Pilkades Damai, Fransiskus Saverius Vedi: Perbedaan Pilihan Jangan Memecah Persaudaraan

- Redaksi

Sabtu, 11 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jelang Pilkades Desa Tondong Belang, Fransiskus Saverius Vedi Ajak Warga Jaga Kedamaian.

Jelang Pilkades Desa Tondong Belang, Fransiskus Saverius Vedi Ajak Warga Jaga Kedamaian.

MANGGARAI BARAT — Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Desa Tondong Belang, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, salah satu Calon Kepala Desa, Fransiskus Saverius Vedi, menyampaikan pesan mendalam kepada seluruh elemen masyarakat. Ia mengajak warga untuk bersama-sama mewujudkan Pilkades yang damai, bermartabat, menolak politik uang, serta mengutamakan persatuan di atas kepentingan politik. Sabtu (11/6/26).

Menurut Fransiskus Saverius Vedi, Pilkades bukan sekadar ajang perebutan kursi kekuasaan, melainkan sebuah ujian kedewasaan berdemokrasi bagi masyarakat desa. Momentum ini harus menjadi kesempatan emas bagi warga Tondong Belang untuk menentukan arah pembangunan melalui pilihan yang bebas, jujur, adil, dan bertanggung jawab. Momentum Pilkades tahun ini untuk menguji kedewasaan demokrasi masyarakat serta menempatkan persatuan di atas kepentingan politik sesaat demi melahirkan pemimpin desa yang berintegritas,” Tulis Frans Vedi pada laman Facebook, kamis (09/7/26).

Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) bukan sekadar ajang rutin tahuna untuk memilih pemimpin baru di tingkat desa. Lebih dari itu, perhelatan politik lokal ini merupakan cerminan nyata dari tingkat kedewasaan demokrasi di tengah masyarakat akar rumput. Pilkades sejatinya adalah kesempatan emas bagi warga untuk menentukan arah pembangunan desa secara mandiri melalui pilihan yang bebas, jujur, adil, dan bertanggung jawab.

Menjelang pelaksanaan Pilkades serentak, berbagai pihak gencar menyuarakan pentingnya menjaga kondusivitas wilayah. Seruan bertajuk “Mari Berdemokrasi: Pilkades yang Damai, Bermartabat, dan Berbudaya” kini digaungkan sebagai komitmen bersama demi mencegah polarisasi di tingkat desa.

Perbedaan pilihan politik merupakan hal yang sepenuhnya wajar dan niscaya dalam ruang demokrasi. Kendati demikian, gesekan horizontal kerap mengintai akibat fanatisme yang berlebihan.

“Perbedaan tidak boleh menjadi alasan untuk memecah belah tali persaudaraan yang telah lama dirajut oleh masyarakat desa. Masyarakat harus sadar bahwa siapa pun tokoh yang terpilih nantinya akan memikul tanggung jawab besar sebagai pemimpin bagi seluruh warga desa, bukan sekadar bagi kelompok pendukungnya saja. Oleh sebab itu, kepentingan persatuan dan kesatuan lingkungan harus selalu ditempatkan jauh di atas kepentingan politik praktis sesaat” Harapnya.

Baca Juga:  Bupati Mabar Melantik 15 Pejabat Baru, Fatincy Reynilda, S.P, Menjabat Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan UKM

Guna mewujudkan pesta demokrasi yang damai, seluruh elemen warga Masyarakat diajak untuk secara tegas menolak segala bentuk intimidasi, ancaman, maupun tekanan dari pihak mana pun. Setiap individu memiliki hak mutlak untuk menentukan pilihannya sendiri sesuai dengan bisikan hati nurani, tanpa diselimuti rasa takut atau paksaan dari pihak eksternal,” Pungkas Frans Vedi.

Masyarakat diimbau menjadikan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) sebagai momentum memperkuat persaudaraan, bukan memicu perpecahan.

Penulis : Tim Infokini

Editor : Tim Infokini

Berita Terkait

Tangan yang Terbatas, Kasih yang Meluas: Pria Disabilitas Berbagi di Tengah Keterbatasan Gempa Flores
Anggur Etaria Sambangi dan Berbagi Kasih di Manggarai Timur
Menyeka Air Mata Pascabencana: Sentuhan Kasih Perempuan Peduli DWP Mabar Bawa Harapan di Desa Nggorang
Pasok Air Bersih ke Desa Warloka Respons Cepat Krisis Air, Polres Mabar Salurkan 20.000 Liter Air Bersih di Komodo
Ironis! Oknum ASN Mabar Kuasai Aset Pemda, Diduga Bawa Personel TNI Saat Paksa Lapak Pedagang di Kosongkan
Ditetapkan Jadi Tersangka Pencurian di Labuan Bajo, Kondisi Luka Remaja 17 Tahun Kini Dipertanyakan Keluarga
Final Soekarno Cup 2026: PDIP Serahkan Bantuan Gotong Royong Rp 545 Juta untuk Korban Gempa NTT
Puluhan Rumah Hancur, Dinding Jebol, Tangis Warga Desa Robo Menanti Bantuan di Tengah Puing Rumah

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 12:32 WITA

Tangan yang Terbatas, Kasih yang Meluas: Pria Disabilitas Berbagi di Tengah Keterbatasan Gempa Flores

Minggu, 30 Agustus 2026 - 23:38 WITA

Anggur Etaria Sambangi dan Berbagi Kasih di Manggarai Timur

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:23 WITA

Menyeka Air Mata Pascabencana: Sentuhan Kasih Perempuan Peduli DWP Mabar Bawa Harapan di Desa Nggorang

Selasa, 25 Agustus 2026 - 18:01 WITA

Pasok Air Bersih ke Desa Warloka Respons Cepat Krisis Air, Polres Mabar Salurkan 20.000 Liter Air Bersih di Komodo

Selasa, 25 Agustus 2026 - 14:11 WITA

Ironis! Oknum ASN Mabar Kuasai Aset Pemda, Diduga Bawa Personel TNI Saat Paksa Lapak Pedagang di Kosongkan

Berita Terbaru