Klarifikasi Dari Pater Marsel Agot, SVD Atas Dugaan Pengancaman Terhadap Penjaga Lahan Milik Alo Oba

- Redaksi

Jumat, 27 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABAUAN BAJO — Pater Marsel Agot membantah pemberitaan media online yang menyebut dirinya memimpin masa membawa parang hingga membuat anak buah Alo Oba ketakutan.

Pater Marsel menilai pemberitaan tersebut tidak sesuai fakta dan mencederai martabat pribadinya sebagai imam Katolik.

Ia menanggapi pemberitaan dari media online BAJO PEDIA pada 27 Januari 2026 berjudul “Pater Marsel Agot Pimpin Massa Bawa Parang, Anak Buah Alo Oba Ketakutan dan Memilih Pulang”.

Menurutnya Pemberitaan tersebut tidak sesuai fakta, menyesatkan publik, dan telah mengarah pada fitnah serta pencemaran nama baik, sehingga mencederai martabat saya sebagai pribadi, keluarga, dan sebagai Imam Katolik

Kronologis Kejadian yang Sebenarnya:

Pada Selasa, 27 Januari 2026, sekitar pukul 16.00 WITA, saya bersama 16 orang karyawan Yayasan Prundi datang ke lahan milik kami sendiri dengan tujuan menanam pilar, dan membuat pagar batas tanah. Kehadiran kami murni untuk aktivitas kerja, bukan untuk konfrontasi, intimidasi, apalagi kekerasan. Dan dari 16 orang tersebut, dua orang membawa parang sebagai alat kerja kebun yang lazim digunakan, selebihnya membawa pilar, skop, dan satu buah linggis Tidak ada satu pun yang dipersiapkan untuk tujuan kekerasan.

Di lokasi, kami bertemu dengan saudara Jhon Jeriki dan saudara Mansur, yang mengaku sebagai penjaga lahan yang ”diklaim” milik saudara Alo Oba. Dalam percakapan itu, saudara Jhon Jeriki menyampaikan bahwa Alo Oba berencana menguasai lahan dengan memasang baliho. Menanggapi hal tersebut, saya menyampaikan nasihat secara tenang, merujuk pada Filosofi budaya Manggarai, agar berhati-hati dan tidak sampai terjadi konflik hanya karena persoalan tanah sejengkal.

Sekitar pukul 17.30 WITA saat kami berada disisi lain lahan, kami istrahat sebentar. Pada waktu itu saudara Mansur yang merupakan salah satu penjaga lahan saudara Alo Oba mendatangi kami ( saya beserta 16 staff Prundi). Dia menyampaikan kepada saya disaksikan oleh Staf dan karyawan Prundi agar berhati-hati terhadap saudara Alo Oba. Dia dengan tenang menyampaikan bahwa saudara Alo Oba selaku Bosnya berencana memasang baliho dan pilar di lahan Saya/Yayasan. Pernyataan tersebut tidak saya tanggapi secara emosional. Dan kami kembali ke tempat semula di atas bukit lahan kami. Sesudah 20 menit percakapan dengan saudara Mansur muncul berita yang berjudul ”Pater Marsel Agot pimpin masa bawa parang, anak buah Alo Oba ketakutan dan memilih pulang”. Saya terkejut membaca berita tersebut karena tidak sesuai dengan fakta yang terjadi. Tidak pernah terjadi konfrontasi, ancaman, intimidasi, atau tindakan kekerasan terhadap siapa pun. Tidak ada ucapan maupun perbuatan yang dapat ditafsirkan sebagai ajakan perang. Seluruh aktivitas berlangsung sesuai tujuan awal, yaitu menanam pilar dan membuat pagar batas tanah

Baca Juga:  Diduga Tiga Penjaga Tanah Diancam Oleh Pater Marsel Agot, Alo Oba Mengambil Sikap Untuk Melaporkan Kejadian Itu Di Polres Manggarai Barat

Menurut Pater Marsel Agot, judul pemberitaan tersebut merusak martabat dan kehormatannya.

