LABUAN BAJO – Pemerintah Desa Golo Mori resmi membuka turnamen olahraga sepak takraw sebagai wadah pemersatu warga sekaligus ajang pencarian bakat atlet muda. Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah desa, panitia pelaksana, serta Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Kabupaten Manggarai Barat. Sabtu, 18/7/2026.
Ketua Panitia Pelaksana, Wilibrodus, menegaskan bahwa turnamen ini lahir dari semangat kaum muda untuk merekatkan kembali rasa persaudaraan di tengah masyarakat. Sebagai penyelenggara, ia berharap olahraga menjadi jembatan perdamaian.
“Sebagai anak muda, kami memfasilitasi agar kita semua bisa bersatu melalui olahraga sepak takraw ini,” ujar Wili dalam laporannya pada Sabtu (18/7).
Dalam kesempatan tersebut, Wilibaldus juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada Kepala Desa dan seluruh pihak jika terdapat kekurangan selama persiapan acara. Ia pun menitipkan pesan penting kepada seluruh atlet yang akan berlaga untuk selalu mengutamakan nilai-nilai olahraga.
“Saya meminta kepada teman-teman peserta untuk menjaga sportivitas dan menunjukkan kemampuan terbaik kalian. Semoga dengan turnamen ini, generasi muda di Desa Golo Mori bisa terus tumbuh dan berkembang,” tambahnya menutup sambutan dengan salam.
Apresiasi tinggi datang dari perwakilan pengurus PSTI Kabupaten Manggarai Barat, Rikardus Nompa. Ia memuji inisiatif dan semangat besar yang ditunjukkan oleh generasi muda di Desa Golo Mori dalam menghidupkan kembali gairah olahraga ini.
“Saya memberikan apresiasi kepada semua generasi Desa Golo Mori yang telah berinisiatif untuk mengadakan Turnamen Sepak Takraw ini. Saya berharap agar turnamen ini bisa melahirkan atlet-atlet takraw berbakat untuk Kabupaten Manggarai Barat,” tegas Rikardus.
Senada dengan panitia dan PSTI, Kepala Desa Golo Mori, Samaila, menyatakan bahwa dirinya langsung memberikan lampu hijau begitu panitia mengusulkan kompetisi ini.
“Setelah saya dikontak oleh salah seorang anggota panitia yang menyatakan ingin melaksanakan turnamen ini, saya langsung katakan silakan. Ini adalah ajang bagi kita untuk berkumpul sekaligus mencari bibit-bibit baru,” kata Samaila.
Melalui sinergi bersama PSTI, Samaila optimistis bakat terpendam para pemuda desa dapat terpantau dengan jelas untuk diproyeksikan ke tingkat yang lebih tinggi. Ia secara khusus menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan perhatian penuh dari PSTI serta kerja keras panitia.
Selain fokus pada prestasi, Samaila menekankan bahwa turnamen ini memiliki misi sosial yang sangat penting. Mengingat Desa Golo Mori akan segera menghadapi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) dalam beberapa waktu ke depan, olahraga diharapkan menjadi media untuk menjaga kedamaian.
“Golo Mori ini dalam beberapa hari atau bulan lagi akan melaksanakan ajang Pilkades. Mari kita tinggalkan dulu ‘polisi tidur’ (hambatan atau ketegangan politik), kita olahraga dulu. Melalui olahraga ini kita bisa bersatu,” tutur Samaila hangat.
Di akhir pembukaan, Kepala Desa memberikan semangat kepada seluruh tim yang telah mendaftarkan diri dan memuji keberanian mereka untuk unjuk bakat di tingkat desa hingga jenjang yang lebih tinggi kelak. Acara pembukaan ini berjalan dengan aman, tertib, dan penuh antusiasme dari warga setempat.
Penulis : Tim Infokini
Editor : Tim Infokini






