MANGGARAI, NTT – Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (DPC PMKRI) Cabang Ruteng Sanctus Agustinus secara resmi menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan. Penghargaan ini diberikan atas suksesnya penyelenggaraan Kongres XXXIII dan Majelis Permusyawaratan Anggota (MPA) XXXII PMKRI yang berpusat di Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Sabtu, 01/8/2026.
Penetapan Kabupaten Manggarai (Ruteng) sebagai tuan rumah forum tertinggi organisasi tingkat nasional ini dinilai bukan sekadar agenda rutin dua tahunan. Momentum ini menjadi bukti nyata dari tanggung jawab sejarah serta komitmen pembinaan kader muda Katolik dalam menguji ketajaman gagasan dan kepemimpinan di tengah dinamika kebangsaan.
Ketua Presidium DPC PMKRI Cabang Ruteng, Margareta Kartika, menegaskan bahwa dialektika serta perdebatan ideologi yang mewarnai ruang sidang adalah hal yang wajar. Dinamika tersebut merupakan cerminan eksistensi PMKRI sebagai organisasi kader yang independen dan berbasis pemikiran kritis. Perbedaan pandangan di dalam forum dipandang sebagai ujian kedewasaan berorganisasi, bukan simbol keretakan.
“Atas nama DPC PMKRI Cabang Ruteng, kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan mendalam kepada Pemerintah, Gereja, senior-alumni, para donatur, serta seluruh masyarakat Manggarai yang telah menyambut ribuan kader dari seluruh Nusantara dengan kehangatan dan rasa persaudaraan,” ujar Kartika.
Ia menambahkan, keberhasilan mengawal perhelatan nasional ini tidak terlepas dari nilai budaya dan kearifan lokal Manggarai. Nilai-nilai ini terbukti menjadi fondasi sosial yang kokoh dalam merajut tali persaudaraan kebangsaan di antara para utusan dari Sabang sampai Merauke.
“PMKRI hidup dari keberanian berpikir dan independensi sikap. Dinamika yang terjadi di ruang sidang adalah laboratorium politik bagi kader untuk menguji rasionalitas serta etika kepemimpinan,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia Pelaksana Kongres dan MPA PMKRI, Irenius Asin, menyoroti dimensi tata kelola kegiatan serta pentingnya sinergi lintas sektor dalam menjaga stabilitas wilayah. Menurut Iren, mengelola ribuan peserta dengan dinamika tinggi membutuhkan ketahanan manajemen serta pendekatan komunikasi publik yang profesional.
“Kami memberikan apresiasi tinggi kepada pihak keamanan, khususnya Polres Manggarai dan Dandim 1612/Manggarai, yang mengedepankan pendekatan persuasif, terukur, dan profesional dalam mengawal seluruh rangkaian agenda sehingga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif,” ungkap Iren.
Iren juga memberikan penekanan khusus pada peran objektif insan pers serta dedikasi tanpa lelah dari seluruh tim panitia lokal dan senior alumni yang ikut terlibat langsung.
“Kerja keras panitia lokal dalam memastikan ketercukupan pelayanan logistik dan sarana prasarana, didukung fasilitasi terbuka dari Pemda Manggarai dan Keuskupan Ruteng, menjadi kunci keberhasilan operasional kegiatan ini,” kata Iren.
Sebagai bentuk pertanggungjawaban moral dan organisasi, DPC PMKRI Cabang Ruteng bersama Panitia Pelaksana merilis daftar resmi penerima apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada
Masyarakat Manggarai Raya, yang Menjaga iklim sosial tetap aman, ramah, dan kondusif selaku tuan rumah. Pemerintah Provinsi NTT yang Mendukung kebijakan, koordinasi lintas daerah, dan perhatian penuh pada acara nasional. Pemda & DPRD Tiga Kabupaten (Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur) yang Memfasilitasi koordinasi wilayah dan jaminan akses sarana publik. Dan
Yang Mulia Uskup & Jajaran Keuskupan Ruteng Memberikan pencerahan moral, bimbingan pastoral, dan izin fasilitas gerejani, Kapolres Manggarai & Dandim 1612/Manggarai, Para Donatur & Dermawan, Alumni & Senior PMKRI, Insan Pers & Media Massa, yang sudah Menyajikan pengawalan berita yang objektif, edukatif, dan transparan.
DPC PMKRI Cabang Ruteng berharap seluruh catatan pemikiran, perdebatan ideologis, dan nilai kearifan lokal yang didapatkan dari Bumi Ruteng dapat menjadi bekal kepemimpinan yang kuat bagi seluruh kader dalam mengabdi kepada Gereja dan Tanah Air.
Penulis : Tim Infokini
Editor : Tim Infokini






