Ketika Dunia Pendidikan Menjadi Harapan Anak Bangsa, Aliansi Wartawan Manggarai Barat (AWAMB) Bagikan Buku Tulis Untuk Anak Sekolah Di Kecamatan Komodo

- Redaksi

Rabu, 11 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO – Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) ke 80, Aliansi Wartawan Manggarai Barat (AWAMB) tidak sekadar dirayakan dengan seremoni dan potong tumpeng.

(AWAM) memilih merayakannya dengan aksi nyata: turun langsung ke pelosok desa, membagikan buku dan alat tulis kepada siswa di dua sekolah dasar terpencil di Desa Tiwu Nampar, Kecamatan Komodo, MANGGARAI Barat, NTT pada Rabu (11/2/2026).

Dua sekolah yang menjadi sasaran yakni SDK Kenari dan SDN Jati Makmur yang berada di balik perbukitan dan akses jalan yang sulit, puluhan siswa menyambut kedatangan para wartawan dengan wajah ceria.

Kegiatan ini berlangsung pada Pukul 10:00 WITA, dimana titik pertama yang dilakukan berada di SDK. Kenari, Desa Tiwu Nampar.

Aliansi Wartawan Manggarai Barat membagikan Buku tulis, bolpoin, mistar, penghapus, dan sejumlah alat tulis lainnya yang diserahkan langsung kepada pihak sekolah untuk dibagikan kepada siswa.

Bantuan sederhana itu menjadi simbol kepedulian insan pers terhadap dunia pendidikan di wilayah yang masih jauh dari sentuhan pembangunan maksimal.

Jangan Sampai Tragedi Ngada Terulang di Mabar.

Ketua Aliansi Wartawan Manggarai Barat, Alfonsius Andi, mengatakan kegiatan ini bukan sekadar seremoni Hari Pers Nasional (HPN), tetapi juga bentuk refleksi sosial.

“Di Hari Pers Nasional (HPN) 9 Februari ini kami dari Aliansi Wartawan Manggarai Barat melaksanakan kegiatan pembagian buku tulis dan alat tulis kepada anak-anak di SDK Kenari dan SDN Jati Makmur. Harapan kami, bantuan ini bisa bermanfaat bagi anak-anak sekolah di sini,” ujarnya.

Ia juga menyinggung peristiwa tragis yang terjadi di Kabupaten Ngada, di mana seorang siswa diduga mengakhiri hidupnya karena faktor ekonomi dan keterbatasan alat tulis sekolah.

“Kami berharap situasi atau tragedi yang terjadi di Kabupaten Ngada tidak terjadi di Kabupaten Manggarai Barat, secara umum maupun khususnya di sekolah yang kami kunjungi hari ini. Jangan sampai ada anak yang kehilangan harapan hanya karena tidak punya alat tulis,” tegasnya.

Baca Juga:  Analisis Pertimbangan Hukum Menurut Muhamad Tony dalam Penyelesaian Sengketa Tanah Muara Nggoer

Menurut Alfonsius, pendidikan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah, tetapi juga masyarakat dan seluruh elemen, termasuk pers,” lanjutnya.

Apresiasi untuk TNI-Polri dan Donatur

Dalam kegiatan tersebut, AWAM juga menggandeng aparat Polsek Komodo. Kapolsek Komodo, Wakapolsek, dan sejumlah anggota turut hadir mendampingi penyerahan bantuan.

“Dari tempat ini kami menyampaikan terima kasih kepada Kapolsek Komodo, Wakapolsek, dan anggota Polsek Komodo yang bersama-sama menyerahkan bantuan di dua sekolah ini. Sinergitas ini tidak hanya sampai di sini, tetapi harus terus berjalan ke depan,” ujar Alfonsius.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para donatur dan semua pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut, termasuk rekan-rekan wartawan yang tetap solid meski sebagian berhalangan hadir.

“Saya bersyukur atas kekompakan teman-teman AWAM. Kekompakan ini bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk kegiatan-kegiatan sosial berikutnya demi meningkatkan mutu pendidikan di Manggarai Barat,” katanya.

SDK Kenari: Ini Pertama dan Sangat Luar Biasa

Kepala Sekolah SDK Kenari, Ambros Djelaman, yang diwakili oleh guru Marselus, menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian AWAM.

“Kami menyampaikan terima kasih banyak kepada Aliansi Wartawan Manggarai Barat yang telah membantu anak-anak kami di SDK Kenari. Ini merupakan hal pertama dan sangat luar biasa. Semoga pers Mabar selalu jaya,” ujarnya.

Bantuan tersebut, menurutnya, sangat berarti bagi siswa yang sebagian besar berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.

SDN Jati Makmur: Bantuan Kecil, Arti Besar

Hal senada disampaikan Plt Kepala SDN Jati Makmur, Abdul Karim. Ia mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan para wartawan.

“Kami merasa senang walaupun bantuannya tidak seberapa. Anak-anak sangat senang mendapat buku. Ini sangat membantu sekali. Kami mengucapkan terima kasih kepada wartawan Manggarai Barat yang sudah berbagi kasih kepada sekolah kami,” ujarnya.

Baca Juga:  Mahasiswa KKN UM Kupang Edukasi Warga Lambur Desa Tiwu Nampar Pentingnya Peran Orang Tua dalam Pendidikan Anak

Ia berharap perhatian terhadap sekolah-sekolah terpencil tidak berhenti pada momentum HPN saja.

“Harapan kami ke depan, mungkin bantuannya bisa lebih banyak lagi. Anak-anak di sini sangat membutuhkan buku dan sarana belajar lainnya,” katanya.

