LABUAN BAJO — Akibat curah hujan deras yang mengguyur disejumlah wilayah Kabupaten Manggarai Barat, membuat sejumlah titik aliran air sungai mulai kebanjiran, dan salah satunya di jalan Trans Profinsi Nggorang – Golo Welu. Aliran air sungai Wae Galang di desa Golo Ketak kecamatan Boleng, Manggarai Barat, NTT, sudah kebanjiran membuat sejumlah pengendara roda dua terpaksa di panggul oleh sejumlah warga dan Babinsa pada, Kamis, 15/01/2026 pagi
Dengan intensitas Curah Hujan yang sangat tinggi Menyebabkan sungai Wae Galang meluap dan menghambat mobilitas masyarakat khususnya yang membawa kendaraan Roda dua dan empat. Babinsa adalah garda Terdepan TNI – AD yang selalu siap sedia untuk membantu kesulitan masyarakat.
Fenomena Babinsa Candra membantu warga mengangkat motor yang mogok atau tak bisa menyebrangi banjir saat kali meluap sering terjadi sebagai aksi kemanusiaan, ini menunjukkan sigapnya aparat membantu kesulitan warga. Seperti terjadi banjir di kali Wae Galang, desa Golo Ketak. Sejumlah kendaraan yang melintasi jalur itu terpaksa di angkat menggunakan tenaga manusi dan dibantu sejumlah warga dan anggota Babinsa Serda Candra Kirana Sam dari Koramil 1630/01 Komodo, yang bertugas di Desa Golo Ketak, sebagai desa binaannya.
Sungai Wae Galang ini adalah sungai bercabang dua yang membentang di belantara hutan Kecamatan Boleng, dan merupakan salah satu sungai yang sudah ditargetkan oleh pemerintah Profinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), namun karena adanya efisiensi anggaran dari pusat hingga tahun ini belum bisa dikerjakan. Melihat hal ini naluri Serda Candra sebagai Babinsa Desa Golo Ketak tanpa pikir panjang, dirinya membantu warga yang hendak menyeberang kali tersebut dengan memanggul motor bersama sama dengan anak mudah disana untuk dapat menyeberangi arus Sungai Wae Galang tersebut.
Serda Candra saat dikonfirmasi melalui pesan via WhatsApp, Babinsa Serda Candra membenarkan, jika melintasi di jalan itu terpaksa kendaraan roda dua (Motor) terpaksa digotong pakai tenaga.
“Iya benar, pagi ini terjadi banjir di beberapa titik di wilayah Kecamatan Boleng, dan salah satunya di kali Wae Galang desa Golo Ketak. Dimana jalan ini sebagai penghubung antara Kecamatan Boleng dan Kecamatan Pacar sampe Golo Welu. Kami sebagai aparat kewilayahan bisanya hanya berupaya membantu masyarakat yang melintasi jalur ini yang mengalami kesusahan saat ingin menyebrangi derasnya aliran sungai ini. Genangan air pagi ini lebih tinggi daripada banjir kemarin, karena curah hujan semalam cukup tinggi disini,” ucap Serda Candra melalui pesan via WhatsApp pada, Kamis 15/01/2026 pagi
Saya dari terang tadi pagi, karena ada informasi di Grup WhatsApp Desa yang menginformasi kalau disini banyak kendaraan bermotor yang tidak bisa melewati kali Wae Galang ini akibat banjir semalam.
“Pagi tadi saya dari Terang, dan sampai disini terlihat banyak motor di sepanjang jalan yang parkir karena tidak bisa menerjang banjir, dan saya bersama sekelompok anak mudah berusaha untuk bantu mengangkat kendaraan roda dua mereka, katanya mereka takut untuk paksa menyebrangi derasnya aliran sungai, takut motornya mogok,” imbuhnya.
Serda Candra juga menjelaskan, genangan air mulai tampak pada pantauan pagi tadi, untuk saat ini wilayah Desa Golo Ketak dengan genangan air tertinggi.

Usai membantu warga memanggul motor untuk menyeberang Serda Candra mengimbau kepada warga untuk selalu mengutamakan keselamatan diri dan selalu berhati hati saat melintasi aliran sungai apabila curah hujan tinggi kerena semakin banyak luapan air maka semakin deras arus sungai.
“Kami juga melakukan seruan himbaun kepada masyarakat atau pengguna jalan agar berhati-hati dan tidak memaksakan diri melewati jalan yang terdampak banjir serta tetap mengutamakan keselamatan dan untuk warga serta anak-anak agar tidak bermain dipinggir aliran kali yang terdampak banjir. Setidaknya jangan melakukannya sendirian dan menunggu warga yang lain untuk bersama sama dalam perjalanan sehingga dapat meminimalisir segala kemungkinan yang tidak diinginkan bersama.
Musim penghujan seperti ini sangat beresiko untuk menyeberangi sungai seperti ini bila perjalanan sendiri, setidaknya tunggu beberapa saat untuk mendapatkan teman dalam perjalanan agar dapat saling membantu diperjalanan,” kata Serda Candra.
Hal ini tentu sesuai dengan fakta dilapangan, dimana keberadaan seorang Babinsa begitu dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, seperti yang telah dilakukan oleh Serda Candra Kirana Sam yang merupakan salah satu Babinsa Koramil 1630-01 Komodo yang membantu warga memanggul motor menyeberangi luapan banjir Sungai Wae Galang di wilayah Desa Golo Ketak, Kecamatan Boleng.
Penulis : Tim Infokini
Editor : Tim Infokini






