MANGGARAI BARAT – Masyarakat Gendang Sangka menyelenggarakan acara adat Penti Weki Peso Beo, atau yang sering disebut berwalih. Ritual adat tahunan ini dipusatkan di Kampung Sangka, Desa Watu Manggar, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat, NTT. Minggu (18/10/2026).
Acara Penti merupakan perayaan ungkapan syukur umat kepada Tuhan atas segala rahmat yang telah diterima sepanjang satu tahun yang lalu. Berdasarkan keyakinan masyarakat Gendang Sangka, seluruh keberhasilan yang dicapai tidak terlepas dari anugerah Tuhan serta doa dari para leluhur.
“Ini ucapan syukur atas segala berkat dan rejeki yang sudah diterima selama satu tahun ini. Baik kesehatan, maupun capaian dalam pembangunan pendidikan dan ekonomi keluarga,” ungkap Ketua Panitia Acara, Marselinus Samin.
Marselinus menjelaskan bahwa penyelenggaraan ritual Penti ini terbagi ke dalam tiga agenda acara inti, yaitu:
pertama, Acara Barong (Baro): Ritus pemberitahuan dan penghormatan kepada alam serta leluhur. Agenda ini meliputi Barong Boa (ziarah dan penyembahan di kuburan leluhur), Barong Uma (penghormatan di kebun selaku sumber makanan), dan Barong Wae (penghormatan di mata air sebagai sumber penghidupan).
Kedua, Acara We’e Wie Penti: Malam puncak penyembahan kepada leluhur atas berkat setahun terakhir. Tahapan ini terdiri dari dua ritus utama, yakni Adak Tudak Libur Kilo (pemberian sesajian kepada leluhur) dan Adak Tudak We’e Wie Penti sebagai puncak ungkapan syukur.
ketiga, Acara Wa’u wa Tana: Ritus yang dilaksanakan pada keesokan harinya pascamalam puncak Penti. Ritual ini menjadi momen bagi seluruh warga kampung untuk menyampaikan doa dan permohonan kepada Tuhan melalui leluhur agar senantiasa diberikan rezeki yang berlimpah di masa depan.
Editor : Tim Info-kini






