Menko Pangan Zulkifli Hasan Dorong Modernisasi Kampung Nelayan Warloka di Komodo

- Redaksi

Kamis, 30 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, meninjau langsung Kampung Nelayan Modern (KNMP) Warloka di Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, meninjau langsung Kampung Nelayan Modern (KNMP) Warloka di Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat.

LABUAN BAJO – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, meninjau langsung Kampung Nelayan Modern (KNMP) Warloka di Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Kamis (30/7/2026).

Kunjungan kerja ini dilakukan untuk memastikan optimalisasi sarana dan prasarana perikanan tangkap, sekaligus menyerap langsung aspirasi para nelayan lokal.

Dalam kunjungan tersebut, Menko Pangan didampingi oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, anggota DPR RI Komisi IV Ahmad Yohan, Wakil Bupati Manggarai Barat Yulianus Weng, serta sejumlah pejabat teras kementerian terkait.

Di hadapan masyarakat Warloka pesisir, Menko Pangan menegaskan bahwa modernisasi sektor perikanan merupakan salah satu strategi prioritas pemerintah. Langkah ini diambil untuk memperkuat ketahanan pangan berbasis protein laut sekaligus mengentaskan kemiskinan di wilayah pesisir.

“Kampung Nelayan Modern Warloka bukan sekadar proyek fisik, tetapi pusat ekosistem ekonomi nelayan. Kita ingin memastikan hasil tangkapan memiliki nilai tambah melalui dukungan cold storage, rantai dingin (cold chain), dan sistem distribusi yang efisien,” ujar Zulkifli Hasan.

Menurut Zulkifli, persoalan utama nelayan selama ini bukan terletak pada kemampuan menangkap ikan, melainkan lemahnya posisi tawar akibat minimnya fasilitas pascapanen. Oleh karena itu, pemerintah membangun berbagai infrastruktur terintegrasi—mulai dari cold storage, pabrik es, SPBU nelayan, tambatan perahu, bengkel kapal, hingga tempat pendaratan ikan—agar hasil tangkapan dapat dijual dengan harga yang lebih kompetitif.

“Kalau fasilitas tersedia, nelayan tidak lagi dipaksa menjual ikan dengan harga murah. Posisi tawar meningkat, pendapatan naik, dan kesejahteraan ikut terdongkrak,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa KNMP Warloka merupakan salah satu dari 1.369 Kampung Nelayan Merah Putih yang dibangun pemerintah pada tahun 2026. Proyek ini menjadi bagian dari target besar pembangunan 5.000 Kampung Nelayan Merah Putih hingga tahun 2029, sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Seluruh fasilitas tersebut nantinya akan dikelola secara mandiri oleh Koperasi Desa Merah Putih yang beranggotakan para nelayan setempat.

Baca Juga:  Perluas Lapangan Kerja, Disnakertranskop Mabar Fasilitasi Pemuda Lokal Magang ke Jepang

Lebih lanjut, Menko Pangan menegaskan komitmen penuh pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan nasional, baik dari sektor karbohidrat maupun protein. Upaya ini ditujukan untuk mengurangi ketergantungan pada komoditas impor sekaligus meningkatkan taraf hidup petani, peternak, pembudidaya, dan nelayan.

Pemerintah menargetkan peningkatan Nilai Tukar Nelayan (NTN) dari kisaran 103 menjadi 120 pada tahun 2027. Guna mendukung target tersebut, pemerintah mengembangkan sistem ekonomi tertutup (closed-loop economy) melalui koperasi nelayan. Koperasi ini akan menyerap seluruh hasil tangkapan sebelum didistribusikan ke berbagai sektor, termasuk untuk mendukung program pemenuhan gizi masyarakat.

Sebagai bagian dari strategi makro, pemerintah saat ini juga tengah mengembangkan kawasan budidaya udang seluas 2.150 hektare di Waingapu dengan target produksi mencapai 52.800 ton. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu eksportir protein udang utama di dunia.

