Uang Rakyat Miliaran Mubazir, Pekerjaan Jalan Werang – Paku Dikerjakan Asal Jadi Warga Desak APH Turun Tangan

- Redaksi

Sabtu, 21 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO — Kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah pusat dirasakan dampaknya untuk masyarakat. Namun, dari kondisi efisiensi itu tidak terjadi dampak untuk Kontraktor yang memenangkan tender pkerjaan proyek. Mereka malah mengambil keuntungan disaat masyarakat sangat membutuhkan jalan yang lebih bagus dari sebelumnya. Salah satu contoh nyata di tengah tingginya permintaan masyarakat terhadap perbaikan jalan di wilayah pedesaan penghubung antar-kecamatan Sano Nggoang dikerjakan asal jadi.

Proyek pekerjaan Lapis Penetrasi (Lapen) pengaspalan jalan menuju salah satu desa yang dikerjakan oleh CV. SADAWIRA KONSTRUKSI yang bersumber dari Dana APBD tahun anggaran 2025.

Pekerjaan jalan itu di Kecamatan Sano Nggoang, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, diduga dikerjakan asal-asalan tidak sesuai dengan spesifikasi alias asal nempel. Sabtu, 21/3/2026.

Hal ini terindikasi dengan adanya keluhan sejumlah warga/masyarakat yang mengeluhkan kondisi jalan yang dikerjakan baru beberapa bulan fisiknya sudah rusak.

Dugaan kerusakan di berbagai titik lokasi sepanjang jalan itu diduga kuat karena pekerjaan yang tak sesuai spesifikasi teknis pekerjaan.

 

Kondisi fisik jalan

Jalan Lapen dimaksud usianya belum genap setahun, belum juga di PHO tapi sudah terlihat rusak. Pekerjaan jalan itu dibangun menggunakan dana dari APBD tahun 2025 dengan pagu anggaran senilai Rp. 1.999.992.000.00 rupiah dengan lebar 3 meter.

Seorang warga masyarakat yang enggan disebutkan namanya mengatakan, kami menyayangkan adanya pekerjaan Lapen yang berada di kampung kami dikerjakan asal-asalan.

“Saya sih cuma belum paham, ini aspal tingkat kategori apa, lalu apa saja kelengkapannya? Ada beberapa bagian tidak ada drainase nya, terus sayap jalan itu cuma di tabur pasir secara manual.

Kami tidak begitu tau secara teknis proses pengerjaan pak. Tapi yang kami lihat pekerjaan Lapen ini sepertinya tidak berkualitas,” ungkapnya melalui pesan WhatsApp pada Rabu, 18/3/26, malam.

Baca Juga:  Kegiatan Reses Anggota DPRD Mabar, Rofinus Rahmat di Kecamatan Mbeliling, masyarakat keluhkan jembatan untuk bisa sampai di sekolah anak-anak mereka

Selain itu kata dia, pada proses pemadatan batu-batunya itu tidak digilas dengan baik batu-batunya ada yang bercampur tanah. Begitu pun saat hamparan aspal, sedikit sekali aspal yang dihampar.

“Kami kan bisa menonton mereka punya pekerjaan melihat dari aspalnya saja diduga kurang berkualitas, saya memang bukan ahli tapi sering melihat drum aspal tidak seperti yang ini pak, para pekerja juga menyiram aspalnya kurang bagus,” tuturnya.

Sementara itu, warga lain juga minta namanya dirahasiakan mengungkapkan keluhan yang sama. Mereka menyesal dengan pihak ketiga yang mengerjakan Lapen tersebut benar-benar hanya untuk menghabiskan dana tanpa memperhatikan betul kualitas pekerjaan.

“Kualitasnya buruk sekali pak. Bayangkan saja bisa dikorek dengan tangan saja sudah terkelupas, ini akibat karena hamparan aspalnya terlalu sedikit. Di agregat pengunci mereka mungkin tidak hampar aspal tapi langsung agregat penutup kemudian digilas hanya sebentar saja dan aspal lalu dikasih abu,” ungkapnya

Sorotan masyarakat ini mencuat disebabkan pengerjaan proyek tersebut tidak berkualitas.

“Fisik pekerjaan Lapen pun mudah sekali dikorek dengan tangan saja. Padahal pagu anggaran pekerjaan jalan ini sangat besar”, lanjutnya.

Mereka berharap semoga dengan pemberitaan oleh Media, pihak pelaksana pekerjaan dapat mengerjakan ulang, dan jika tidak kami warga masyarakat siap melaporkan.

“Salah satu jalan bagi kami masyarakat ini melalui Pemberitaan di media saja, biar bisa membongkar semua pekerjaan jalan yang menuju kampung kami ini, apa lagi kami warga masyarakat yang pengguna jalan ini, jika tidak, kama kami akan melaporkan di Kejari Manggarai Barat”, imbuhnya

Tim redaksi melakukan konfirmasi melalui pesan WhatsAp kepada pelaksana, pada Rabu (18/3/2026) malam.

“Malam blom selesai masih perpanjang waktu pekerjaan sisa bahu jalan. Baru cair 80 persen kemarin,” Jawabnya dengan singkat.

Baca Juga:  Jalur Bambor-Werang dan Langgo-Werang Lumpuh Total Akibat Longsor

Penulis : Tim Infokini

Editor : Tim Infokini

Berita Terkait

Jembatan Gantung Air Terjun Cunca Wulang Roboh, Dua Wisatawan Meninggal Dunia, Wabub Sampaikan Duka Cita
Wujud Sinergitas, Pemdes dan Babinsa Perbaiki Jalan Provinsi Yang Rusak Bersama Masyarakat
Akses Jalan Provinsi Rusak, Babinsa Gandeng Warga Desa Golo Ketak Perbaiki Jalan di Tanjakan Wate
Warga Desa di Kecamatan Mbeliling Swadaya Untuk Perbaiki Jalan Rusak, Peran Pemerintah Dipertanyakan
Polri Hadir Untuk Masyarakat, Warga Desa Cunca Wulang Dan Cunca Lolos Secara Bersama Membersihkan Bahu Jalan Menuju Wersawe
Kualitas Pekerjaan Jalan Werang – Paku Diduga Asal Jadi, Masyarakat Siap Melaporkan Di Kejaksaan Mabar
Rofinus Rahmat, Anggota DPRD Mabar tinjau lansung perbaikan jalan Longsor di jalur Bambor-Werang
Jalur Bambor-Werang dan Langgo-Werang Lumpuh Total Akibat Longsor

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 18:43 WITA

Jembatan Gantung Air Terjun Cunca Wulang Roboh, Dua Wisatawan Meninggal Dunia, Wabub Sampaikan Duka Cita

Selasa, 5 Mei 2026 - 22:14 WITA

Wujud Sinergitas, Pemdes dan Babinsa Perbaiki Jalan Provinsi Yang Rusak Bersama Masyarakat

Selasa, 5 Mei 2026 - 12:37 WITA

Akses Jalan Provinsi Rusak, Babinsa Gandeng Warga Desa Golo Ketak Perbaiki Jalan di Tanjakan Wate

Rabu, 25 Maret 2026 - 21:08 WITA

Warga Desa di Kecamatan Mbeliling Swadaya Untuk Perbaiki Jalan Rusak, Peran Pemerintah Dipertanyakan

Sabtu, 21 Maret 2026 - 18:24 WITA

Uang Rakyat Miliaran Mubazir, Pekerjaan Jalan Werang – Paku Dikerjakan Asal Jadi Warga Desak APH Turun Tangan

Berita Terbaru