LABUAN BAJO – Keterwakilan setiap Kecamatan dalam Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) di tingkat Kabupaten merupakan bagian penting dari proses seleksi dan syiar Islam, di mana para peserta terbaik dari tingkat kecamatan dikirim untuk berkompetisi di tingkat yang lebih tinggi. Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-31 Kabupaten Manggarai Barat dibuka pada Senin (27/4/2026) malam di halaman Masjid Nurul Falah Wae Mata.
Dari 12 Kecamatan yang ada di Manggarai Barat ada 7 Kecamatan yang mengikuti event religi ini yakni, Kecamatan Mbeliling, Sanonggoang, Boleng, Komodo, Lembor selatan, Pacar dan Lembor.
Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) merupakan festival seni baca, hafalan, dan pemahaman Al-Qur’an di Indonesia yang bertujuan memasyarakatkan Al-Qur’an, mempererat silaturahmi, dan memperdalam pemahaman agama. MTQ bukan hanya lomba, melainkan sarana pembinaan mental-spiritual serta dakwah.
Dari Kecamatan Mbeliling ada 19 orang peserta yang mengikuti event religi ini, dan dihantar lansung oleh Ketua Kontingen Ustad Akbar Safrudin, M.Pd. Kegiatan MTQ ini dilaksanakan di Masjid Nurul Falah Wae Mata. Dari ke 19 peserta tersebut menjadi barometer, di mana pembinaan intensif sering kali menghasilkan perwakilan terbaik untuk MTQ tingkat Kabupaten Manggarai Barat.
Kecamatan Mbeliling merupakan salah satu tim MTQ yang sangat berperan aktif distiap kali momentum seperti ini. Dari ke 19 orang peserta tersebut tergabung dari jenjang pendidikan SMP Muhammadiyah Warsawe, Pondok Insan Kamil Flobamora Ndewe dan juga orang dewasa.
Pihaknya menyampaikan, dari ke 19 orang yang dihantarkan oleh tim MTQ dari kecamatan Mbeliling, mereka telah mengikuti MTQ di tingkat Kecamatan Mbeliling yang diselenggarakan di Melo.
MTQ tahun ini di Manggarai Barat mengusung tema “Mewujudkan masyarakat cinta Al-Qur’an menuju Manggarai Barat yang lebih unggul, maju dan Akaseleratif”. Masyarakat cinta Al-Qur’an bukan hanya mampu membaca, tetapi juga memahami, merenungkan, dan mengamalkan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Menjadikan Al-Qur’an sebagai cahaya petunjuk (nur) dalam menghadapi tantangan modernisasi dan globalisasi serta menciptakan masyarakat yang memiliki kepedulian sosial tinggi dan toleran.
Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) adalah perhelatan keagamaan yang telah mengakar dalam tradisi masyarakat Indonesia. MTQ bukan sekadar ajang perlombaan membaca Al-Quran dengan baik dan indah, tetapi juga sarana untuk meneguhkan nilai-nilai Qurani sebagai pedoman hidup dalam membangun masyarakat yang berkarakter. Penyelenggaraan MTQ tingkat Kabupaten Manggarai Barat ini, memiliki makna strategis karena langsung menyentuh basis masyarakat, sehingga nilai-nilai Al-Quran dapat diinternalisasikan dalam kehidupan sosial dan budaya.
Ini menjadi wahana untuk meneguhkan prinsip bahwa kesejahteraan sejati tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik dan ekonomi, tetapi juga oleh kekuatan moral, spiritual, dan kebersamaan masyarakat.
Kegiatan religius MTQ seperti ini merupakan salah satu untuk meningkatkan kualitas kehidupan beragama dan penguatan persatuan umat Islam. Karena MTQ yang sukses adalah yang memberi dampak pada proses penyadaran kolektif dari segala lapisan masyaraka
Penulis : Tim Infokini
Editor : Tim Infokini






