LABUAN BAJO — Cuaca ekstrim berupa angin kencang disertai curah hujan yang berintensitas tinggi, mengakibatkan sejumlah aliran sungai terdampak Banjir di wilayah kecamatan Komodo dan sekitarnya. Seperti yang terjadi di Kampung Mbrata Desa Macang Tanggar, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT pada,
Kamis (21/01/2026) siang
Beberapa rumah warga terendam banjir dengan ketinggian air mencapai satu meter. Kondisi tersebut memaksa satu kepala keluarga (KK) mengungsi ke tempat yang lebih aman. Banjir terjadi akibat curah hujan yang tinggi hingga mengakibatkan sejumlah rumah di Kampung Mberata terendam Banjir pada Kamis (21/01) siang.
Curah hujan tinggi selama dua hari ini yang berturut-turut, hingga sejumlah aliran air sungai meluap di wilayah Warloka dan Mberata.
Benediktus Aro, seorang warga yang rumahnya terdampak banjir mengatakan, curah hujan menghampiri lima jam dari tadi pagi.
“Akibat air meluap dari muara, hingga rumah saya tergenang air semua didalamnya, dan sampai saat ini belum ada tanda-tanda surut. Kalau soal intensitas hujan, ini sudah lebih dari dua hari. Curah hujan hari ini sekitar lima jam lamanya sejak dari tadi pagi sampai saat ini,” ujar Benediktus Kamis (21/01).
Menurut Benediktus, ketinggian air di beberapa titik sat ini mencapai sekitar 1,5 meter atau setinggi dada orang dewasa. Beberapa rumah terdampak akibat air meluap, terpaksa mereka mengungsi.
“Bukan hanya rumah saya saja yang terdampak akibat air meluap, ada juga rumah warga yang lain disini, kondisi sangat parah sekali, terpaksa kami mengungsi ke rumah tetangga yang tidak terkena banjir,” lanjutnya.
Bukan hanya rumah warga saja yang terdampak Banjir, sebagian sawah milik warga Mberata juga terendam Banjir.
“Akibat air meluap terus, hingga mengalir dan merendam sebagian sawah warga. Ada dua dusun yang kena dampak sangat parah sekali di Dusun Mburak dan Dusun Nanga Nae. Kalau kali Mburak meluap, dampaknya sampai ke Mberata dan sawah di lengkong galung dan Nanga Nae sudah jelas terendam Banjir,” pungkasnya.
Penulis : Tim Infokini
Editor : Sansiro Petra






