LABUAN BAJO — Langkah tanggap darurat pascagempa magnitudo 7,7 Flores terus diintensifkan. Wakil Bupati Manggarai Barat, dr. Yulianus Weng, M.Kes., turun langsung mendampingi pendistribusian logistik dan bantuan darurat bagi warga terdampak di Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kehadiran orang nomor dua di Manggarai Barat ini dilakukan bersamaan dengan peninjauan langsung ke Puskesmas Wersawe yang dilaporkan mengalami kerusakan parah akibat guncangan gempa tektonik pada Sabtu, 15 Agustus 2026 lalu.
Pemantauan fasilitas kesehatan ini menjadi prioritas utama guna memastikan pelayanan medis darurat bagi warga terdampak tetap berjalan.
Langkah taktis ini diambil guna memenuhi kebutuhan pokok dasar masyarakat setelah gempa besar melanda wilayah Flores. Penyaluran logistik tersebut merupakan bagian dari gerakan tanggap darurat serentak yang diinstruksikan oleh Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat. Sebelumnya, Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, bersama Ketua Pengadilan Negeri Labuan Bajo, Isdaryanto, juga telah mengawal langsung distribusi logistik saat meninjau titik terdampak di Cekonobo, Kecamatan Mbeliling.
Guna meringankan beban psikologis dan fisik warga, Pemkab melalui posko darurat mengirimkan paket pasokan penting ke seluruh wilayah terdampak di 12 kecamatan, termasuk Mbeliling. Paket bantuan tanggap darurat yang disalurkan meliputi beras konsumsi (bagian dari total alokasi 101,48 ton beras pemkab), terpal pelindung untuk tenda darurat, makanan siap saji, biskuit anak, serta pakaian dan selimut.
Berdasarkan data terkini dari BPBD Manggarai Barat, Kecamatan Mbeliling menjadi salah satu wilayah yang mencatatkan korban luka akibat reruntuhan bangunan. Para korban cedera saat ini telah dievakuasi dan menjalani perawatan intensif di RSUD Komodo-Marombok, Labuan Bajo. Secara akumulatif di tingkat kabupaten, gempa merusak setidaknya 6.541 rumah warga beserta ratusan fasilitas publik seperti perkantoran, sarana ibadah, sekolah, hingga fasilitas kesehatan seperti Puskesmas Wersawe.
Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Manggarai Barat, Yuvenalis Gregorius, menjelaskan bahwa seluruh bantuan yang masuk—baik dari APBD, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), maupun donasi Corporate Social Responsibility (CSR)—dipusatkan terlebih dahulu di gudang BPBD sebelum digeser ke lokasi tujuan.
“Kami terus berkoordinasi secara aktif dengan para camat di setiap wilayah untuk memastikan pemetaan kebutuhan riil dan memastikan tidak ada titik pengungsian mandiri warga yang terlewatkan dari distribusi logistik pangan ini,” ujar Yuvenalis.
Medan geografis Kecamatan Mbeliling yang berbukit sempat menjadi tantangan tersendiri bagi armada pengangkut logistik. Namun, berkat kerja sama taktis lintas sektor yang melibatkan TNI/Polri, Dinas Sosial, jajaran Forkopimda, serta kontribusi armada truk dari lembaga kemitraan swasta, pasokan bahan pokok darurat dipastikan dapat terus menembus posko-posko desa secara bertahap.
Pemerintah daerah mengimbau warga Kecamatan Mbeliling untuk tetap tenang namun waspada terhadap potensi gempa susulan, serta selalu mengikuti arahan keselamatan resmi dari petugas BPBD di lapangan.
Penulis : Tim Infokini
Editor : Tim Infokini






