Gema Takbir Membelah Malam, Suasana Syahdu Selimuti Sudut Kota, Ini Pesan Refleksi Kades Golo Mori

- Redaksi

Sabtu, 21 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO — Malam takbiran yang dilaksanakan jemaah Masjid ATTAQWA, di kampung Soknar Desa Golo Mori merupakan momen istimewa yang ditunggu umat muslim di saat akhir Ramadan yakni malam takbiran.

Gema takbir yang berkumandang menandai kemenangan setelah sebulan berpuasa. Di kampung Soknar misalnya, malam takbiran tidak hanya ritual ibadah, namun juga warisan budaya Islam yang kaya dengan nilai-nilai kearifan lokal.

Antusias ratusan umat muslim di kampung Soknar Desa Golo Mori, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) tampak begitu memukau saat mereka menggelar malam takbiran dengan pawai obor yang meriah pada Jumaat, 20/3/2026 malam.

Terlihat pawai tersebut diawali dengan berjalan kaki sebelum kemudian menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat yang juga ikut meramaikan suasana. ratusan warga terdiri dari para santri, siswa sekolah dan ibu ibu tumpah ruah mengikuti dan memeriahkan pawai yang menempuh rute mengelilingi Desa Pugung Raharjo.

Pantauan awak media dilokasi, pawai obor dimulai selepas Magrib di kampung Soknar. Titik kumpul yakni di Masjid ATTAQWA dan berakhir di Masjid UTSWATUN HASANAH. Sekitar 15 menit dari situ para jemaah dari kampung Soknar bergegas kembali ke Masjid ATTAQWA.

Sekitar 400 umat muslim, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa tumpah ruah mengikuti dan memeriahkan pawai yang menempuh rute mengelilingi Desa Golo Mori. Pawai juga dimeriahkan oleh berbagai mobil hias dengan soundsystem dan mengumandangkan takbir, serta iring-iringan obor warga.

dengan semangat membara berpartisipasi aktif dalam acara tersebut. Terdapat kekayaan ragam budaya dan semangat kebersamaan yang sangat kental terasa dalam setiap langkah pawai obor ini.

Para peserta dengan antusias menyanyikan takbir dan membawa obor yang menyala, menambah nuansa kemeriahan dan kegembiraan di sepanjang perjalanan mereka mengelilingi Kampung Golo Mori. Namun, di balik gemerlapnya suasana, keamanan dan ketertiban tetap menjadi perhatian utama dibawah pengawasan Remaja Masjid Soknar.

Baca Juga:  Ironis! Oknum ASN Mabar Kuasai Aset Pemda, Diduga Bawa Personel TNI Saat Paksa Lapak Pedagang di Kosongkan

Samaila, Kepala Desa Soknar menyampaikan pesan religius pada momentum Idul Fitri 1447 H yang berlangsung di Desa Golo Mori.

“Moment seperti ini mestinya dipertahankan untuk dilakukan di tahun berikutnya, karena dulu kami disini masih tertutup, artinya jika dilakukan Pewai Obor paling disekitar kmpung Soknar saja.

Oleh karena itu, kami berkordinasi dengan teman-teman BKM untuk dilakukan Pewai keliling, karena salah satu point pentingnya disini adalah, karena kita sudah melaksanakan ibadah puasa selama sebulan penuh,” ujar Kades Samaila pada Jumaat, 20/3/26 malam.

Ia juga berpesan kepada kalangan generasi mudah agar menciptakan nilai keagamaan dan kebudayaan dilingkungan kita masing-masing.

“Disini saya selalu berpesan kepada generasi agar selalu menciptakan nilai keagamaan, kearifan lokal serta budaya kita agar tetap kita pertahankan. Oleh karena itu, kami pemerintah desa mengucapkan terimakasih banyak kepada seluruh elemen yang sudah membantu dalam kegiatan ini malam,” pungkasnya.

Kades Samaila juga mengucapkan terimakasih banyak kepada Donatur yang telah mengambil bagian untuk menyukseskan kegiatan pada malam takbiran di desa Golo Mori.

“Dari tempat ini pula saya mengucapkan limpah terima kasih kepada Donatur, didalamnya ada ITDC dan dari Non Muslim juga turut membantu kami agar menyukseskan Pawai malam takbiran ini.

Sekali lagi kami ucapkan terimakasih banyak untuk semuanya, semoga kedepannya masyarakat desa Golo Mori tetap menjaga nilai-nilai keagamaan dan budaya” tutup Kades Samaila.

Malam takbiran memang selalu menjadi momen istimewa bagi umat Islam. Gema takbir yang berkumandang dari masjid menandai kemenangan setelah sebulan berpuasa. Indonesia misalnya, takbiran tak sekadar ritual ibadah, melainkan warisan budaya Islam yang kaya dengan nilai-nilai kearifan lokal.

Dengan demikian, melalui pawai obor yang berlangsung meriah di Desa Golo Mori ini, dapat dilihat bahwa nilai-nilai keagamaan, budaya, dan kebersamaan dapat saling menyatu dan menguatkan, menciptakan harmoni dan kedamaian di tengah-tengah masyarakat yang multikultural.

Baca Juga:  Oknum Polisi F Diperiksa, Kombes Pol Henry Novika Chandra: Jika Terbukti Terlibat Maka Akan Diproses Sesuai Prosedur Hukum

Penulis : Tim Infokini

Editor : Tim Infokini

Berita Terkait

Kuasa Hukum MS Angkat Bicara Luruskan Kronologi Pertemuan di Gorontalo
Syukur Atas Berkat Setahun, Masyarakat Gendang Sangka Gelar Ritual Adat Penti
Kecelakaan Kapal Wisata Berulang di Labuan Bajo, Sergius Try Deddy Soroti Koordinasi KSOP dan Dishub
Dugaan Selingkuh Oknum Kades dan Bu Bidan Puskesmas: Homestay Jadi Saksi Akhir Cinta Terlarang dan Berakhir di Tangan Polisi
Bahas RAPBD 2027, Ali Sehidun: Program Pemerintahan Harus Efektif dan Dirasakan Rakyat
Dugaan Skandal Perselingkuhan Oknum Kades di Labuan Bajo Terbongkar, Kabur Saat Digerebek Suami Sah
Kades Batu Cermin Desak Pemerintah Pusat Segera Tetapkan Batas Tanah Bandara Komodo
Operasi KM Feronia: Tim SAR Gabungan Perluas Jaringan Pencarian hingga Dasar Laut Tatawa Besar

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 00:40 WITA

Kuasa Hukum MS Angkat Bicara Luruskan Kronologi Pertemuan di Gorontalo

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:58 WITA

Syukur Atas Berkat Setahun, Masyarakat Gendang Sangka Gelar Ritual Adat Penti

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:53 WITA

Kecelakaan Kapal Wisata Berulang di Labuan Bajo, Sergius Try Deddy Soroti Koordinasi KSOP dan Dishub

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:35 WITA

Dugaan Selingkuh Oknum Kades dan Bu Bidan Puskesmas: Homestay Jadi Saksi Akhir Cinta Terlarang dan Berakhir di Tangan Polisi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:14 WITA

Bahas RAPBD 2027, Ali Sehidun: Program Pemerintahan Harus Efektif dan Dirasakan Rakyat

Berita Terbaru