LABUAN BAJO — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Kupang (UMK) melaksanakan program kerja nyata berupa sosialisasi bertajuk “Stop Bullying” di Sekolah Dasar Katolik (SDK) Kenari, Desa Tiwu Nampar, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat pada Jumat (8/8/2026).
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya preventif untuk menanamkan kesadaran sejak dini kepada siswa-siswi sekolah dasar mengenai bahaya nyata dari tindakan perundungan di lingkungan sekolah.
Ketua KKN UMK, Ludovitus Julmin, menjelaskan bahwa program ini digagas sebagai respons spontan atas maraknya kasus perundungan yang masih kerap terjadi di kalangan pelajar. Ia menekankan bahwa perundungan saat ini tidak hanya terjadi di dunia nyata, tetapi sudah merambah ke ranah digital.
“Kami melihat bahwa persoalan bullying masih menjadi tantangan serius di dunia pendidikan. Bentuknya beragam, mulai dari kekerasan fisik, verbal, sosial, hingga cyberbullying,” ujar Ludovitus yang juga merupakan mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum tersebut.
Melalui pendekatan yang edukatif, mahasiswa KKN mengajak anak-anak untuk memahami dampak buruk perundungan dari kedua sisi, baik bagi korban maupun pelaku. “Harapan kami, mereka dapat belajar saling menghargai satu sama lain sejak bangku sekolah dasar,” tambahnya.
Selama kegiatan berlangsung, para siswa diberikan materi interaktif mengenai pengenalan jenis-jenis perundungan, dampak psikologis yang ditimbulkan, serta langkah praktis untuk mencegahnya. Mahasiswa juga mengajarkan cara aman bagi siswa untuk melaporkan tindakan perundungan kepada guru atau orang tua jika mereka melihat atau mengalaminya.
Inisiatif ini mendapat apresiasi tinggi dari pihak sekolah. Kepala SDK Kenari, Ambros Djeleman, mengaku sangat bersyukur atas kehadiran dan kepedulian para mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Kupang.
“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran adik-adik mahasiswa. Harapan kami, materi yang disampaikan dapat dipahami dengan baik oleh siswa-siswi kami, sehingga ke depannya tidak ada lagi tindakan bullying antarsesama siswa di sekolah ini,” ungkap Ambros.
Melalui program kerja ini, mahasiswa KKN UMK berharap dapat membantu menciptakan iklim sekolah yang aman, nyaman, dan ramah anak, serta menumbuhkan rasa peduli antarsesama generasi muda di Desa Tiwu Nampar.
Penulis : Tim Infokini
Editor : Tim Infokini