Akses Jalan Rusak dan Krisis Air Bersih

Namun di balik rasa syukur itu, Abdul Karim juga membuka fakta pahit tentang kondisi sekolahnya.

Menurutnya, persoalan paling berat bukan hanya kekurangan alat tulis, melainkan akses jalan menuju sekolah yang sangat memprihatinkan.

“Jalan ke sekolah sangat memprihatinkan sekali. Itu yang paling berat. Kami berharap ke depan bisa diperhatikan agar akses lebih lancar,” ungkapnya.

Selain itu, sekolah juga masih mengalami krisis air bersih. Meski listrik sudah tersedia, air minum layak belum tersedia secara memadai.

“Kalau listrik sudah ada, tapi air minum bersih belum. Ini sangat menyulitkan,” tambahnya.

Kondisi infrastruktur bangunan pun belum sepenuhnya layak. Dua ruang kelas dilaporkan mengalami kerusakan pada lantai dan dinding.

“Masih ada dua ruang yang lantainya hancur dan dindingnya rusak. Karena keterbatasan bangunan, sampai sekarang masih kami manfaatkan,” jelasnya.

Diwaktu yang sama, mantan Kepala SDN Jati Makmur, Maximus Madun Da Sales, turut mengenang perjuangan panjang berdirinya sekolah tersebut.

Ia menyebut, sekolah itu dirintis sejak 2001 bersama masyarakat, bahkan sebelum Manggarai Barat menjadi kabupaten definitif.

“Tahun 2001 kami bersama orang tua mengusulkan pendirian sekolah ke Dinas Pendidikan di Ruteng. Waktu itu belum ada Kabupaten Manggarai Barat. Perjuangannya panjang,” tuturnya.

Proses belajar mengajar dimulai sekitar 2002, dan pada 2008 resmi berstatus SD Negeri.

“Saya salah satu tokoh pendiri sekolah ini. Dulu hanya kelas jauh dari SD induk. Sekarang sudah menjadi SDN, tapi tantangannya masih luar biasa,” katanya.

Baca Juga:  Bekerja Untuk Masyarakat, Pemerintah Desa Ngancar, Sukses Bagikan 80 Paket Sembako Untuk Warga Yang Terdampak Gempa Flores

Ia menegaskan, akses jalan sepanjang kurang lebih dua kilometer dari pertigaan menuju kampung dan sekolah menjadi tantangan terbesar.

“Jalannya sangat sulit dilalui. Harapan kami Pemda bisa membantu, baik jalan maupun air minum. Itu kebutuhan mendasar kami,” tegasnya.

HPN Bukan Sekadar Seremoni

Kegiatan AWAM di Tiwu Nampar menjadi potret kontras antara geliat pembangunan pariwisata premium Labuan Bajo dan realitas pendidikan di pelosok.

HPN 2026 di Manggarai Barat akhirnya menjadi lebih dari sekadar perayaan kebebasan pers. Ia berubah menjadi momentum menyuarakan suara pinggiran tentang anak-anak yang berjalan dua kilometer melewati jalan rusak, tentang ruang kelas yang lantainya hancur, dan tentang harapan sederhana: buku, air bersih, dan akses yang layak.

Di tengah keterbatasan itu, semangat belajar anak-anak Tiwu Nampar tetap menyala. Dan di Hari Pers Nasional tahun ini, buku-buku kecil yang dibagikan menjadi simbol bahwa harapan masih ada selama masih ada yang peduli dan mau turun langsung ke lapangan.

Penulis : Tim Infokin

Editor : Sansiro Petra

Berita Terkait

Anggur Etaria Sambangi dan Berbagi Kasih di Manggarai Timur
Menyeka Air Mata Pascabencana: Sentuhan Kasih Perempuan Peduli DWP Mabar Bawa Harapan di Desa Nggorang
Pasok Air Bersih ke Desa Warloka Respons Cepat Krisis Air, Polres Mabar Salurkan 20.000 Liter Air Bersih di Komodo
Ironis! Oknum ASN Mabar Kuasai Aset Pemda, Diduga Bawa Personel TNI Saat Paksa Lapak Pedagang di Kosongkan
Ditetapkan Jadi Tersangka Pencurian di Labuan Bajo, Kondisi Luka Remaja 17 Tahun Kini Dipertanyakan Keluarga
Final Soekarno Cup 2026: PDIP Serahkan Bantuan Gotong Royong Rp 545 Juta untuk Korban Gempa NTT
Puluhan Rumah Hancur, Dinding Jebol, Tangis Warga Desa Robo Menanti Bantuan di Tengah Puing Rumah
Bekerja Untuk Masyarakat, Pemerintah Desa Ngancar, Sukses Bagikan 80 Paket Sembako Untuk Warga Yang Terdampak Gempa Flores

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 23:38 WITA

Anggur Etaria Sambangi dan Berbagi Kasih di Manggarai Timur

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:23 WITA

Menyeka Air Mata Pascabencana: Sentuhan Kasih Perempuan Peduli DWP Mabar Bawa Harapan di Desa Nggorang

Selasa, 25 Agustus 2026 - 18:01 WITA

Pasok Air Bersih ke Desa Warloka Respons Cepat Krisis Air, Polres Mabar Salurkan 20.000 Liter Air Bersih di Komodo

Selasa, 25 Agustus 2026 - 14:11 WITA

Ironis! Oknum ASN Mabar Kuasai Aset Pemda, Diduga Bawa Personel TNI Saat Paksa Lapak Pedagang di Kosongkan

Selasa, 25 Agustus 2026 - 00:11 WITA

Ditetapkan Jadi Tersangka Pencurian di Labuan Bajo, Kondisi Luka Remaja 17 Tahun Kini Dipertanyakan Keluarga

Berita Terbaru