MANGGARAI BARAT – Mikael Jaman, resmi mendaftarkan diri sebagai Bakal Calon Kepala Desa (Bakal Cakades) Wae Jare, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Jumat (19/6/2026) siang.
Prosesi pendaftaran ini menarik perhatian warga karena kental dengan nuansa budaya lokal. Mikael Jaman berjalan menuju Kantor Desa Wae Jare dengan didampingi langsung oleh para tokoh adat dan generasi muda dari dua kampung utama, yaitu Kampung Wae Jare dan Kampung Tilutuna.
Kehadiran perwakilan adat dan pemuda ini menegaskan kuatnya legitimasi kultural serta semangat pembaruan yang dibawa oleh Mikael Jaman dalam kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) kali ini. Kehadiran para tetua adat ini menegaskan besarnya dukungan moral dan kultural bagi pencalonannya.
Rombongan tiba di Kantor Desa Wae Jare sekitar pukul 10:30 WITA. Proses penyerahan berkas administrasi berlangsung tertib dan diterima langsung oleh Panitia Pemilihan Kepala Desa Wae Jare, Muhamad Hamja.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, panitia menyatakan seluruh dokumen persyaratan utama yang dibawa oleh Mikael Jama telah terpenuhi dan dinyatakan lengkap. Berkas tersebut selanjutnya akan masuk ke tahap verifikasi faktual serta penelitian keabsahan dokumen oleh tim seleksi.
Mikael Jaman, memberikan pernyataan resmi kepada awak media. Ia menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas restu budaya yang diberikan kepadanya.
“Hari ini, dengan niat yang tulus serta dukungan penuh dari para tokoh adat Kampung Wae Jare dan Kampung Tilutuna, saya resmi mendaftarkan diri. Pendampingan dari para orang tua adat hari ini adalah amanah besar bagi saya untuk menjaga mandat dan membawa perubahan nyata bagi Desa Wae Jare,” ujar Mikael yang diterima Media ini via WhatsApp, pada Jumaat (19/6/2026). Siang.
Mikael juga menekankan pentingnya persatuan dan keterbukaan dalam membangun desa ke depan.
“Desa Wae Jare memiliki potensi luar biasa, baik dari segi sumber daya manusia maupun alamnya. Fokus saya ke depan adalah memastikan pelayanan publik yang transparan, adil, dan merata, serta mempercepat pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan warga. Kita harus maju bersama, tanpa ada yang ditinggalkan,” lanjutnya.
Kehadiran tokoh adat dari Wae Jare dan Tilutuna memberikan sinyal bahwa kontestasi Pilkades Wae Jare 2026 ini berjalan dengan menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan. Warga berharap seluruh tahapan pilkades dapat berlangsung aman, damai, dan jujur, demi melahirkan pemimpin yang benar-benar bekerja untuk kesejahteraan masyarakat.
Penulis : Tim Infokini
Editor : Tim Infokini






