LABUAN BAJO – Respon cepat Kepala BPMP NTT dan Kadis PPO Manggarai Barat langsung menindaklanjuti viral nya sebuah postingan Vidio untuk meninjau kondisi di lapangan dan mencari solusi atas krisis ruang kelas yang terjadi di SDN Tando, Kecamatan Welak, Kabupaten Manggarai Barat, NTT pada Minggu, 12/3/2026 siang.
Potret ketimpangan fasilitas pendidikan ini menjadi perhatian publik setelah beredar video kondisi siswa yang belajar di bawah pohon kayu lantaran fisik bangunan sekolah yang rusak.
Dalam Video tersebut memperlihatkan kegiatan belajar mengajar siswa di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tando tidak ada ruangan kelas, tetapi para siswa tetap semangat belajar bersama dengan guru pengajar. Mereka menata Meja di Bawah Pohon Layaknya ruangan Kelas.
Siswa terpaksa belajar di ruang terbuka di bawah pohon mente karena tidak tersedianya ruang kelas yang memadai dan harus bergantian menggunakan ruang kelas yang ada.
Berdasarkan hasil peninjauan, fisik bangunan dan dinding seng tersebut juga terungkap hasil dari swadaya masyarakat yang terakhir kali direnovasi pada tahun 2016 lalu.
SDN Tando yang dibangun pada tahun 2016 dan intervensi daerah 2018 dan 2019, hingga sampai saat ini memiliki 68 siswa yang belajar di sekolah tersebut.
Saat ini, proses belajar mengajar berlangsung secara darurat dan dinilai kurang efektif karena keterbatasan ruang.
Menanggapi hal itu Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Irfan Karim, S.IPem, M.Si, didampingi Kadis PPO Manggarai Barat Yohanes Hani, M.Pd, untuk meninjau langsung ke lokasi SDN Tando Kecamatan Welak pada Minggu, 12/4/2026 pagi.

Tinjauan lansung ke Sekolah SDN Tando itu dilakukan sebagai tindak lanjut atas kegiatan belajar mengajar dari anak sekolah yang dilakukan di bawah pohon kayu. Dari hasil peninjauan tersebut, memastikan bahwa bangunan darurat sekolah memang mengalami kerusakan total dan tidak lagi dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
“Sebagai perpanjangan tangan kementerian, kami harus memvalidasi langsung kondisi di lapangan. Dan memang benar, sekolah di SDN Tando itu perlu segera diintervensi,” kata Irfan Karim saat ditemui di Labuan Bajo, Minggu(12/4/2026).
Lebih lanjut Kepala BPMP NTT berharap akan dibangun Gedung baru untuk memadai fasilitas bagi siswa di SDN Tando.
“Kami sudah cek lansung dilokasi bersama Pa Kadis PPO Yohanes Hani tadi, dan saya akan melaporkan situasi yang terjadi di SDN Tando ke Pusat, untuk mengusulkan pembangunan 4 ruang kelas yang baru dan fasilitas toilet yang memadai,” jelas Irfan.

Kami berkomitmen dengan Pa Kadis Yohanes Hani tadi untuk memenuhi kebutuhan sarana prasarana di SDN Tando, agar anak-anak mendapatkan layanan pendidikan yang layak dan nyaman,” lanjutnya.
Irfan menilai wilayah itu memiliki potensi berkembang karena kondisi tanah yang subur dan ketersediaan air melimpah.
“Saya melihat guru-guru sangat semangat membangun daerahnya. Negara harus hadir memastikan pendidikan yang aman dan layak bagi anak-anak di daerah terpencil seperti ini,” ujarnya.
Untuk diketahui, Sekolah ini berada di wilayah Kecamatan Welak, Manggarai Barat. Namun akses untuk menuju ke sekolah itu sedikit agak rusak.
Dari Kota Labuan Bajo untuk sampai di SDN Tando itu memakan waktu perjalanan kurang lebih 3 jam lamanya.
BPMP NTT berharap usulan revitalisasi dapat segera direalisasikan pada tahun anggaran 2026 demi menjamin keberlanjutan pendidikan bagi siswa di SDN Tando Kecamatan Welak tersebut.
Penulis : Tim Infokini
Editor : Tim Infokini






