JAKARTA – Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko Infrastruktur) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menerima kunjungan hangat dan menggelar diskusi produktif bersama Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI), Susana Florika Marianti Kandaimu, Maria A.F.G Sukmaniara, Sekjen PP PMKRI, dan anggota, pada Rabu (14/7/2026).
Pertemuan yang berlangsung di Kantor Kemenko Infrastruktur ini membahas komitmen pemerintah dalam pemerataan pembangunan nasional serta peran strategis generasi muda sebagai jembatan aspirasi masyarakat. Dalam diskusi tersebut, pihak Kemenko Infrastruktur menegaskan konsistensinya dalam mengawal paradigma “Membangun untuk Semua” di seluruh penjuru tanah air.
Melalui paradigma ini, pertumbuhan ekonomi nasional tidak hanya didorong untuk naik, tetapi wajib diikuti oleh pemerataan yang berkeadilan agar dampaknya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Apresiasi Kongres PMKRI di Wilayah 3T NTT Pemerintah secara khusus mengapresiasi keberanian PP PMKRI dalam memilih Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai lokasi Kongres dan Majelis Permusyawaratan Anggota (MPA) mendatang.

Langkah PMKRI yang berani mengambil lokasi di wilayah Manggarai dengan tantangan 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) dinilai sebagai pendekatan taktis yang sangat luar biasa dan inspiratif. Pemilihan lokasi ini dianggap patut dicontoh karena berhasil menarik perhatian nasional untuk melihat langsung potensi sekaligus atensi pembangunan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat NTT.
Keberanian tersebut dinilai senada dengan visi besar pemerintah saat ini yang fokus menyentuh pelosok desa, wilayah pesisir, perbatasan, daerah 3T, serta kawasan Indonesia Timur dan Papua. Infrastruktur yang Berdampak Nyata Dalam pertemuan tersebut, Kemenko Infrastruktur memaparkan bahwa arah pembangunan infrastruktur ke depan harus memberikan dampak yang dirasakan langsung oleh masyarakat lokal.
Fokus utama pembangunan meliputi: Memangkas biaya logistik nasional demi efisiensi ekonomi. Revitalisasi fasilitas dasar secara masif, khususnya sekolah dan rumah sakit. Mendongkrak daya beli serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah.
PMKRI sebagai Jembatan Komunikasi Strategis Mengingat rekam jejak PMKRI yang telah berkiprah selama lebih dari 78 tahun, pemerintah berharap organisasi ini dapat terus menjalankan peran strategisnya. PMKRI diharapkan mampu menjadi jembatan komunikasi yang efektif guna mengurai sumbatan informasi antara masyarakat di lapangan dengan para pengambil kebijakan di tingkat pusat.
Pemerintah menegaskan akan terus membuka ruang dialog yang seluas-luasnya bagi generasi muda. Masukan yang konstruktif, gagasan segar, hingga kritik objektif dari mahasiswa sangat dibutuhkan karena mereka berada di posisi yang paling dekat dengan denyut nadi kehidupan rakyat di daerah.
Pertemuan diakhiri dengan ucapan terima kasih atas kehadiran pengurus PMKRI, serta ucapan selamat dari pihak Kemenko Infrastruktur kepada seluruh keluarga besar PMKRI dalam menyongsong perhelatan Kongres dan MPA di NTT agar berjalan dengan sukses dan lancar.
Penulis : Tim Infokini
Editor : Tim Infokini