“Judul dan framing pemberitaan tersebut telah menyerang kehormatan dan martabat saya, merugikan saya secara pribadi, sosial, dan moral, serta mencederai martabat jabatan saya sebagai Imam Katolik. Penyematan narasi perang dan kekerasan  berpotensi memprovokasi publik, menciptakan stigma, serta menimbulkan keresahan bagi public,tarekat SVD, keluarga dan umat.

Bahwa sehubungan dengan hal tersebut, saya  meminta secara terbuka kepada Saudara Mansur, Sdr. Alo Oba, oknum wartawan BAJO PEDIA yang menulis berita tersebut serta pihak-pihak lain yang terlibat, untuk menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada saya dalam waktu 3 x 24 jam sejak tanggal klarifikasi ini diterbitkan.Apabila permintaan tersebut tidak dipenuhi, maka saya akan menggunakan hak-hak hukum yang tersedia guna memulihkan martabat dan nama baik saya.

Klarifikasi ini disampaikan untuk meluruskan fakta, menghadirkan keseimbangan informasi di ruang publik, serta mencegah masyarakat dibentuk oleh satu narasi yang keliru, dan Saya berharap media menjalankan fungsinya secara bertanggung jawab dan memberikan ruang yang adil bagi kebenaran.

Demikian klarifikasi ini saya sampaikan, saya doakan semoga segenap warganet selalu dalam perlindungan Tuhan.

Ia menyatakan klarifikasi ini disampaikan untuk meluruskan fakta, menghadirkan keseimbangan informasi di ruang publik, serta mendorong media menjalankan fungsi jurnalistik secara bertanggung jawab.

 

Penulis : Tim Infokini

Editor : Tim Infokini

Berita Terkait

Sukses Gelar Pelatihan Menjahit 26 Hari, Kadis UMKM Manggarai Barat Buka Jalan Kemandirian Ekonomi bagi Kaum Perempuan di Lembor
Kuasa Hukum MS Angkat Bicara Luruskan Kronologi Pertemuan di Gorontalo
Syukur Atas Berkat Setahun, Masyarakat Gendang Sangka Gelar Ritual Adat Penti
Kecelakaan Kapal Wisata Berulang di Labuan Bajo, Sergius Try Deddy Soroti Koordinasi KSOP dan Dishub
Dugaan Selingkuh Oknum Kades dan Bu Bidan Puskesmas: Homestay Jadi Saksi Akhir Cinta Terlarang dan Berakhir di Tangan Polisi
Bahas RAPBD 2027, Ali Sehidun: Program Pemerintahan Harus Efektif dan Dirasakan Rakyat
Dugaan Skandal Perselingkuhan Oknum Kades di Labuan Bajo Terbongkar, Kabur Saat Digerebek Suami Sah
Kades Batu Cermin Desak Pemerintah Pusat Segera Tetapkan Batas Tanah Bandara Komodo

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:44 WITA

Sukses Gelar Pelatihan Menjahit 26 Hari, Kadis UMKM Manggarai Barat Buka Jalan Kemandirian Ekonomi bagi Kaum Perempuan di Lembor

Rabu, 21 Oktober 2026 - 00:40 WITA

Kuasa Hukum MS Angkat Bicara Luruskan Kronologi Pertemuan di Gorontalo

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:58 WITA

Syukur Atas Berkat Setahun, Masyarakat Gendang Sangka Gelar Ritual Adat Penti

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:53 WITA

Kecelakaan Kapal Wisata Berulang di Labuan Bajo, Sergius Try Deddy Soroti Koordinasi KSOP dan Dishub

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:14 WITA

Bahas RAPBD 2027, Ali Sehidun: Program Pemerintahan Harus Efektif dan Dirasakan Rakyat

Berita Terbaru