LABUAN BAJO – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Nusa Tenggara Timur (NTT), Ahmad Yohan, M.Si, menegaskan komitmennya untuk membawa PAN menjadi wadah politik yang inklusif dan terbuka bagi semua kalangan. Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi IV DPR RI ini menyampaikan bahwa PAN harus mampu menjelma sebagai “Rumah yang Nyaman dan Aman untuk Semua Orang”.
Ungkapan tersebut disampaikan Ahmad Yohan, atau biasa disapa Bang Ayo, saat menghadiri Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dan Pelantikan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PAN Kabupaten Manggarai Barat di Aula Suka Damai, Desa Batu Cermin, Labuan Bajo, pada Rabu (12/8/2026).
Di hadapan seluruh pengurus dan kader, ia menyebut filosofi “rumah” bukan sekadar tempat bernaung saat kontestasi politik, melainkan sebuah ruang perjuangan bersama yang harus terus dirawat, dijaga, dan diperkuat.
“PAN harus menjadi rumah politik yang ramah, merangkul, dan memberikan kenyamanan bagi setiap orang yang ingin mengabdi untuk daerah ini. Rumah ini dibangun bersama-sama, dan kenyamanan di dalamnya terwujud jika seluruh elemen saling menghargai dan kompak bergerak,” ujar politisi yang akrab disapa Bang Ahmad Yohan tersebut.
Dalam kesempatan itu, Ahmad Yohan memberikan instruksi penting mengenai etika berpolitik yang harus dijaga oleh seluruh instrumen partai. Ia menekankan bahwa pimpinan, kader, hingga simpatisan serta relawan PAN wajib menampilkan wajah politik yang beradab dan merangkul.
“Seluruh pimpinan, kader, serta relawan PAN harus menunjukkan politik yang santun kepada masyarakat. Kita hadir untuk membawa solusi dan kedamaian, bukan menjadi sumber penebar kebencian di tengah-tengah publik,” tegas Wakil Ketua Komisi IV DPR RI ini dihadapan ratusan kader PAN, pada Rabu (12/8/2026) siang.
Bang Ayo, yang juga menjabat sebagai Anggota DPR RI ini menyampaikan bahwa PAN harus mampu menjelma sebagai “Rumah yang Nyaman untuk Semua”.Pernyataan tersebut ditekankan Ahmad Yohan dalam agenda Rapat Kerja Daerah (Rakerda) sekaligus Pelantikan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PAN Kabupaten Manggarai Barat.
Di hadapan seluruh pengurus dan kader, ia menyebut filosofi “rumah” bukan sekadar tempat bernaung saat kontestasi politik, melainkan sebuah ruang perjuangan bersama yang harus terus dirawat, dijaga, dan diperkuat. “PAN harus menjadi rumah politik yang ramah, merangkul, dan memberikan kenyamanan bagi setiap orang yang ingin mengabdi untuk daerah ini. Rumah ini dibangun bersama-sama, dan kenyamanan di dalamnya terwujud jika seluruh elemen saling menghargai dan kompak bergerak,” ujar Ahmad Yohan.
Ahmad Yohan memberikan pengingat keras kepada para kader PAN, khususnya di wilayah Manggarai Barat dan NTT, yang telah berhasil meraih kesuksesan di kursi legislatif maupun eksekutif. Ia mengingatkan agar para kader tidak menjauhkan diri dari partai setelah mendapatkan jabatan.
“Hubungan kader dan partai semestinya tidak bersifat transaksional hanya saat membutuhkan kendaraan politik. Semakin tinggi posisi politik yang berhasil diraih oleh seorang kader, maka tanggung jawab moralnya terhadap partai justru semakin besar. Jangan sampai ketika sudah sukses di atas, fondasi rumah yang membesarkan kita justru dilupakan,” tegasnya.
Ahmad Yohan, memastikan bahwa fokus pergerakan PAN di NTT akan selalu berorientasi pada kepentingan masyarakat luas. Komitmen ini sejalan dengan arahan Ketua Umum DPP PAN, Zulkifli Hasan, yang menginginkan PAN hadir nyata di tengah-tengah rakyat.
“Target kami membesarkan PAN di NTT bukan semata-mata untuk memperebutkan kekuasaan atau mengejar kursi legislatif sebanyak-banyaknya. Tujuan utamanya adalah memperluas daya jangkau pengabdian kita agar bisa memberikan manfaat konkrit bagi kesejahteraan seluruh masyarakat,” pungkasnya.
Melalui momentum Rakerda dan pelantikan pengurus DPC Manggarai Barat ini, PAN optimistis dapat terus memperkuat basis massanya serta menciptakan iklim politik yang tulus, inklusif, dan beretika demi kemajuan daerah Manggarai Barat.
Penulis : Tim Infokini
Editor : Tim Infokini






