MANGGARAI BARAT — Dalam merebut kursi kepemimpinan desa Wae Jare, kesiapan Antonius Yulianto Hardi, atau yang akrab disapa Lian Hardi, dinilai tidak main-main. Arus dukungan terhadap pembaruan tata kelola pemerintahan desa kian menguat menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Wae Jare 2026. Tokoh pemuda Antonius Yulianto Hardi, secara resmi menyatakan kesiapan dirinya untuk maju dan bertarung dalam bursa kontestasi politik Pilkades Wae Jare, Kecamatan Mbeliling, Manggarai Barat, Senin (01/6/2026).
Sebagai putra Desa Wae Jare, ia membawa komitmen penuh untuk membangun tanah kelahirannya menjadi desa yang maju, transparan, dan berdaya saing.
Kesiapan Antonius Yulianto Hardi untuk tampil di panggung Pilkades Wae Jare tidak main-main. Ia merupakan seorang lulusan Farmasi dari salah satu perguruan tinggi di Makasar. Latar belakang pendidikan tinggi ini menjadi modal krusial baginya untuk membawa inovasi dan manajemen modern ke dalam sistem birokrasi desa.
Misi utama yang diusung oleh tokoh muda ini berfokus pada efisiensi pelayanan publik melalui digitalisasi sistem administrasi desa guna memangkas birokrasi dan meningkatkan transparansi anggaran. Selain pemanfaatan teknologi, ia menempatkan pemberdayaan masyarakat sebagai pilar pembangunan, mulai dari optimalisasi sektor pertanian lokal hingga peningkatan keterampilan ekonomi kreatif bagi kelompok pemuda dan perempuan.
Meski memiliki bekal pendidikan sarjana dan visi yang modern, Lian Hardi menegaskan bahwa dirinya tetap membumi. Ia berkomitmen penuh untuk mengutamakan kepentingan nilai kehidupan bermasyarakat dan merawat kearifan lokal yang menjadi perekat sosial di Desa Wae Jare.
Di tengah hangatnya atmosfer politik desa, Lian Hardi, juga muncul membawa pesan kesejukan. Bagi dia, siapa pun kompetitor yang akan bertarung pada Kontestasi Pilkades Wae Jare 2026 ini merupakan putra-putra terbaik desa. Ia memandang seluruh kandidat memiliki niat mulia yang sama, yaitu mengabdi demi mensejahterakan masyarakat tanpa harus merusak tatanan persaudaraan.
“Kesiapan saya sudah bulat dan matang untuk maju sebagai Bakal Calon Kepala Desa Wae Jare. Walaupun berbekal pendidikan Strata Satu dari Kalimantan, saya tetap mengutamakan kepentingan nilai kehidupan bermasyarakat di atas segalanya. Saya siap membangun Desa Wae Jare dengan misi yang maju, transparan, dan berdaya saing melalui digitalisasi serta pemberdayaan masyarakat. Bagi saya, siapa pun yang bertarung di Pilkades 2026 nanti adalah putra terbaik desa. Tujuan kita satu, yaitu demi mensejahterakan masyarakat,” tegas Antonius Yulianto Hardi, Senin (1/6/26).
Ia juga menyatakan sangat siap menerima tantangan pembangunan di bidang infrastruktur modern yang menjadi kebutuhan mendesak masyarakat saat ini. Menurutnya, pembenahan akses jalan, fasilitas air bersih, serta konektivitas digital yang merata ke seluruh pelosok kampung menjadi kunci utama akselerasi ekonomi warga.
“Misi utama saya ini berfokus pada sinkronisasi fisik dan teknologi. Selain membangun infrastruktur fisik yang kokoh, saya juga menargetkan digitalisasi sistem administrasi desa guna memangkas birokrasi dan meningkatkan transparansi anggaran. Sektor kesehatan dasar, penguatan posyandu, dan pemberdayaan ekonomi komunitas tani juga diposisikan sebagai pilar strategis pembangunan desa,” lanjutnya.
Pencalonan Antonius Yulianto Hardi dinilai banyak pihak sebagai angin segar bagi masa depan Desa Wae Jare. Kombinasi antara kapasitas intelektual muda, program kerja yang relevan dengan tantangan zaman, serta komitmennya terhadap persatuan warga menjadikannya figur potensial yang diandalkan masyarakat untuk membawa perubahan nyata yang inklusif dan akuntabel.
Latar belakang keilmuan rumpun kesehatan ini dinilai menjadi modal penting yang membentuk karakternya menjadi sosok yang teliti, humanis, sistematis, dan peka terhadap kebutuhan sosial serta kesehatan masyarakat desa dan menjadi urat nadi warga.
Penulis : Tim Infokini
Editor : Tim Infokini






