Salah Satu Dari 18 Rumah Masyarakat Desa Wae Jare Hancur Total, Korban Belum Terima Bantuan Darurat

- Redaksi

Rabu, 19 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu dari Puluhan Rumah Masyarakat Desa Wae Jare yang rusak parah akibat Gempa pada, Sabtu (15/8/2026) pagi.

Salah satu dari Puluhan Rumah Masyarakat Desa Wae Jare yang rusak parah akibat Gempa pada, Sabtu (15/8/2026) pagi.

LABUAN BAJO, Info-Kini — Dampak guncangan gempa bumi Flores yang terjadi beberapa waktu lalu menyisakan duka mendalam bagi Masyarakat Kabupaten Manggarai Barat. Salah satu dampak terparah dilaporkan terjadi di Kampung Lalang, Desa Wae Jare, Kecamatan Mbeliling, Nusa Tenggara Timur (NTT). Di mana puluhan rumah masyarakat dilaporkan mengalami kerusakan parah hingga sedang, termasuk satu unit rumah setengah tembok yang hancur total akibat bencana tersebut. Rabu (19/8/2026).

Redaksi Info-Kini menerima kiriman foto eksklusif langsung dari pemilik rumah, Hamsi, yang memperlihatkan kondisi huniannya hancur total pasca-gempa Flores. Dokumentasi visual tersebut menunjukkan struktur bangunan mengalami kerusakan struktural yang sangat berat hingga roboh dan tidak bisa lagi ditempati. Seluruh dinding rumah retak dan runtuh, menyisakan puing-puing bangunan yang berserakan. Beruntung, penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri saat guncangan hebat terjadi, sehingga tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Tampak Dari Luar Bagian Samping Rumah.

Namun, di balik bukti visual kerusakan yang nyata tersebut, terselip ironi penanganan bencana yang lambat. Hingga berita ini dirilis, pemilik rumah mengaku belum mendapatkan respons ataupun bantuan darurat sama sekali dari jajaran pemerintah setempat, mulai dari tingkat desa, kecamatan, hingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manggarai Barat.

“Kami mengirimkan foto ini ke Redaksi media Info-Kini dengan harapan suara kami bisa didengar. Sampai detik ini, tidak ada satu pun petugas atau perwakilan pemerintah yang datang mengecek kondisi kami, apalagi membawakan bantuan mendesak seperti tenda pengungsian, sembako, atau pakaian,” ungkap Hamsi saat menghubungi Redaksi Info-Kini, pada Rabu (19/8/2026) siang.

Upaya konfirmasi kepada pihak pemerintah desa juga belum membuahkan hasil hingga berita ini diturunkan. Saat awak media mencoba menghubungi nomor telepon Damianus Jemalu selaku Penjabat Kepala Desa Wae Jare, nomor yang bersangkutan berada dalam kondisi tidak aktif. Alhasil, belum ada kejelasan mengenai langkah penanganan awal yang akan diambil oleh pihak desa untuk membantu keluarga Hamsi yang kini kehilangan tempat tinggal.

Baca Juga:  Tragis! Melamar Kerja Jadi LC, Wanita Asal Karawang Meninggal di Salah Satu THM di Labuan Bajo

Akibat ketiadaan posko pengungsian resmi atau tenda darurat, Hamsi beserta seluruh anggota keluarganya kini harus menumpang di rumah kerabat terdekat. Mereka terpaksa tinggal dalam kondisi serba terbatas dan sangat berharap adanya tindakan cepat dari pemerintah daerah untuk menyalurkan bantuan logistik harian serta pemulihan pascabencana.

Melalui rilisnya foto kerusakan ini, warga dan tokoh masyarakat setempat kembali mendesak Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat untuk segera menerjunkan tim tanggap darurat ke Desa Wae Jare. Proses verifikasi lapangan dan penyaluran logistik harus segera dilakukan agar keluarga korban tidak semakin telantar di tengah situasi sulit pasca-gempa.

Penulis : Tim Infokini

Editor : Tim Infokini

Berita Terkait

Soroti Masalah Desil KIP Kuliah, Anggota DPD Stevi Harman Perjuangkan Nasib Mahasiswa Terdampak Gempa Flores
Perjuangkan Pendidikan NTT, Stevi Harman Dorong Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Sekolah Rusak Akibat Gempa
Pemdes Batu Cermin, Terima Kunjungan Ketua Pembina Posyandu NTT, Ibu Asty Laka Lena
Gandeng DWP Pusat, Ketua DWP NTT Ny. Fatinci Reynilda Sodo Tinjau Langsung Warga Terdampak Gempa di Manggarai Timur
Seret Nama Ivon Burhan di Media Sosial, Terlapor EH Kini Menyandang Status Tersangka
Mantan Pejabat Mabar Diduga Pungut Sewa Ilegal Puluhan Juta Rupiah Kepada Pelaku Usaha Kecil di Wae Mata
Kasus Penganiayaan Warga Rangko oleh Oknum TNI Resmi Dilaporkan ke Polda NTT, Kuasa Hukum Desak Denpom Kupang Bertindak Cepat
Pemerintah Desa Batu Cermin Mengajak Warga Perkokoh Persatuan di Hari Kesaktian Pancasila 2026

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:58 WITA

Soroti Masalah Desil KIP Kuliah, Anggota DPD Stevi Harman Perjuangkan Nasib Mahasiswa Terdampak Gempa Flores

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:40 WITA

Perjuangkan Pendidikan NTT, Stevi Harman Dorong Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Sekolah Rusak Akibat Gempa

Selasa, 6 Oktober 2026 - 23:06 WITA

Pemdes Batu Cermin, Terima Kunjungan Ketua Pembina Posyandu NTT, Ibu Asty Laka Lena

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:30 WITA

Gandeng DWP Pusat, Ketua DWP NTT Ny. Fatinci Reynilda Sodo Tinjau Langsung Warga Terdampak Gempa di Manggarai Timur

Minggu, 4 Oktober 2026 - 00:47 WITA

Seret Nama Ivon Burhan di Media Sosial, Terlapor EH Kini Menyandang Status Tersangka

Berita Terbaru