Temui Masa Aksi, Rofinus Rahmat Menyampaikan Fraksi Golkar Menolak Kebijakan Kouta 1.000 ke TNK

- Redaksi

Selasa, 14 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO – Menolak kebijakan Kouta 1.000 orang per hari ke TNK, masa aksi Geruduk Kantor DPRD Manggarai Barat sekitar jam 10:00 WITA, sembari membawa spanduk dan Kertas bertuliskan ‘Penolakan Kouta 1.000 ke TNK’. Dibawah Komando Riki Morgan dan Sergio Try Dedi, mereka mengecam keras kebijakan Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) Manggarai Barat pada Senin, (13/3/2026) siang.

Walaupun masa aksi dari Aliansi Pariwisata Manggarai Barat (APMB) tidak bertemu langsung dengan Ketua DPRD  Mabar, Benediktus Nurdin (Nasdem), masa aksi disambut oleh Wakil Ketua I Rikardus Jani (Demokrat) dan Sewar Gading Wakil Ketua II (PKB), juga sejumlah anggota DPRD Manggarai Barat yang hadir mewakili Pimpinan DPRD Manggarai Barat pada Senin, (13/4/26) siang dihalaman kantor DPRD.

Wakil Ketua I DPRD Manggarai Barat dari Fraksi Demokrat Rikardus Jani menyampaikan, saya sebagai Wakil Ketua I DPRD Manggarai Barat sangat setuju dengan tuntutan massa yang menolak kebijakan Kouta 1.000 orang perhari bagi wisatawan yang hendak berkunjung ke Taman Nasional Komodo (TNK).

Penolakan yang lebih kompak lagi  disampaikan dari Fraksi Golkar Rofinus Rahmat & Anselmus Jebarus. Melalui perwakilannya Rofinus Rahmat, dia mengatakan Fraksi Golkar akan menolak kebijakan BTNK itu.

“Selamat datang dirumah Aspirasi teman – teman semua, yang pasti keresahan dan kegalauan yang dirasakan dari masyarakat dan pelaku Pariwisata di Manggarai Barat, yang pasti kami juga akan merasakan.

Beberapa hari yang lalu, lembaga DPRD sudah melakukan RDP dengan BTNK, saat itu saya sempat menyampaikan bahwa, kebijakan pembatasan Kouta 1.000 ke TNK kami merespon apa yang dirasakan oleh masyarakat Manggarai Barat dan juga pelaku pariwisata,” jelas Rofinus ditengah-tengah masa aksi.

Iya juga sempat menjelaskan soal RDP dengan BTNK di kantor DPRD beberapa hari yang lalu terkait munculnya kebijakan ini.

Baca Juga:  BREAKING NEWS: Lansian 70 Tahun Di Kecamatan Sano Nggoang Terbakar Api Di Podok Miliknya

“Jadi teman-teman, dalam penjelasan kepala BTNK kemari bahwa munculnya kebijakan Kouta 1.000 ini Hengki menyebut salah satu tujuan kebijakan tersebut untuk menjaga reputasi TN Komodo sebagai destinasi pariwisata premium.

Terkait reputasi, pandangan kami bahwa langkah ini dalam rangka untuk menjaga reputasi kalau kita memang benar-benar menjadi tempat wisata premium, destinasi premium menurut pernyataan kata Hengki,” kata Rofinus

“Andaikan ini tidak diintervensi kata kepala BTNK, dijamin pasti akan mengalami degradasi sehingga reputasi itu yang mau kita jaga dengan mengorbankan keinginan-keinginan beberapa pihak yang menginginkan kalau bisa ini jangan diterapkan,” jelas Rofinus.

Dari penjelasan bliau kata Rofinus, saya pertanyakan lagi kepada Kepala BTNK terkait temuan dia di lokasi.

” Saya sempat mempertanyakan kepada kepala BTNK saat itu, apakah Binatang Komodo disana sudah tidak berkembang biak lagi atau ada penurunan jumlahnya, atau ada kerusakan cagar alam yang lain disana,” tegas Rofinus.

