KUPANG — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sejumlah wilayah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dalam periode 10–16 Maret 2026.
Dalam prospek cuaca mingguan yang dirilis BMKG, kondisi atmosfer dalam beberapa hari ke depan masih mendukung terbentuknya awan hujan di berbagai wilayah Indonesia, termasuk NTT. Hal ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor dinamika atmosfer seperti aktivitas Monsun Asia, gelombang atmosfer, serta kelembapan udara yang relatif tinggi
BMKG mencatat, dalam beberapa hari terakhir hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Curah hujan sangat lebat terpantau di wilayah Banten mencapai 141,8 mm per hari dan Jakarta Timur 123,4 mm per hari. Sementara hujan lebat juga tercatat di beberapa daerah lain seperti Sulawesi Selatan, Bengkulu, Jambi, Sumatra Utara, dan Jawa Timur.
Memasuki periode 10–12 Maret 2026, BMKG mengingatkan adanya potensi hujan sedang hingga lebat di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Nusa Tenggara Timur. Bahkan, NTT masuk dalam kategori Siaga untuk potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang.
Kondisi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor atmosfer, di antaranya aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) yang diprediksi bergerak ke wilayah Pasifik Barat. Selain itu, terdapat pula aktivitas gelombang atmosfer seperti Gelombang Kelvin dan Gelombang Rossby Ekuatorial yang dapat meningkatkan pertumbuhan awan hujan di berbagai wilayah Indonesia.
Di sisi lain, sistem bibit siklon tropis 95W yang terpantau di Samudera Pasifik utara Papua juga turut memengaruhi pola angin dan pembentukan awan hujan di wilayah sekitar Indonesia. Sementara itu, daerah tekanan rendah di Australia bagian utara memicu terbentuknya pertemuan angin yang memanjang dari wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga Maluku bagian selatan dan Laut Arafuru.
Memasuki periode 13–16 Maret 2026, cuaca di NTT umumnya masih didominasi hujan ringan hingga sedang, namun potensi hujan dengan intensitas lebih tinggi tetap perlu diwaspadai di sejumlah wilayah.
BMKG mengimbau masyarakat di NTT untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, maupun angin kencang.
Selain itu, masyarakat juga diminta memperhatikan kondisi cuaca sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan maupun perjalanan darat, laut, dan udara.
BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk secara berkala memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG seperti situs .www.bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG, maupun media sosial resmi @infoBMKG guna memperoleh informasi terbaru terkait prakiraan cuaca dan peringatan dini.
Penulis : Tim Infokini
Editor : Tim Infokini