Di Warloka sendiri, tercatat ada 351 kepala keluarga dengan 263 nelayan aktif yang mengoperasikan 178 kapal penangkap ikan. Komoditas tangkapan utama yang dihasilkan oleh nelayan setempat meliputi ikan tongkol, tembang, dan layang.

Melalui pembangunan ekosistem perikanan modern ini, pemerintah memproyeksikan produksi ikan di Warloka akan melonjak dari sekitar 1.038 ton menjadi 1.194 ton per tahun. Pendapatan rata-rata nelayan juga diperkirakan terkerek naik secara signifikan, dari Rp. 2,2 juta menjadi Rp. 3,5 juta per bulan.

Tidak hanya itu, pengelolaan kawasan melalui Koperasi Desa Merah Putih diproyeksikan mampu menghasilkan omzet sekitar Rp6,97 miliar per tahun, dengan potensi laba bersih mencapai Rp. 677 juta. Unit usaha yang dikembangkan meliputi pengelolaan cold storage, pabrik es, docking kapal, pasar ikan, hingga kios kuliner.

Untuk menunjang seluruh perputaran ekonomi tersebut, pemerintah telah membangun sedikitnya 29 fasilitas pendukung. Fasilitas tersebut mencakup gudang beku, pabrik es, kendaraan berperendingin, cool box, tambatan perahu, bengkel nelayan, pasar ikan, balai nelayan, kios usaha, jalan lingkungan, penerangan kawasan, instalasi pengolahan limbah, hingga fasilitas umum lainnya.

Baca Juga:  Kapolres Mabar Apresiasi Prestasi Atlet muda Karate-DO cabang Manggarai Barat, usai pulang dari NTB Desember lalu

Pemerintah berharap Kampung Nelayan Modern Warloka dapat menjadi role model atau percontohan bagi pengembangan kawasan pesisir di wilayah lain. Model ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas perikanan, memperkuat sendi-sendi ekonomi lokal, sekaligus menjadi pilar penyokong ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.

Penulis : Tim Infokini

Editor : Tim Infokini

Berita Terkait

Meriahkan Turnamen Takraw Golo Mori, Mahasiswa KKN UGM Dipercaya Serahkan Piala Juara IV
Anggur Putra C.N Sutar Serahkan 4 Piala Dukung Turnamen Sepak Takraw Desa Golo Mori.
Sengketa Lahan 10 Ha Wae Cicu Memanas, Tergugat I Protes Rencana Eksekusi PN Labuan Bajo
Mendukung Turnamen Sano Nggoang CUP, Pemilik Club Sahabat Putra Serahkan Bola Voli dan Net di Hadapan Ratusan Penonton
Sinergi Pemuda dan PSTI, Desa Golo Mori Gelar Ajang Pencarian Bakat Sepak Takraw
Gelar Kongres di NTT, Kemenko Infrastruktur Apresiasi Keberanian PMKRI Soroti Wilayah 3T
VIRAL! Dipicu Lelah mengantri, Dua Ibu Terlibat Adu Jotos Saat Antre BBM
Tepis Isu Sepihak, SMK Muhammadiyah Golo Mori Sebut Alokasi Dana PIP untuk SPP Hasil Kesepakatan Rapat

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 22:48 WITA

Menko Pangan Zulkifli Hasan Dorong Modernisasi Kampung Nelayan Warloka di Komodo

Kamis, 30 Juli 2026 - 18:31 WITA

Meriahkan Turnamen Takraw Golo Mori, Mahasiswa KKN UGM Dipercaya Serahkan Piala Juara IV

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:38 WITA

Anggur Putra C.N Sutar Serahkan 4 Piala Dukung Turnamen Sepak Takraw Desa Golo Mori.

Senin, 27 Juli 2026 - 16:04 WITA

Sengketa Lahan 10 Ha Wae Cicu Memanas, Tergugat I Protes Rencana Eksekusi PN Labuan Bajo

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:45 WITA

Mendukung Turnamen Sano Nggoang CUP, Pemilik Club Sahabat Putra Serahkan Bola Voli dan Net di Hadapan Ratusan Penonton

Berita Terbaru