LABUAN BAJO – Pemerintah Desa Ngancar, Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), resmi menyalurkan bantuan sosial berupa beras dan Telur kepada warga terdampak guncangan Gempa Flores. Sebanyak 80 Kepala Keluarga (KK) di desa tersebut dipastikan menerima bantuan masing-masing seberat 10 kilogram per Kepala Keluarga (KK), Minggu (23/8/2026).
Proses pembagian beras ini dipimpin langsung oleh Pemerintah Desa Ngancar dengan menerapkan sistem timbang di tempat. Langkah ini diambil guna menjaga transparansi dan memastikan keadilan bagi seluruh warga yang berhak menerima.
Kepala Desa Ngancar, Pankrasius Purnama, menegaskan bahwa seluruh proses penimbangan dilakukan secara terbuka di hadapan para warga penerima manfaat.
“Kami pemerintah desa membagikan bantuan berupa beras ini dengan cara ditimbang langsung di depan penerima. Setiap KK dari total 80 KK yang terdampak mendapatkan bagian yang sama, yaitu 10 kilogram. Pembagian ini pada hari Sabtu 22/8 kemarin,” ujar Pankrasius, Minggu (23/8/26) sore.
Mengingat situasi dan kondisi pascagempa yang dinilai belum sepenuhnya kondusif, Pemerintah Desa Ngancar mengambil kebijakan khusus dalam memberikan pelayanan publik. Seluruh koordinasi dan posko pelayanan warga terdampak untuk sementara waktu dialihkan ke area terbuka di luar rumah guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Saya melakukan pelayanan bagi warga yang terdampak ini di luar rumah karena kondisi saat ini yang belum kondusif untuk beraktivitas di dalam ruangan,” tambahnya.
Pankrasius juga menjelaskan bahwa pihaknya terus bergerak cepat mengatasi dampak bencana ini dengan membangun komunikasi ke tingkat administrasi yang lebih tinggi. “Hingga sampai saat ini, kami masih melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kecamatan dan Kabupaten,” tegasnya mengenai langkah penanganan lanjutan.
Sebelum adanya penyaluran beras dari pemerintah ini, warga terdampak di Desa Ngancar juga tercatat telah menerima stimulus bantuan logistik darurat dari lembaga non-pemerintah.
“Bahkan sebelumnya, sebagian warga terdampak ada yang sudah mendapatkan bantuan beras seberat 5 kilogram, tetapi itu bersumber dari bantuan pihak WALHI (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia),” tutup Pankrasius.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di Desa Ngancar dilaporkan berangsur aman, sementara pemerintah daerah setempat terus memantau pemulihan fisik dan psikologis warga pascabencana.
Penulis : Tim Infokini
Editor : Tim Infokini






