Ironis! Oknum ASN Mabar Kuasai Aset Pemda, Diduga Bawa Personel TNI Saat Paksa Lapak Pedagang di Kosongkan

- Redaksi

Selasa, 25 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seorang ASN di Mabar yang datangi Lapak pedagang untuk dikosongkan.

Seorang ASN di Mabar yang datangi Lapak pedagang untuk dikosongkan.

MANGGARAI BARAT, INFO-KINI.COM – Aksi sewenang-wenang diduga dilakukan oleh seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Solus, Oknum ASN yang mengklaim menguasai lapak di atas tanah milik Pemerintah Daerah (Pemda) tersebut dilaporkan memaksa seorang pedagang penyewa untuk segera pindah tempat.

Peristiwa ketegangan ini terjadi di depan Wardun Pertamina Pasar Baru, Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, pada Selasa (25/8/2026) siang sekitar pukul 12.00 WITA.

Menurut informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, oknum ASN tersebut mendatangi lapak jualan milik Wilibrodus. Sesampainya di lokasi, ia langsung mengintimidasi dan menyuruh istri Wilibrodus untuk segera mengosongkan serta memindahkan tempat jualan mereka.

“Kapan kamu pindah dari tempat ini?” ujar oknum ASN tersebut dengan nada memaksa di hadapan istri Wilibrodus.

Mendapat tekanan tersebut, istri Wilibrodus tidak tinggal diam. Ia dengan tegas menolak pengosongan sepihak itu dan menyatakan hanya akan pindah jika ada instruksi resmi dari otoritas tertinggi daerah, mengingat status lahan yang merupakan aset publik.

“Kami pindah dari sini tunggu Pak Bupati mengusir kami yang mendirikan lapak di sini. Karena kami tahu ini tanah aset Pemda Manggarai Barat,” tegas istri Wilibrodus menjawab desakan oknum ASN tersebut pada Selasa (25/8/2026) siang.

Mendengar jawaban menohok dan prinsipil dari istri pedagang, oknum ASN tersebut dilaporkan bungkam. Ia tidak memberikan respons lanjutan dan langsung bergeser untuk menduduki lapak lain yang berada tepat di sebelah lapak Wilibrodus.

Ironisnya, kedatangan oknum ASN ke lokasi kejadian untuk melakukan pengusiran paksa tersebut tidak dilakukan seorang diri. Detail baru terungkap bahwa aksi pengusiran pedagang di depan Wardun Pertamina Pasar Baru ini turut didampingi oleh dua anggota TNI yang hadir dengan atribut berbeda.

Baca Juga:  Pengalaman Puluhan Tahun di Pemerintah Desa, Al Sale Mat Siap Maju Pilkades Wae Jare 2026

Menurut penuturan istri Wilibrodus, salah satu anggota TNI tampak mengenakan Pakaian Dinas Lapangan (PDL) loreng lengkap. Sementara itu, satu anggota TNI lainnya mendampingi dengan hanya mengenakan pakaian preman atau baju sipil biasa.

Saat di tanya yang diduga Anggota TNI berpakaian preman tersebut sempat menjawab mengenai keberadaannya di sana.

“Pak dari mana?” tanya istri Wilibrodus.

“Saya baru pulang dari Manggarai Timur hantar paket sembako,” jawab oknum berpakaian preman tersebut.

Kehadiran dua personel militer dengan seragam berbeda ini semakin menarik perhatian warga di sekitar Pasar Baru.

Saat dikonfirmasi mengenai keterlibatan serta kapasitas kedua anggotanya dalam mendampingi oknum ASN tersebut, pihak Kodim 1630 Manggarai Barat memberikan klarifikasi. Pihaknya menyatakan bahwa kehadiran anggota TNI di lokasi tersebut murni merupakan kebetulan.
“Kebetulan kami sama-sama dari Ruteng dengan Pak Solus, berhentilah di lapak itu. Jadi anggota TNI tersebut tidak tahu apa-apa. Tidak ada aksi intimidasi atau apa pun,” ungkap perwakilan Kodim 1630 Manggarai Barat saat dikonfirmasi.

Sebelumnya, media ini juga telah menyoroti polemik penguasaan lahan tersebut dalam pemberitaan berjudul “Oknum PNS di Labuan Bajo Diduga Kuat Kuasai Lahan Negara Kepada Penyewa Secara Sepihak” yang terbit pada 17 Agustus 2026 lalu.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Pemda Manggarai Barat maupun instansi terkait mengenai tindakan oknum ASN serta kehadiran oknum aparat tersebut di lokasi kejadian.

Penulis : Tim Infokini

Editor : Tim Infokini

Berita Terkait

Kuasa Hukum MS Angkat Bicara Luruskan Kronologi Pertemuan di Gorontalo
Syukur Atas Berkat Setahun, Masyarakat Gendang Sangka Gelar Ritual Adat Penti
Kecelakaan Kapal Wisata Berulang di Labuan Bajo, Sergius Try Deddy Soroti Koordinasi KSOP dan Dishub
Dugaan Selingkuh Oknum Kades dan Bu Bidan Puskesmas: Homestay Jadi Saksi Akhir Cinta Terlarang dan Berakhir di Tangan Polisi
Bahas RAPBD 2027, Ali Sehidun: Program Pemerintahan Harus Efektif dan Dirasakan Rakyat
Dugaan Skandal Perselingkuhan Oknum Kades di Labuan Bajo Terbongkar, Kabur Saat Digerebek Suami Sah
Kades Batu Cermin Desak Pemerintah Pusat Segera Tetapkan Batas Tanah Bandara Komodo
Operasi KM Feronia: Tim SAR Gabungan Perluas Jaringan Pencarian hingga Dasar Laut Tatawa Besar

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 00:40 WITA

Kuasa Hukum MS Angkat Bicara Luruskan Kronologi Pertemuan di Gorontalo

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:58 WITA

Syukur Atas Berkat Setahun, Masyarakat Gendang Sangka Gelar Ritual Adat Penti

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:53 WITA

Kecelakaan Kapal Wisata Berulang di Labuan Bajo, Sergius Try Deddy Soroti Koordinasi KSOP dan Dishub

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:35 WITA

Dugaan Selingkuh Oknum Kades dan Bu Bidan Puskesmas: Homestay Jadi Saksi Akhir Cinta Terlarang dan Berakhir di Tangan Polisi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:14 WITA

Bahas RAPBD 2027, Ali Sehidun: Program Pemerintahan Harus Efektif dan Dirasakan Rakyat

Berita Terbaru