGAN IRAN — Peristiwa memilukan terjadi pada Sabtu, 28 Februari 2026, ketika sebuah serangan udara dalam operasi militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel menghantam Sekolah Dasar Putri Shajareh Tayyebeh di Minab, Provinsi Hormozgan, Iran selatan.

Menurut pejabat lokal Minab dan laporan media pemerintah Iran yang dikutip sejumlah media internasional, jumlah korban jiwa dilaporkan meningkat hingga sekitar 115 orang. Sebagian besar korban disebut merupakan siswi yang berada di dalam gedung saat serangan terjadi.

Sementara itu, laporan Financial Times menyebut otoritas Iran sebelumnya mengonfirmasi setidaknya 108 orang tewas, dengan puluhan lainnya mengalami luka-luka. Beberapa korban dilaporkan masih sempat terjebak di bawah reruntuhan ketika proses evakuasi berlangsung. Sekolah tersebut dikabarkan menampung sekitar 170 pelajar pada saat insiden terjadi.

Rekaman visual dan siaran televisi Iran menunjukkan bangunan sekolah yang hancur, puing-puing berserakan, serta keluarga korban yang berkumpul di sekitar lokasi dalam suasana penuh kepanikan dan duka.

Pemerintah Iran mengecam keras serangan tersebut dan menyebutnya sebagai tindakan terhadap warga sipil yang tidak bersenjata. Pejabat Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan insiden itu harus mendapat perhatian dan respons dari komunitas internasional.

Di sisi lain, militer Amerika Serikat menyatakan pihaknya mengetahui adanya laporan korban sipil dan sedang melakukan peninjauan atas insiden tersebut. Mereka juga menegaskan komitmen untuk meminimalkan dampak terhadap warga sipil dalam operasi militer yang lebih luas.

Insiden di Minab kini menjadi sorotan internasional dan disebut sebagai salah satu peristiwa paling tragis dalam eskalasi konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Sejumlah pihak global menyerukan de-eskalasi guna mencegah krisis kemanusiaan yang lebih besar.

Info ini disusun dari laporan resmi dan sumber media internasional yang terverifikasi. Angka masih dapat berubah seiring perkembangan berita.

Baca Juga:  Tiga Negara Eropa Mengecam Keras Serangan Iran

Penulis : Tim Infokini

Editor : Tim Infokini

Sumber Berita : The Guardian, Financial Times, The New Arab

Berita Terkait

Dari Kaban, Tarsisius Gonsa, ST., Dilantik Bupati Mabar sebagai Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura
Bupati Mabar Melantik 15 Pejabat Baru, Fatincy Reynilda, S.P, Menjabat Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan UKM
Terima Piagam Penghargaan, Kadis Fatincy Reynilda: Terimakasih Bapak Presiden Prabowo Subianto
Tragis! Melamar Kerja Jadi LC, Wanita Asal Karawang Meninggal di Salah Satu THM di Labuan Bajo
Pemerintah Desa Mata Wae Resmi Membentuk Panitia Pemilihan Kepala Desa PAW
Mana Surat Aslinya?, Florianus Adu Bongkar Kejanggalan Sertifikat 16 Hektare di Keranga
Tersangka di Polres Mabar, SP3 di Polda NTT Karena Bukan Unsur Pidana
Bukan Unsur Pidana, Kombes Pol Sigit Haryono, S.I.K., Terbitkan SP3 Kasus Dugaan Pemalsuan Surat

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 21:08 WITA

Dari Kaban, Tarsisius Gonsa, ST., Dilantik Bupati Mabar sebagai Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura

Kamis, 7 Mei 2026 - 15:30 WITA

Bupati Mabar Melantik 15 Pejabat Baru, Fatincy Reynilda, S.P, Menjabat Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan UKM

Senin, 4 Mei 2026 - 14:09 WITA

Tragis! Melamar Kerja Jadi LC, Wanita Asal Karawang Meninggal di Salah Satu THM di Labuan Bajo

Senin, 4 Mei 2026 - 13:07 WITA

Pemerintah Desa Mata Wae Resmi Membentuk Panitia Pemilihan Kepala Desa PAW

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:56 WITA

Mana Surat Aslinya?, Florianus Adu Bongkar Kejanggalan Sertifikat 16 Hektare di Keranga

Berita Terbaru