Gempa M 7,7 Flores: Pasien RSUD Komodo Manggarai Barat Dievakuasi Keluar Gedung

- Redaksi

Sabtu, 15 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasien di RSUD Komodo terpaksa dihantar keluar Ruangan Pasca terjadinya Gempa.

Pasien di RSUD Komodo terpaksa dihantar keluar Ruangan Pasca terjadinya Gempa.

LABUAN BAJO – Guncangan kuat akibat gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 7,7 di Flores Mbai, Nagekeo memicu kepanikan luar biasa di lingkungan RSUD Komodo, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, pada. Sabtu (15/8/2026) pagi.

Sebuah cuplikan video amatir yang merekam aksi heroik tim medis mengevakuasi pasien di RSUD Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, beredar luas dan viral di berbagai platform media sosial pada Sabtu (15/8/2026) pagi. Video tersebut merekam detik-detik menegangkan pascagempa tektonik kuat Magnitudo 7,7 yang mengguncang daratan Flores.

Dalam cuplikan video yang beredar luas tersebut, terlihat suasana kepanikan yang terkendali di koridor rumah sakit. Para dokter, perawat, dan staf kesehatan dengan sigap menghantarkan pasien keluar dari ruangan perawatan. Beberapa petugas tampak mendorong ranjang pasien dengan cepat, sementara yang lain memegangi botol dan tiang infus di sepanjang lorong menuju pintu keluar gedung.

Sebagai langkah penyelamatan darurat, tim medis dan petugas kesehatan bergerak cepat mengevakuasi seluruh pasien keluar dari ruang rawat inap Rumah Sakit.

Proses evakuasi berlangsung dramatis sesaat setelah gempa utama mengguncang pada pukul 05.58 WITA. Para perawat, dokter, dan staf rumah sakit dengan sigap menggotong tempat tidur pasien, membawa tiang infus, serta memandu pasien yang masih lemas menuju ke halaman terbuka di luar area gedung rumah sakit.

Dampak guncangan hebat gempa bumi  yang melanda daratan Flores turut memicu situasi darurat di RSUD Komodo. Demi menjaga keselamatan jiwa, tim medis bersama staf kesehatan bergerak cepat mengevakuasi seluruh pasien keluar dari dalam ruang perawatan menuju area terbuka di halaman rumah sakit.

Proses evakuasi darurat ini dimulai sesaat setelah guncangan kuat dirasakan pada pukul 05.58 WITA. Para perawat dan dokter dengan sigap menggotong tempat tidur, membawa tiang infus, serta mendampingi pasien yang masih dalam kondisi lemah untuk segera mengosongkan gedung.

Baca Juga:  Infrastruktur Pariwisata Renggut Nyawa Turis Asing, Anggota DPRD Mabar: Ini Menjadi Citra Buruk Bagi Pariwisata Kita

Kondisi gempa ini, memicu kekhawatiran terjadinya kerusakan pada struktur bangunan bertingkat. Oleh karena itu, pihak manajemen RSUD Komodo memutuskan untuk mengosongkan seluruh ruangan hingga situasi dipastikan benar-benar aman oleh otoritas terkait.

Untuk sementara waktu, halaman depan dan area parkir RSUD Komodo dialihfungsikan menjadi zona perawatan darurat. Tim medis tetap bersiaga penuh di bawah tenda terbuka guna memastikan seluruh pasien termasuk pasien darurat dan anak-anak tetap mendapatkan penanganan medis serta suplai obat-obatan tanpa terputus. Tim medis terus melakukan pemeriksaan kondisi berkala terhadap para pasien di bawah tenda darurat guna memastikan pelayanan kesehatan tidak terputus di tengah situasi darurat ini.

Berdasarkan laporan awal di lapangan, seluruh pasien, termasuk pasien rawat intensif dan ibu melahirkan, berhasil dievakuasi dalam kondisi aman tanpa ada korban luka tambahan akibat kepanikan. Pihak berwenang dan tim teknis bangunan rumah sakit saat ini sedang melakukan inspeksi menyeluruh ke dalam gedung untuk memastikan apakah ada kerusakan struktural yang membahayakan sebelum pasien diizinkan kembali masuk ke dalam ruangan.

Masyarakat Labuan Bajo, khususnya keluarga pasien, diminta untuk tetap tenang dan mengikuti arahan resmi dari pihak rumah sakit serta memantau perkembangan situasi gempa susulan melalui BMKG.

Penulis : Tim Infokini

Editor : Tim Infokini

Berita Terkait

Hajar Lembor FC Dua Gol Tanpa Balas, Ora Putra FC Bangkit di PSSI Cup II Mabar
Keseruan HUT RI ke-81 di Polsek Komodo: Dari Lomba Makan Kompiang hingga Panjat Pinang
Ketua Kwarcab Manggarai Barat Buka Perkemahan Hari Pramuka ke-65 di Sano Nggoang
Warga Kampung Ujung Soroti Jetty Yang Lapuk: Seperti Hidup di Negara Tanpa Pemerintah!
Kasus Penjualan Sepihak Lahan di Golo Mori Memanas
Pimpin Desa Mata Wae, Abdul Rahman Resmi Dilantik Wakil Bupati Manggarai Barat
Lantik Pengurus DPC Mabar, Ahmad Yohan: PAN Harus Jadi Rumah yang Aman dan Nyaman untuk Semua
Petrus Musa Resmi Dilantik Jadi Ketua DPC PAN Komodo Bersama 11 Kecamatan Lain

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 07:59 WITA

Gempa M 7,7 Flores: Pasien RSUD Komodo Manggarai Barat Dievakuasi Keluar Gedung

Jumat, 14 Agustus 2026 - 21:15 WITA

Hajar Lembor FC Dua Gol Tanpa Balas, Ora Putra FC Bangkit di PSSI Cup II Mabar

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:04 WITA

Keseruan HUT RI ke-81 di Polsek Komodo: Dari Lomba Makan Kompiang hingga Panjat Pinang

Jumat, 14 Agustus 2026 - 00:48 WITA

Ketua Kwarcab Manggarai Barat Buka Perkemahan Hari Pramuka ke-65 di Sano Nggoang

Kamis, 13 Agustus 2026 - 19:31 WITA

Warga Kampung Ujung Soroti Jetty Yang Lapuk: Seperti Hidup di Negara Tanpa Pemerintah!

Berita Terbaru