JAKARTA – Anggota DPD RI Daerah Pemilihan Nusa Tenggara Timur (NTT), dr. Maria Caecilia Stevi Harman, terus memperjuangkan pemulihan sektor pendidikan di Nusa Tenggara Timur yang terdampak bencana gempa bumi 7,7 Magnitudo pada 15 Agustus lalu.
Upaya tersebut dilakukan dengan menyerahkan secara langsung surat permohonan dukungan percepatan revitalisasi satuan pendidikan terdampak gempa bumi di Flores kepada Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamen Kemendikdasmen) dalam rapat bersama Komite III DPD RI dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Selasa (6/10/2026), di Jakarta.
Dalam surat tersebut, Stevi Harman meminta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah memberikan perhatian khusus serta memprioritaskan penanganan sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan akibat gempa bumi di Nusa Tenggara Timur.
Menurut Stevi, kerusakan bangunan sekolah dan fasilitas pendidikan tidak hanya mengganggu proses belajar-mengajar, tetapi juga berdampak terhadap peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan.
Sebagai wakil daerah, Stevi menyampaikan bahwa dirinya telah menerima berbagai aspirasi masyarakat mengenai kondisi satuan pendidikan yang terdampak bencana. Sejumlah sekolah membutuhkan rehabilitasi maupun pembangunan kembali karena mengalami kerusakan, sementara proses pembelajaran harus tetap berlangsung di tengah keterbatasan sarana dan prasarana.
Dalam surat yang diserahkan kepada Wamen Kemendikdasmen, Stevi Harman mendorong pemerintah untuk memberikan prioritas dalam program revitalisasi dan rehabilitasi satuan pendidikan terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur.
Ia juga meminta dilakukan verifikasi dan pemetaan tingkat kerusakan setiap satuan pendidikan sebagai dasar dalam menentukan skala prioritas penanganan.
“Sekolah yang mengalami kerusakan berat diharapkan menjadi prioritas pembangunan kembali. Penanganan tersebut mencakup ruang kelas, ruang guru, fasilitas sanitasi, perpustakaan, serta berbagai sarana pendukung pembelajaran lainnya”, Ujar Stevi Harman
Dr. Stevi juga menekankan pentingnya pembangunan kembali sekolah dengan memperhatikan standar keamanan dan ketahanan terhadap risiko bencana.
Dengan demikian, fasilitas pendidikan yang dibangun atau direhabilitasi tidak hanya kembali berfungsi, tetapi juga mampu memberikan lingkungan belajar yang aman bagi peserta didik dan tenaga kependidikan.
Selain aspek pembangunan fisik, Stevi Harman turut meminta dukungan pemerintah terhadap keberlangsungan proses pembelajaran selama masa pemulihan.
Hal ini terutama bagi sekolah yang belum dapat menggunakan seluruh fasilitasnya akibat kerusakan gempa. Keberlangsungan pendidikan, menurutnya, harus tetap menjadi perhatian di tengah proses pemulihan pascabencana. Anak-anak di wilayah terdampak tetap memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan aman.
Stevi berharap Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dapat memberikan perhatian khusus terhadap kebutuhan pendidikan masyarakat Nusa Tenggara Timur serta mengambil langkah konkret untuk mempercepat rehabilitasi dan pembangunan kembali satuan pendidikan yang terdampak.
Editor : Tim Infokini






