LABUAN BAJO – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Kupang resmi menutup masa pengabdian mereka di Desa Tiwu Nampar, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat. Acara perpisahan dan penutupan masa KKN tersebut berlangsung khidmat di halaman rumah Bapak Kepala Desa Tiwu Nampar pada Sabtu (5/9/2026) malam.
Selama kurang lebih satu bulan menjalankan program pengabdian, kehadiran para mahasiswa dinilai memberikan kontribusi positif bagi masyarakat setempat. Pemerintah Desa Tiwu Nampar yang dipimpin oleh Muhamad Sutar secara langsung menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas dedikasi dan kerja nyata yang telah ditunjukkan oleh seluruh mahasiswa KKN.
Dalam sambutannya, Ketua KKN Desa Tiwu Nampar, Ludovitus Julmin, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh elemen masyarakat yang telah menerima dan mendukung mereka selama masa KKN.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak desa, tokoh adat, dan masyarakat Desa Tiwu Nampar atas dukungan dan kerja sama yang luar biasa selama kami menjalankan program KKN di sini. Kami berharap seluruh program kerja yang telah kami laksanakan dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat, khususnya bagi kemajuan pendidikan anak-anak di Desa Tiwu Nampar,” ujar Ludovitus, mahasiswa Fakultas Hukum tersebut, Sabtu (5/9) malam.
Selama masa bakti satu bulan, para mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kupang merancang program kerja berdasarkan hasil observasi terhadap kebutuhan nyata masyarakat setempat. Sektor pendidikan menjadi salah satu fokus utama pergerakan mereka.
Selanjutnya Ludovitus Julmin menyampaikan, selama masa KKN, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kupang telah melaksanakan sejumlah program kerja, di antaranya, Sosialisasi Stop Bullying di SDK Kenari, guna menumbuhkan kesadaran siswa akan bahaya perundungan di lingkungan sekolah, Sosialisasi pentingnya pendidikan di SDN Jati Makmur, untuk memotivasi siswa agar terus melanjutkan pendidikan,” jelasnya.
Tidak hanya di Dunia Pendidikan, Mahasiswa KKN juga mensosialisasi peran orang tua dalam mendukung pendidikan anak ke perguruan tinggi, sekaligus edukasi tata cara pendaftaran beasiswa, yang dilaksanakan di setiap dusun Desa Tiwu Nampar,” jelasnya.
Ludovitus menambahkan bahwa seluruh rangkaian program ini diharapkan dapat meninggalkan dampak positif jangka panjang, terutama dalam mencetak generasi muda Desa Tiwu Nampar yang lebih berpendidikan dan berkarakter,” tutup Ludovitus.
Acara perpisahan ini ditutup dengan ramah tamah yang turut dihadiri oleh jajaran perangkat desa, Babinsa, tokoh adat, serta warga masyarakat Desa Tiwu Nampar yang melepas kepulangan para mahasiswa dengan penuh rasa haru dan apresiasi.
Penulis : Tim Infokini
Editor : Tim Infokini