Memang benar seperti yang dia jelaskan tpi, harus berdasarkan kajian ilmiahnya dulu. Jangan asal membuat kebijakan saja tanpa ada kajian yang mendalam yang membuat hancurnya sektor perekonomian masyarakat,” lanjutnya

Rofinus Rahmat menilai, sistem managemen di TNK itu adalah liar.

“Terakhir kemarin saya pertanyakan soal sistem managemen liar yang ada di TNK itu. Ketika kelestarian alam dijaga, sampah di bersihkan terus apa lagi yang seperti kepala BTNK sampaikan bahwa demi Kelestarian alam. Dengan kebijakan Kouta 1.000 ini yang diterapkan oleh BTNK, ini adalah kesalahan dari manajemennya, sepertinya ada yang keliru dengan penerapan ini,” ucapnya.

Hari ini kami dari Fraksi Golkar mengambil sikap dan berkomitmen untuk menolak kebijakan Kouta 1.000 ke TNK,” tegas Rofinus Rahmat didepan ratusan masa aksi pada Senin, 13/4 dihalaman Kantor DPRD Manggarai Barat.

Baca Juga:  Aldi Dalton PH Dari Sakarudin "Tidak Boleh Ngarang-Ngarang kalau tidak paham Adat" Jangan Asal Bunyi

Sikap penolakan ini juga disampaikan lansung dari Fraksi Gerindra oleh Kanisus Jehabut. Dia menyebut dirinya dari Fraksi Gerindra menolak kebijakan BTNK ini agar dicabut kembali,” terangnya.

Penulis : Tim Infokini

Editor : Tim Infokini

Berita Terkait

Anggur Etaria Sambangi dan Berbagi Kasih di Manggarai Timur
Menyeka Air Mata Pascabencana: Sentuhan Kasih Perempuan Peduli DWP Mabar Bawa Harapan di Desa Nggorang
Pasok Air Bersih ke Desa Warloka Respons Cepat Krisis Air, Polres Mabar Salurkan 20.000 Liter Air Bersih di Komodo
Ironis! Oknum ASN Mabar Kuasai Aset Pemda, Diduga Bawa Personel TNI Saat Paksa Lapak Pedagang di Kosongkan
Ditetapkan Jadi Tersangka Pencurian di Labuan Bajo, Kondisi Luka Remaja 17 Tahun Kini Dipertanyakan Keluarga
Final Soekarno Cup 2026: PDIP Serahkan Bantuan Gotong Royong Rp 545 Juta untuk Korban Gempa NTT
Puluhan Rumah Hancur, Dinding Jebol, Tangis Warga Desa Robo Menanti Bantuan di Tengah Puing Rumah
Bekerja Untuk Masyarakat, Pemerintah Desa Ngancar, Sukses Bagikan 80 Paket Sembako Untuk Warga Yang Terdampak Gempa Flores

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 23:38 WITA

Anggur Etaria Sambangi dan Berbagi Kasih di Manggarai Timur

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:23 WITA

Menyeka Air Mata Pascabencana: Sentuhan Kasih Perempuan Peduli DWP Mabar Bawa Harapan di Desa Nggorang

Selasa, 25 Agustus 2026 - 18:01 WITA

Pasok Air Bersih ke Desa Warloka Respons Cepat Krisis Air, Polres Mabar Salurkan 20.000 Liter Air Bersih di Komodo

Selasa, 25 Agustus 2026 - 14:11 WITA

Ironis! Oknum ASN Mabar Kuasai Aset Pemda, Diduga Bawa Personel TNI Saat Paksa Lapak Pedagang di Kosongkan

Selasa, 25 Agustus 2026 - 00:11 WITA

Ditetapkan Jadi Tersangka Pencurian di Labuan Bajo, Kondisi Luka Remaja 17 Tahun Kini Dipertanyakan Keluarga

Berita Terbaru