Akibat Banjir, air sungai meluap hingga merendam Rumah warga di Mberata

- Redaksi

Jumat, 23 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO — Cuaca ekstrim berupa angin kencang disertai curah hujan yang berintensitas tinggi, mengakibatkan sejumlah aliran sungai terdampak Banjir di wilayah kecamatan Komodo dan sekitarnya. Seperti yang terjadi di Kampung Mbrata Desa Macang Tanggar, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT pada,

Kamis (21/01/2026) siang

Beberapa rumah warga terendam banjir dengan ketinggian air mencapai satu meter. Kondisi tersebut memaksa satu kepala keluarga (KK) mengungsi ke tempat yang lebih aman. Banjir terjadi akibat curah hujan yang tinggi hingga mengakibatkan sejumlah rumah di Kampung Mberata terendam Banjir pada Kamis (21/01) siang.

Curah hujan tinggi selama dua hari ini yang berturut-turut, hingga sejumlah aliran air sungai meluap di wilayah Warloka dan Mberata.

Benediktus Aro, seorang warga yang rumahnya terdampak banjir mengatakan, curah hujan menghampiri lima jam dari tadi pagi.

“Akibat air meluap dari muara, hingga rumah saya tergenang air semua didalamnya, dan sampai saat ini belum ada tanda-tanda surut. Kalau soal intensitas hujan, ini sudah lebih dari dua hari. Curah hujan hari ini sekitar lima jam lamanya sejak dari tadi pagi sampai saat ini,” ujar Benediktus Kamis (21/01).

Menurut Benediktus, ketinggian air di beberapa titik sat ini mencapai sekitar 1,5 meter atau setinggi dada orang dewasa. Beberapa rumah terdampak akibat air meluap, terpaksa mereka mengungsi.

“Bukan hanya rumah saya saja yang terdampak akibat air meluap, ada juga rumah warga yang lain disini, kondisi sangat parah sekali, terpaksa kami mengungsi ke rumah tetangga yang tidak terkena banjir,” lanjutnya.

Bukan hanya rumah warga saja yang terdampak Banjir, sebagian sawah milik warga Mberata juga terendam Banjir.

Baca Juga:  Kasus Wae Wu'ul Mandek Di Polres Mabar Publik Menduga Ada Keterlibatan Orang Dalam

“Akibat air meluap terus, hingga mengalir dan merendam sebagian sawah warga. Ada dua dusun yang kena dampak sangat parah sekali di Dusun Mburak dan Dusun Nanga Nae.        Kalau kali Mburak meluap, dampaknya sampai ke Mberata dan sawah di lengkong galung dan Nanga Nae sudah jelas terendam Banjir,” pungkasnya.

 

Penulis : Tim Infokini

Editor : Sansiro Petra

Berita Terkait

Kuasa Hukum MS Angkat Bicara Luruskan Kronologi Pertemuan di Gorontalo
Syukur Atas Berkat Setahun, Masyarakat Gendang Sangka Gelar Ritual Adat Penti
Kecelakaan Kapal Wisata Berulang di Labuan Bajo, Sergius Try Deddy Soroti Koordinasi KSOP dan Dishub
Dugaan Selingkuh Oknum Kades dan Bu Bidan Puskesmas: Homestay Jadi Saksi Akhir Cinta Terlarang dan Berakhir di Tangan Polisi
Bahas RAPBD 2027, Ali Sehidun: Program Pemerintahan Harus Efektif dan Dirasakan Rakyat
Dugaan Skandal Perselingkuhan Oknum Kades di Labuan Bajo Terbongkar, Kabur Saat Digerebek Suami Sah
Kades Batu Cermin Desak Pemerintah Pusat Segera Tetapkan Batas Tanah Bandara Komodo
Operasi KM Feronia: Tim SAR Gabungan Perluas Jaringan Pencarian hingga Dasar Laut Tatawa Besar

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 00:40 WITA

Kuasa Hukum MS Angkat Bicara Luruskan Kronologi Pertemuan di Gorontalo

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:58 WITA

Syukur Atas Berkat Setahun, Masyarakat Gendang Sangka Gelar Ritual Adat Penti

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:53 WITA

Kecelakaan Kapal Wisata Berulang di Labuan Bajo, Sergius Try Deddy Soroti Koordinasi KSOP dan Dishub

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:35 WITA

Dugaan Selingkuh Oknum Kades dan Bu Bidan Puskesmas: Homestay Jadi Saksi Akhir Cinta Terlarang dan Berakhir di Tangan Polisi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:14 WITA

Bahas RAPBD 2027, Ali Sehidun: Program Pemerintahan Harus Efektif dan Dirasakan Rakyat

Berita Terbaru