Soroti Masalah Desil KIP Kuliah, Anggota DPD Stevi Harman Perjuangkan Nasib Mahasiswa Terdampak Gempa Flores

- Redaksi

Rabu, 7 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Masalah Desil KIP Kuliah, dr. Stevi Harman Minta Kemendiktisaintek Beri Afirmasi Korban Gempa Flores.

Masalah Desil KIP Kuliah, dr. Stevi Harman Minta Kemendiktisaintek Beri Afirmasi Korban Gempa Flores.

JAKARTA — Anggota DPD RI Daerah Pemilihan Nusa Tenggara Timur (NTT), dr. Maria Caecilia Stevi Harman, meminta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) memberikan perhatian khusus terhadap keberlanjutan pendidikan mahasiswa dan calon mahasiswa dari keluarga terdampak gempa bumi di Pulau Flores.

Permintaan tersebut disampaikan melalui surat permohonan dukungan kebijakan pendidikan tinggi yang diserahkan langsung kepada Kemendiktisaintek di Ruang Rapat Majapahit, Gedung DPD RI, Selasa (6/10/2026).

Stevi menyoroti persoalan kemampuan ekonomi keluarga terdampak gempa serta kendala calon mahasiswa memperoleh KIP Kuliah akibat penentuan berdasarkan data desil.

Stevi mengatakan persoalan desil menjadi salah satu aspirasi yang banyak disampaikan masyarakat. Ia menerima informasi mengenai calon mahasiswa dari keluarga tidak mampu, termasuk anak yatim dan yatim piatu, yang tidak memperoleh KIP Kuliah karena tercatat berada pada desil 4 atau lebih tinggi.

Menurut Stevi, data desil perlu diverifikasi dengan kondisi faktual karena kemampuan ekonomi keluarga dapat berubah setelah mengalami bencana. Gempa bumi dapat menyebabkan kerusakan rumah, kehilangan tempat usaha, pekerjaan, maupun sumber pendapatan keluarga.

“Ada calon mahasiswa dari keluarga tidak mampu, bahkan anak-anak yatim, yang berdasarkan informasi yang kami terima tidak memperoleh KIP Kuliah karena tercatat berada pada desil 4 ke atas,” ujar Stevi Harman.

Karena itu, ia meminta Kemendiktisaintek memberikan ruang verifikasi dan validasi bagi calon penerima yang secara administratif berada di atas batas desil, tetapi secara faktual memenuhi kriteria sebagai keluarga tidak mampu atau terdampak langsung bencana.

Menanggapi permohonan tersebut, Kemendiktisaintek melalui Sekretaris Jenderal Prof. Badri Munir Sukoco, S.E., MBA., Ph.D., menyampaikan adanya skema bagi mahasiswa yang berada pada desil di atas 4 namun memenuhi kondisi tertentu.

Baca Juga:  Tembus Medan Berat, dr. Stevi Harman Salurkan Logistik dan Obat-obatan bagi Korban Gempa Flores

Skema tersebut antara lain mencakup mahasiswa yatim piatu, berasal dari keluarga dengan penghasilan orang tua di bawah Upah Minimum Provinsi (UMP), serta memenuhi kondisi tertentu terkait bantuan pendidikan sebelumnya.

Kemendiktisaintek juga menyampaikan adanya ruang bagi siswa yang sebelumnya menerima Program Indonesia Pintar (PIP) pada jenjang SMP hingga SMA, dengan data dan kondisi calon penerima menjadi bagian dari proses verifikasi.

Stevi berharap ruang verifikasi tersebut dapat dimanfaatkan untuk memastikan calon mahasiswa yang benar-benar membutuhkan tidak kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan tinggi hanya karena persoalan administratif.

Selain KIP Kuliah, Stevi meminta pemerintah mempertimbangkan kebijakan afirmasi khusus pascabencana bagi mahasiswa dan calon mahasiswa dari keluarga terdampak gempa.

Ia juga mendorong pemberian keringanan, penundaan, atau pembebasan sementara Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa terdampak sesuai ketentuan yang berlaku, serta koordinasi dengan perguruan tinggi untuk menjaga keberlanjutan status akademik mahasiswa selama masa pemulihan.

Stevi turut meminta data mahasiswa dan calon mahasiswa terdampak yang telah dihimpun dapat menjadi bahan verifikasi dan pertimbangan dalam pemberian bantuan pendidikan.

Menurutnya, kebijakan tersebut penting agar dampak bencana tidak berlanjut menjadi hambatan bagi generasi muda Flores dalam mengakses pendidikan tinggi.

“Jangan sampai bencana yang sudah berdampak terhadap kehidupan keluarga kemudian menjadi alasan tambahan seorang anak kehilangan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan tinggi,” tutup Stevi Harman.

Editor : Tim Infokini

Berita Terkait

Perjuangkan Pendidikan NTT, Stevi Harman Dorong Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Sekolah Rusak Akibat Gempa
Pemdes Batu Cermin, Terima Kunjungan Ketua Pembina Posyandu NTT, Ibu Asty Laka Lena
Gandeng DWP Pusat, Ketua DWP NTT Ny. Fatinci Reynilda Sodo Tinjau Langsung Warga Terdampak Gempa di Manggarai Timur
Seret Nama Ivon Burhan di Media Sosial, Terlapor EH Kini Menyandang Status Tersangka
Mantan Pejabat Mabar Diduga Pungut Sewa Ilegal Puluhan Juta Rupiah Kepada Pelaku Usaha Kecil di Wae Mata
Kasus Penganiayaan Warga Rangko oleh Oknum TNI Resmi Dilaporkan ke Polda NTT, Kuasa Hukum Desak Denpom Kupang Bertindak Cepat
Pemerintah Desa Batu Cermin Mengajak Warga Perkokoh Persatuan di Hari Kesaktian Pancasila 2026
Agustinus Valen Menang Pilkades Wae Jare, Pj Kades Berharap Melanjutkan Akses Pembangunan Antarkampung

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:58 WITA

Soroti Masalah Desil KIP Kuliah, Anggota DPD Stevi Harman Perjuangkan Nasib Mahasiswa Terdampak Gempa Flores

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:40 WITA

Perjuangkan Pendidikan NTT, Stevi Harman Dorong Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Sekolah Rusak Akibat Gempa

Selasa, 6 Oktober 2026 - 23:06 WITA

Pemdes Batu Cermin, Terima Kunjungan Ketua Pembina Posyandu NTT, Ibu Asty Laka Lena

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:30 WITA

Gandeng DWP Pusat, Ketua DWP NTT Ny. Fatinci Reynilda Sodo Tinjau Langsung Warga Terdampak Gempa di Manggarai Timur

Minggu, 4 Oktober 2026 - 00:47 WITA

Seret Nama Ivon Burhan di Media Sosial, Terlapor EH Kini Menyandang Status Tersangka

Berita Terbaru