MANGGARAI TIMUR – Sebuah video kontroversial yang memperlihatkan aksi tidak terpuji seorang oknum warga menginjak-injak paket bantuan sembako beredar luas dan memicu kemarahan publik di media sosial. Peristiwa tersebut diketahui terjadi di Dusun Nangalok, Desa Golo Lijun, Kecamatan Elar, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Senin (7/9/26) siang.
Aksi yang berlangsung pada Senin tersebut sempat menuai sorotan tajam dan kesalahpahaman di jagat maya. Sejumlah warganet sempat menuding bahwa masyarakat Desa Golo Lijun secara keseluruhan menolak bantuan pemerintah dengan menginjak paket pangan tersebut. Namun, fakta di lapangan menunjukkan hal yang sebaliknya.
Berdasarkan keterangan dari sejumlah warga yang menyaksikan langsung kejadian, masyarakat setempat justru sangat mengharapkan dan membutuhkan bantuan pangan tersebut di tengah situasi ekonomi yang sulit.
Salah seorang warga yang berada di lokasi kejadian memberikan klarifikasi mendalam guna memulihkan nama baik desanya. Ia menerjemahkan percakapan bahasa daerah (Manggarai) yang terdengar di dalam video, yang membuktikan bahwa warga sebenarnya memprotes keras aksi penginjakan tersebut.
“Oke logho ning. Emo ghami ata butuh. Omo ite toe butuh, ting ghami. Ghami toe manga ute,” ujar warga dalam rekaman video tersebut.
Jika diterjemahkan, kalimat tersebut berarti: “Jangan begitu. Kami butuh bantuan ini. Kalau kamu tidak butuh, biar untuk kami saja. Kami tidak punya lauk (untuk makan).”
Saksi mata tersebut menegaskan bahwa masyarakat sangat membutuhkan bantuan pangan tersebut, meskipun jumlahnya terbatas.
“Masyarakat itu sangat butuh, biar cuma mi 3 bungkus. Biarkanlah bantuan itu bagi mereka yang sangat membutuhkan. Kalau pelaku merasa diri sudah kaya, ya kasih saja ke keluarganya atau kami yang miskin ini. Sangat disayangkan. Jadi bisa disimpulkan, yang tidak butuh mi itu ya dia sendiri yang bagian merekam dan menginjak-injak paket itu. Bukan masyarakat Golo Lijun,” ungkapnya dengan nada kecewa.
Merespons kegaduhan yang terjadi, Kepala Desa Golo Lijun, Yovita Mbaju, akhirnya buka suara memberikan klarifikasi resmi saat dikonfirmasi oleh awak media pada Selasa (8/9/2026) sore.
Yovita membenarkan adanya insiden memuakkan tersebut dan secara terbuka meluapkan kekecewaannya terhadap oknum warga yang diketahui bernama Sainin Sadang Sawal. Fakta mengejutkan pun terungkap, di mana pelaku sempat mengklaim dirinya sebagai seorang jurnalis saat melancarkan aksinya.
“Ya, benar Pak. Oknum ini mengaku sebagai seorang wartawan lagi. Saya sudah cek langsung ke rekan-rekan wartawan yang ada di Manggarai Timur, dan katanya tidak ada wartawan atas nama itu di Matim. Dia memang warga masyarakat asli Desa Golo Lijun,” ungkap Yovita dengan nada geram.
Kades Yovita sangat menyesalkan dan mempertanyakan logika berpikir oknum tersebut. Ia menilai tindakan pelaku sama sekali tidak mencerminkan nilai kemanusiaan maupun profesionalisme jurnalis yang diklaimnya.
“Kalau memang dia benar-benar seorang wartawan, kenapa tega menginjak lagi paket sembako yang semestinya harus diberikan kepada warga yang membutuhkan? Tindakan ini sungguh tidak masuk akal,” sesal Yovita.
Kepala Desa perempuan ini menegaskan bahwa Pemerintah Desa (Pemdes) Golo Lijun telah menyalurkan bantuan pangan tersebut secara transparan, merata, dan sesuai dengan prosedur baku di sepuluh Rukun Tetangga (RT).
“Padahal pembagian bantuan itu sudah dibagi ke sepuluh RT. Nah, dari tingkat RT, dibagi lagi secara merata ke setiap Kepala Keluarga (KK). Apanya lagi yang salah?” tegas Yovita mempertanyakan motif provokasi pelaku.
Ia pun meminta jika ada warga yang merasa tidak puas atau tidak menginginkan bantuan yang disalurkan oleh pemerintah desa, semestinya paket tersebut dikembalikan secara baik-baik, bukan malah dirusak di depan umum.
“Kalau dia tidak suka dengan bantuan itu, kembalikan saja! Karena masih banyak warga lain yang jauh lebih membutuhkan,” Cetusnya.
Sebagai representasi dari pemerintah setempat, Yovita mengecam keras tindakan amoral yang dilakukan oleh Sainin di Dusun Nangalok. Ia memastikan bahwa proses penyaluran bantuan di sembilan RT lainnya berjalan dengan aman, kondusif, dan tepat sasaran tanpa ada riak sedikit pun.
“Sebagai Pemerintah setempat, saya sangat kecewa dengan video manusia bejat itu, Pak. Di RT lain semuanya aman-aman saja. Tetapi khusus di RT Nangalok ini, dia yang bernama Sainin Sadang Sawal ini selalu saja membuat ulah dan memprovokasi keadaan,” pungkas Yovita menyudahi keterangannya.
Kasus ini kini tengah menjadi sorotan hangat. Masyarakat dan berbagai pihak mendesak aparat penegak hukum serta organisasi pers di Manggarai Timur untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap oknum wartawan gadungan tersebut agar memberikan efek jera.
Penulis : Tim Infokini
Editor : Tim Infokini






