MBELILING, WAE JARE — Momentum Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Desa Wae Jare tahun 2026 menjadi catatan sejarah baru bagi masyarakat setempat. Setelah melalui perjuangan panjang dan sempat mengalami kegagalan pada dua kontestasi sebelumnya, Agustinus Valen akhirnya berhasil memenangkan simpati mayoritas warga dan resmi menduduki kursi nomor satu di Desa Wae Jare, Kecamatan Mbeliling, Manggarai Barat, pada Selasa (29/9/2026).
Kemenangan ini menjadi buah dari keteguhan dan konsistensi Agustinus dalam menawarkan visi perubahannya bagi desa. Pada pelaksanaan Pilkades 2026 kali ini, atmosfer kompetisi terasa begitu dinamis, mengingat posisi kepala desa Wae Jare kerap disebut-sebut sebagai “kursi panas” akibat tingginya ekspektasi masyarakat terhadap figur pemimpin yang baru.
Dalam dua kali kedudukan sebagai calon pada periode-periode sebelumnya, langkah Agustinus sempat terhenti karena belum berhasil mengumpulkan suara unggul.
Namun, tidak berhenti disitu, kegagalan dimasa lalu tersebut tampaknya menjadi bahan evaluasi mendalam bagi dirinya untuk menyusun strategi pendekatan yang lebih menyentuh hati masyarakat.
“Perjuangan ini bukan hanya milik saya, melainkan bentuk kepercayaan besar dari seluruh elemen masyarakat Desa Wae Jare yang mendambakan perubahan dan kemajuan berkelanjutan,” ujar Agustinus Vale dalam menanggapi hasil perolehan suara. Selasa (29/9/2026) sore.
Agustinus Valen menyampaikan pesan mendalam bagi seluruh lapisan masyarakat. Bagi dirinya, pencapaian ini bukanlah sekadar kemenangan pribadi atau kelompok, melainkan sebuah amanah besar yang dititipkan oleh seluruh warga Desa Wae Jare tanpa terkecuali.
Ia menegaskan bahwa proses kompetisi demokrasi telah usai, dan kini saatnya bagi seluruh warga untuk kembali bersatu demi kemajuan desa. Kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat setelah dua kali kegagalan sebelumnya dinilai sebagai tanggung jawab moral yang besar untuk membawa perubahan nyata di tata kelola pemerintahan desa.
“Kemenangan ini adalah kemenangan seluruh masyarakat Desa Wae Jare. Tidak ada lagi kubu pendukung nomor satu, dua, atau tiga. Mulai hari ini, kita semua adalah satu keluarga yang siap bergotong-royong membangun desa kita tercinta,” ujar Agustinus Valen dalam pernyataan resminya. Selasa (29/9/26) sore di Kantor Desa.
Secara spesifik, ia menyebut beberapa wilayah yang membutuhkan perhatian mendesak, seperti Kampung Wae Jare, Kampung Jengok, dan Kampung Pola. Menurutnya, ketimpangan infrastruktur dan pelayanan di kampung-kampung tersebut akan menjadi fokus utama penataan di masa kepemimpinannya.
“Wilayah Desa Wae Jare ini sangat luas dan masih banyak kampung yang pembangunannya belum merata dari roda pemerintahan sebelumnya, seperti di Kampung Wae Jare, Jengok, dan Pola. Maka dari itu, saya ingin membuat terobosan baru di masa kepemimpinan saya untuk delapan tahun ke depan,” ujar Valen dengan penuh optimisme.
Melalui masa jabatan delapan tahun yang membentang di hadapannya, Valen berkomitmen merancang program-program inovatif yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat di wilayah-wilayah pinggiran tersebut. Langkah ini diharapkan dapat memperkecil kesenjangan antar-kampung dan memastikan seluruh warga merasakan dampak nyata dari anggaran serta program kerja desa.
Komitmen untuk merangkul semua elemen masyarakat ini mendapat apresiasi positif dari tokoh masyarakat setempat. Warga berharap kepemimpinan Agustinus yang inklusif dapat menciptakan keharmonisan serta mempercepat program pembangunan yang merata di seluruh wilayah Desa Wae Jare.
Dengan hasil Pilkades 2026 ini, Agustinus Valen resmi mengemban amanah untuk memimpin tata kelola pemerintahan, pembangunan infrastruktur, serta peningkatan kesejahteraan warga Desa Wae Jare untuk periode mendatang. Masyarakat kini menaruh harapan besar di pundak pemimpin baru mereka agar mampu membawa desa ke arah yang lebih inklusif dan maju.
Penulis : Tim Info-kini
Editor : Tim Info-kini






