LABUAN BAJO – Sebuah unggahan di media sosial Facebook mendadak viral setelah memperlihatkan kondisi infrastruktur jembatan tambatan perahu (jetty) yang rusak parah di Kampung Ujung, Kelurahan Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Unggahan yang dibagikan itu pada Kamis (13/8/2026) tersebut memicu gelombang protes dari netizen dan warga lokal. Mereka mendesak pemerintah daerah segera mengambil tindakan nyata sebelum memakan korban jiwa. Kondisi Memprihatinkan ini berada di Jantung Kota Pariwisata.
Dalam foto dan video yang beredar luas, tampak struktur utama jembatan kayu tersebut sudah lapuk, patah, dan berlubang di beberapa titik. Beberapa tiang penyangga bawah jembatan juga terlihat miring akibat terkikis air laut dan hantaman ombak. Padahal, Kampung Ujung dikenal sebagai salah satu pusat kuliner malam dan kawasan strategis yang berada di jantung Labuan Bajo, sebuah destinasi wisata super prioritas (DSP) nasional.
Kondisinya sudah sangat darurat dan mengerikan. Setiap hari anak-anak dan nelayan terpaksa melintas di sini dengan bertaruh nyawa,” tulis pemilik akun Facebook dalam unggahan yang kini telah dibagikan ratusan kali tersebut.
Alur Aktivitas Ekonomi Warga Terganggu, Jembatan jetty di Kampung Ujung memiliki peran vital bagi mobilitas masyarakat setempat. Selain menjadi akses utama bagi para nelayan tradisional untuk membongkar hasil tangkapan, jembatan ini juga kerap digunakan oleh wisatawan yang ingin menyewa kapal wisata lokal. Kerusakan ini membuat aktivitas ekonomi warga terganggu.
Sentilan Keras Netizen: “Hidup Seperti di Negara Tanpa Pemerintah” Dalam postingan yang beredar luas, pemilik akun menuliskan keresahan mendalam dengan nada sarkasme yang tajam. Ia mempertanyakan fungsi kehadiran pejabat publik di tengah rusaknya fasilitas yang sangat vital bagi warga dan penunjang pariwisata.
“Halo bapak dan ibu yang duduk di kursi pemerintahan, bisa kah kalian memperbaiki fasilitas-fasilitas seperti ini untuk menunjang pariwisata Labuan Bajo? ini kami seperti tinggal dan hidup di sebuah negara yang tanpa pemerintah. Anggap saja yang nagih pajak itu orang bajak laut. Jembatan/jetty di Kampung Ujung ini sangat tidak mendukung sekali,” tulis pemilik Facebook tersebut dalam unggahannya, kamis, 13/8/2026.
Salah satu akun Facebook yang berkomentar, berharap Dinas Pariwisata tidak boleh menutup mata, mengingat lokasi kerusakan berada di kawasan strategis yang bersentuhan langsung dengan wisatawan.
Mereka berharap peninjauan langsung oleh pejabat Dinas Pariwisata dapat membuka mata pemerintah daerah mengenai urgensi perbaikan fasilitas penunjang ini. Kehadiran dinas terkait di lapangan dinilai penting agar mereka melihat langsung kontrasnya status Labuan Bajo sebagai Destinasi Wisata Super Prioritas (DSP) dengan realita infrastruktur warga lokal yang terbengkalai.
“Kami sangat berharap Kepala Dinas Pariwisata beserta jajarannya mau turun kaki ke Kampung Ujung. Lihat sendiri bagaimana wisatawan dan nelayan lokal bertaruh nyawa saat turun dari kapal karena dermaga yang reyot,” ujar salah satu warga setempat merespons unggahan viral tersebut.
Kritik ini langsung mendapat simpati luas dari warganet. Banyak yang sepakat bahwa penarikan pajak daerah tidak sebanding dengan timbal balik pembangunan fasilitas yang menyentuh masyarakat kecil. Kondisi Memprihatinkan di Jantung Kota Pariwisata Labuan Bajo.
Penulis : Tim Infokini
Editor : Tim Infokini






