Ulah Oknum Injak Mi Bantuan Bikin Geram Warga Desa Golo Lijun Manggarai Timur: Jangan Kami yang Kena Imbas!

- Redaksi

Selasa, 8 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Terkait vidio Viral injak Sembako, warga masyarakat Desa Golo Lijun buka suara.

Terkait vidio Viral injak Sembako, warga masyarakat Desa Golo Lijun buka suara.

MANGGARAI TIMUR – Sebuah video yang memperlihatkan aksi tidak terpuji dari seorang  tidak bertanggung jawab beredar luas di media sosial pada Senin, 8 September 2026. Dalam video tersebut, tampak oknum tersebut sengaja menginjak-injak paket bantuan sembako yang seharusnya disalurkan untuk warga Dusun Nangalok, Desa Golo Lijun, Kecamatan Elar, Kabupaten Manggarai Timur.

Aksi tersebut langsung menuai sorotan tajam dan kecaman dari warganet. Namun, sempat terjadi salah paham di dunia maya, di mana beberapa warganet mengira bahwa masyarakat Desa Golo Lijun sendirilah yang menolak dan menginjak paket bantuan tersebut.

Faktanya, tuduhan tersebut dibantah keras oleh warga setempat. Menurut keterangan beberapa warga yang menyaksikan langsung kejadian di lokasi, masyarakat justru sangat mengharapkan dan membutuhkan bantuan sembako tersebut.

Salah seorang warga yang merupakan putra daerah setempat memberikan klarifikasi dan menerjemahkan percakapan dalam video yang menggunakan bahasa daerah. Saat oknum tersebut menginjak paket sembako, terdengar suara ibu-ibu yang melayangkan protes keras menggunakan bahasa lokal.

“Oke logho ning. Emo ghami ata butuh. Omo ite toe butuh, ting ghami. Ghami toe manga ute,” ujar seorang ibu dalam video tersebut. Minggu (7/9/2026) siang.

Jika diterjemahkan, kalimat tersebut berarti: “Jangan begitu. Kami butuh bantuan ini. Kalau Anda tidak butuh, berikan untuk kami saja. Kami tidak punya lauk untuk makan (mau buat sayur).”

Warga tersebut menjelaskan bahwa dari rekaman tersebut, jelas terlihat bahwa masyarakat sangat menghargai bantuan, meskipun hanya berupa beberapa bungkus mi instan.

“Masyarakat sangat butuh mi itu. Biarkanlah bantuan itu bagi mereka yang benar-benar membutuhkan. Kalau rasa diri sudah kaya, berikan saja ke keluarga kami yang miskin. Sangat disayangkan. Jadi bisa disimpulkan, yang tidak butuh bantuan itu adalah oknum yang merekam dan menginjak paket tersebut, bukan masyarakat Golo Lijun. Sangat disayangkan desa kelahiran saya bisa tercoreng seperti ini,” ungkapnya dengan nada kecewa. Senin (8/9/2026).

Baca Juga:  Bupati Mabar ucapkan terima kasih atas kehadiran Indomaret di Labuan Bajo yang memberikan Bantuan di Puskesmas Batu Cermin

Ia juga menegaskan agar publik tidak salah menilai situasi hanya dari potongan video tanpa memahami konteks bahasa yang digunakan.

“Orang-orang hanya menilai dari visual video itu saja, tetapi mereka tidak tahu arti dari bahasa daerah yang diucapkan ibu-ibu yang melawan aksi tersebut. Artinya jelas, jangan sembarang (menginjak). Kami butuh bantuan itu. Kalau kau tidak butuh, kasih ke kami,” pungkasnya.

Belakangan diketahui bahwa paket mi instan yang diinjak-injak tersebut merupakan bagian dari bantuan logistik untuk korban bencana gempa bumi Flores. Hal ini memicu kekesalan mendalam dari masyarakat yang merasa dirugikan akibat ulah provokatif oknum tersebut.

Salah seorang perwakilan warga meluapkan kekesalannya karena hingga saat ini belum ada iktikad baik atau klarifikasi dari pelaku penyerangan simbolis bantuan tersebut.

“Sampai saat ini belum ada klarifikasi terkait video yang memperlihatkan aksi menginjak-injak mi bantuan bencana gempa bumi Flores. Jangan karena perbuatan oknum tersebut, masyarakat banyak di Manggarai Timur yang akhirnya ikut kena imbas,” ujar salah satu warga dengan nada kesal.

Ia juga menambahkan bahwa tindakan ceroboh tersebut tidak hanya merugikan sang oknum secara pribadi, tetapi juga merusak nama baik daerah serta memicu persepsi buruk dari publik luar.

“Perbuatan tersebut bukan hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga bisa menimbulkan persepsi buruk terhadap masyarakat yang sedang terdampak bencana dan membutuhkan bantuan. Kalau memang ada alasan atau persoalan terkait bantuan tersebut, sebaiknya disampaikan secara terbuka dan dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Upaya konfirmasi telah dilakukan oleh awak media untuk mendapatkan kejelasan dan tindak lanjut dari pihak pemerintah setempat terkait insiden ini. Namun, saat awak media mencoba mengonfirmasi masalah tersebut via WhatsApp kepada Kepala Desa Golo Lijun, nomor handphone yang bersangkutan terpantau tidak aktif.

Baca Juga:  Aksi Sigap Serda Candra bersama tokoh muda di Kecamatan Boleng, panggul motor warga akibat Banjir

Hingga berita ini diturunkan, video tersebut terus memicu perbincangan hangat, dan masyarakat berharap ada tindakan tegas terhadap oknum yang telah merusak serta merendahkan bantuan sosial bagi warga yang membutuhkan.

Penulis : Tim Infokini

Editor : Tim Infokini

Berita Terkait

Kuasa Hukum MS Angkat Bicara Luruskan Kronologi Pertemuan di Gorontalo
Syukur Atas Berkat Setahun, Masyarakat Gendang Sangka Gelar Ritual Adat Penti
Kecelakaan Kapal Wisata Berulang di Labuan Bajo, Sergius Try Deddy Soroti Koordinasi KSOP dan Dishub
Dugaan Selingkuh Oknum Kades dan Bu Bidan Puskesmas: Homestay Jadi Saksi Akhir Cinta Terlarang dan Berakhir di Tangan Polisi
Bahas RAPBD 2027, Ali Sehidun: Program Pemerintahan Harus Efektif dan Dirasakan Rakyat
Dugaan Skandal Perselingkuhan Oknum Kades di Labuan Bajo Terbongkar, Kabur Saat Digerebek Suami Sah
Kades Batu Cermin Desak Pemerintah Pusat Segera Tetapkan Batas Tanah Bandara Komodo
Operasi KM Feronia: Tim SAR Gabungan Perluas Jaringan Pencarian hingga Dasar Laut Tatawa Besar

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 00:40 WITA

Kuasa Hukum MS Angkat Bicara Luruskan Kronologi Pertemuan di Gorontalo

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:58 WITA

Syukur Atas Berkat Setahun, Masyarakat Gendang Sangka Gelar Ritual Adat Penti

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:53 WITA

Kecelakaan Kapal Wisata Berulang di Labuan Bajo, Sergius Try Deddy Soroti Koordinasi KSOP dan Dishub

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:35 WITA

Dugaan Selingkuh Oknum Kades dan Bu Bidan Puskesmas: Homestay Jadi Saksi Akhir Cinta Terlarang dan Berakhir di Tangan Polisi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:14 WITA

Bahas RAPBD 2027, Ali Sehidun: Program Pemerintahan Harus Efektif dan Dirasakan Rakyat

Berita Terbaru