MANGGARAI BARAT — Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Desa Tondong Belang, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, salah satu Calon Kepala Desa, Fransiskus Saverius Vedi, menyampaikan pesan mendalam kepada seluruh elemen masyarakat. Ia mengajak warga untuk bersama-sama mewujudkan Pilkades yang damai, bermartabat, menolak politik uang, serta mengutamakan persatuan di atas kepentingan politik. Sabtu (11/6/26).
Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) bukan sekadar ajang rutin tahuna untuk memilih pemimpin baru di tingkat desa. Lebih dari itu, perhelatan politik lokal ini merupakan cerminan nyata dari tingkat kedewasaan demokrasi di tengah masyarakat akar rumput. Pilkades sejatinya adalah kesempatan emas bagi warga untuk menentukan arah pembangunan desa secara mandiri melalui pilihan yang bebas, jujur, adil, dan bertanggung jawab.
Menjelang pelaksanaan Pilkades serentak, berbagai pihak gencar menyuarakan pentingnya menjaga kondusivitas wilayah. Seruan bertajuk “Mari Berdemokrasi: Pilkades yang Damai, Bermartabat, dan Berbudaya” kini digaungkan sebagai komitmen bersama demi mencegah polarisasi di tingkat desa.
Perbedaan pilihan politik merupakan hal yang sepenuhnya wajar dan niscaya dalam ruang demokrasi. Kendati demikian, gesekan horizontal kerap mengintai akibat fanatisme yang berlebihan.
“Perbedaan tidak boleh menjadi alasan untuk memecah belah tali persaudaraan yang telah lama dirajut oleh masyarakat desa. Masyarakat harus sadar bahwa siapa pun tokoh yang terpilih nantinya akan memikul tanggung jawab besar sebagai pemimpin bagi seluruh warga desa, bukan sekadar bagi kelompok pendukungnya saja. Oleh sebab itu, kepentingan persatuan dan kesatuan lingkungan harus selalu ditempatkan jauh di atas kepentingan politik praktis sesaat” Harapnya.
Guna mewujudkan pesta demokrasi yang damai, seluruh elemen warga Masyarakat diajak untuk secara tegas menolak segala bentuk intimidasi, ancaman, maupun tekanan dari pihak mana pun. Setiap individu memiliki hak mutlak untuk menentukan pilihannya sendiri sesuai dengan bisikan hati nurani, tanpa diselimuti rasa takut atau paksaan dari pihak eksternal,” Pungkas Frans Vedi.
Masyarakat diimbau menjadikan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) sebagai momentum memperkuat persaudaraan, bukan memicu perpecahan.
Penulis : Tim Infokini
Editor : Tim Infokini






