MBELILING – Konstelasi politik menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Tondong Belang kian mengerucut dan memperkuat posisi petahana. Fransiskus Severius Vedi, calon kepala desa (Cakades) petahana Desa Tondong Belang, resmi mengantongi dukungan penuh dari tiga tokoh adat (Tu’a Golo) terkemuka serta mantan kepala desa Tondong Belang, Kecamatan Mbeliling, Manggarai Barat. Jumaat (7/8/2026).
Dukungan strategis ini dinilai banyak pihak sebagai momentum emas yang akan mengubah peta kekuatan politik secara drastis dalam bursa Pilkades mendatang.
Ketiga pemangku adat yang menyatakan sikap resmi tersebut adalah Tu’a Golo Culu, Tu’a Golo Nobo, dan Tu’a Golo Mbore. Secara kompak dan bulat, mereka menyatukan suara bersama mantan Kepala Desa Tondong Belang, Fransiskus Hasa.
Sebagai figur-figur besar yang memiliki pengaruh akar rumput yang sangat kuat di tengah masyarakat, kolaborasi dukungan dari para pemangku adat dan mantan kepala desa ini diprediksi akan menjadi motor penggerak utama bagi kemenangan sang petahana. Konsolidasi politik dan adat ini menciptakan sebuah barisan kokoh yang sulit ditandingi oleh rival politik lainnya.
Untuk diketahui, Fransiskus Severius Vedi merupakan calon petahana yang saat ini tengah membidik periode kedua kepemimpinannya di Desa Tondong Belang. Para tokoh adat dan mantan pemimpin desa menegaskan bahwa dukungan ini tidak datang tanpa alasan, melainkan didasari oleh argumen penguat yang rasional dan objektif.
“Kami melihat rekam jejak yang nyata dari kinerja Fransiskus Severius Vedi selama memimpin pada periode pertama. Beliau dinilai sukses membawa perubahan positif bagi desa ini. Keberhasilan eksekusi berbagai program pembangunan desa menjadi bukti nyata dari kompetensi kepemimpinannya,” jelas salah satu tokoh adat saat berkumpul dalam agenda konsolidasi tersebut.
Lebih lanjut, para tokoh menaruh harapan besar agar kepemimpinan Frans Vedi di periode berikutnya dapat mempertahankan sekaligus meningkatkan tren kemajuan yang sudah berjalan dengan baik selama ini.
Penyatuan suara dari tiga wilayah adat utama Culu, Nobo, dan Mbore, yang melebur bersama barisan loyalis mantan kepala desa Fransiskus Hasa, secara otomatis menciptakan basis massa yang sangat solid di lapangan.
Komitmen tinggi yang ditunjukkan oleh para tokoh berpengaruh ini memiliki dampak ganda. Di satu sisi, konstelasi ini memperkuat posisi tawar Fransiskus Severius Vedi secara signifikan di mata pemilih secara umum. Di sisi lain, fenomena ini mempertegas arah dukungan mayoritas masyarakat Desa Tondong Belang yang merindukan adanya stabilitas politik serta keberlanjutan pembangunan desa yang berkelanjutan.
Dengan peta kekuatan yang semakin mengerucut dan solid ini, posisi Fransiskus Severius Vedi di atas kertas kini diunggulkan sebagai kandidat terkuat dalam kontestasi Pilkades Tondong Belang.
Penulis : Tim Infokini
Editor : Tim Infokini






