Usai Diberitakan Pihak RS. Siloam Tolak Pasien, Wabup Mabar Buka Suara

- Redaksi

Sabtu, 7 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO — Kasus dugaan penolakan terhadap seorang pasien asal Soknar, Desa Golo Mori, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), oleh pihak Rumah Sakit Siloam Labuan Bajo mendapat tanggapan dari Wakil Bupati Manggarai Barat, dr. Yulianus Weng, M.Kes.

Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi pada Jumat (6/3/2025) sekitar pukul 16.30 WITA.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Manggarai Barat, dr. Yulianus Weng menegaskan bahwa pihak Rumah Sakit Siloam Labuan Bajo akan dipanggil oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Barat untuk dimintai klarifikasi.

“Senin dipanggil Kadiskes,” ujar dr. Weng singkat saat dikonfirmasi awak media ini pada, Sabtu (7/3/2026).

Ketika ditanya mengenai sikap pemerintah daerah terkait persoalan tersebut, mengingat kasus ini menyangkut keselamatan dan nyawa manusia, dr. Weng menegaskan bahwa Kepala Dinas Kesehatan Manggarai Barat akan menangani dan menyelesaikan persoalan itu.

“Kadiskes yang menyelesaikan masalah ini,” tegasnya.

Menurut dr. Weng, pengawasan terhadap seluruh rumah sakit, baik milik pemerintah maupun swasta yang beroperasi di wilayah Kabupaten Manggarai Barat, merupakan kewenangan Dinas Kesehatan setempat.

“Rumah sakit pemerintah maupun swasta berada di bawah pengawasan Kepala Dinas Kesehatan setempat,” jelasnya.

Ia pun berharap agar Dinas Kesehatan Manggarai Barat dapat segera menindaklanjuti dan menyelesaikan persoalan tersebut secara cepat dan transparan.

“Tentu harapannya Kadiskes bisa segera menyelesaikannya,” tutup dr. Weng melalui pesan WhatsApp.

Sementara itu, redaksi media ini telah berupaya mengkonfirmasi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Barat, Adrianus Ojo.

Namun hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan. Nomor WhatsApp wartawan media ini diketahui telah diblokir oleh Adrianus Ojo sejak lama, saat redaksi melakukan konfirmasi terkait dugaan kerusakan Puskesmas Golo Mori yang baru satu tahun diresmikan.

Baca Juga:  Tumpukan Tanah dan Krikil, Satlantas Polres Manggarai Barat membersihkan ruas jalan di Binongko

Dalam upaya konfirmasi terkait dugaan penolakan pasien di Rumah Sakit Siloam Labuan Bajo, redaksi juga mengalami hal serupa. Direktur RS Siloam Labuan Bajo, dr. Theresia Nina Noviriana, M.P.H., diketahui turut memblokir nomor WhatsApp wartawan media ini.

Akibatnya, hingga berita ini dipublikasikan, pihak RS Siloam Labuan Bajo maupun Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Barat belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan penolakan pasien tersebut.

Penulis : Tim Infokini

Editor : Tim Infokini

Berita Terkait

Kuasa Hukum MS Angkat Bicara Luruskan Kronologi Pertemuan di Gorontalo
Syukur Atas Berkat Setahun, Masyarakat Gendang Sangka Gelar Ritual Adat Penti
Kecelakaan Kapal Wisata Berulang di Labuan Bajo, Sergius Try Deddy Soroti Koordinasi KSOP dan Dishub
Dugaan Selingkuh Oknum Kades dan Bu Bidan Puskesmas: Homestay Jadi Saksi Akhir Cinta Terlarang dan Berakhir di Tangan Polisi
Bahas RAPBD 2027, Ali Sehidun: Program Pemerintahan Harus Efektif dan Dirasakan Rakyat
Dugaan Skandal Perselingkuhan Oknum Kades di Labuan Bajo Terbongkar, Kabur Saat Digerebek Suami Sah
Kades Batu Cermin Desak Pemerintah Pusat Segera Tetapkan Batas Tanah Bandara Komodo
Operasi KM Feronia: Tim SAR Gabungan Perluas Jaringan Pencarian hingga Dasar Laut Tatawa Besar

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 00:40 WITA

Kuasa Hukum MS Angkat Bicara Luruskan Kronologi Pertemuan di Gorontalo

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:58 WITA

Syukur Atas Berkat Setahun, Masyarakat Gendang Sangka Gelar Ritual Adat Penti

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:53 WITA

Kecelakaan Kapal Wisata Berulang di Labuan Bajo, Sergius Try Deddy Soroti Koordinasi KSOP dan Dishub

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:35 WITA

Dugaan Selingkuh Oknum Kades dan Bu Bidan Puskesmas: Homestay Jadi Saksi Akhir Cinta Terlarang dan Berakhir di Tangan Polisi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:14 WITA

Bahas RAPBD 2027, Ali Sehidun: Program Pemerintahan Harus Efektif dan Dirasakan Rakyat

Berita Terbaru