BPOLBF Bersama Sekber Asosiasi Pariwisata Manggarai Barat, Dorong Kolaborasi Strategis untuk Pariwisata Berkelanjutan

- Redaksi

Sabtu, 31 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Diskusi Kepariwisataan di Ruang Rapat Florata, Kantor BPOLBF.

Diskusi Kepariwisataan di Ruang Rapat Florata, Kantor BPOLBF.

LABUAN BAJO — Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) menggelar kegiatan Bincang Kepariwisataan bersama Sekretariat Bersama (Sekber) Asosiasi Pariwisata Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Rabu, (28/01/2026) pagi di Ruang Rapat Florata, Kantor BPOLBF.

Forum diskusi ini menjadi ruang dialog terbuka yang bertujuan memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan dalam menjawab berbagai isu dan tantangan kepariwisataan di Labuan Bajo Flores.

Plt. Direktur Utama BPOLBF, Andhy MT Marpaung, menyampaikan bahwa kolaborasi lintas sektor merupakan kunci dalam membangun ekosistem pariwisata yang kuat, inklusif, dan berkelanjutan.

“BPOLBF memandang forum seperti ini sangat strategis karena menjadi ruang bertemunya ide, aspirasi, dan solusi dari para pelaku pariwisata. Sinergi antara pemerintah, asosiasi, dan pelaku usaha harus terus diperkuat agar pengembangan pariwisata Labuan Bajo Flores berjalan selaras dengan prinsip keberlanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Andhy.

Dalam diskusi ini, para peserta saling berbagi perspektif, menangkap peluang kolaborasi, serta merumuskan langkah-langkah strategis guna memperkuat ekosistem kepariwisataan Manggarai Barat yang berdampak positif bagi masyarakat, pelaku usaha, dan keberlanjutan destinasi. Hasil dari pertemuan ini akan dirumuskan menjadi strategi jangka pendek, menengah, dan jangka panjang untuk pengembangan ekosistem pariwisata Labuan Bajo Flores yang lebih terarah dan berkelanjutan.

Ketua Sekretariat Bersama (Sekber) Asosiasi Pariwisata Manggarai Barat sekaligus Ketua DPC Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Manggarai Barat, Aloysius S. Karya, menekankan pentingnya penguatan kapasitas sumber daya manusia pariwisata sebagai salah satu upaya dalam menghadapi risiko dan tantangan di sektor pariwisata.

“Perlu ada pelatihan SDM pariwisata terkait dengan mitigasi bencana pariwisata. Selain itu, seluruh pihak perlu duduk bersama untuk membahas berbagai isu strategis pariwisata agar dapat ditangani secara kolaboratif,” ujar Aloysius.

Baca Juga:  Bupati Manggarai Barat perintahkan Kadis Tenaga kerja Theresia P. Asmon, bagi Pelaku UMKM yang hanya memperburuk citra pariwisata, tutup!

Ia juga menyampaikan salah satu resolusi penting yang dinilai mampu memperkuat daya saing dan keamanan destinasi, yakni pelaksanaan Marine Safety Training atau Pelatihan Keselamatan Laut. Program ini diharapkan dapat meningkatkan standar keselamatan aktivitas wisata bahari yang menjadi salah satu daya tarik utama Labuan Bajo.

Sekretariat Bersama (Sekber) Asosiasi Pariwisata Manggarai Barat sendiri merupakan wadah kolaborasi yang menaungi 15 asosiasi pariwisata di Labuan Bajo. Organisasi ini berfokus pada konsolidasi data pelaku wisata serta penguatan kolaborasi lintas sektor untuk mendorong pengembangan pariwisata yang berkelanjutan dan inklusif.

Diskusi ini turut dihadiri oleh Marsel selaku Ketua P3Kom sekaligus Bendahara Sekber, serta Haris selaku Sekretaris Sekber yang juga merupakan perwakilan asosiasi DOCK. Kehadiran berbagai unsur asosiasi ini memperkuat komitmen bersama dalam membangun ekosistem pariwisata Labuan Bajo Flores yang aman, berkualitas, dan berdaya saing global.

Sebagai tindak lanjut jangka pendek, berbagai isu kepariwisataan yang menjadi tugas dan fungsi BPOLBF akan segera dikonsolidasikan dengan pemerintah pusat. Langkah ini mencakup pengadaan program pelatihan peningkatan kapasitas SDM pariwisata, pengembangan aktivitas wisata dan penyelenggaraan event berbasis darat, serta penanganan sejumlah isu strategis lainnya yang memerlukan kolaborasi lintas sektor di tingkat pusat. Upaya ini diharapkan dapat mempercepat implementasi program prioritas serta memperkuat daya saing pariwisata Labuan Bajo Flores secara berkelanjutan.

Penulis : Tim Infokini

Editor : Sansiro Petra

Berita Terkait

Sergius Try Dedi Soroti Dampak Ekonomi Masyarakat dari Pembatasan Kuota 1.000 ke TNK
Temui Masa Aksi, Rofinus Rahmat Menyampaikan Fraksi Golkar Menolak Kebijakan Kouta 1.000 ke TNK
Masa Aksi Kepung Kantor BTNK, Sergio Tri Dedy: Kouta 1.000 ke TNK Kebijakan Bodoh
AWSTAR Labuan Bajo Mengecam Keras Kebijakan Kouta 1000 Untuk Wisatawan ke TNK
Pemandu Wisata Lokal (PWL) Resmi mendaftar di Kantor Kesbangpol Manggarai Barat
BPOLBF Melaksanakan Diskoria Bersama Media Untuk Berbagi Informasi Terkini, Mendiskusikan Agenda Pengembangan Pariwisata
Presiden Prabobowo Soroti Soal Sampah di Pantai Kuta Bali, Kodam II/Sriwijaya Perang Terhadap Sampah
Proses Pencarian Armendo di hari kedua terhambat, akibat curah hujan yang tinggi dan aliran air sungai semakin membesar

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 21:55 WITA

Sergius Try Dedi Soroti Dampak Ekonomi Masyarakat dari Pembatasan Kuota 1.000 ke TNK

Selasa, 14 April 2026 - 13:26 WITA

Temui Masa Aksi, Rofinus Rahmat Menyampaikan Fraksi Golkar Menolak Kebijakan Kouta 1.000 ke TNK

Senin, 13 April 2026 - 18:12 WITA

Masa Aksi Kepung Kantor BTNK, Sergio Tri Dedy: Kouta 1.000 ke TNK Kebijakan Bodoh

Minggu, 12 April 2026 - 23:51 WITA

AWSTAR Labuan Bajo Mengecam Keras Kebijakan Kouta 1000 Untuk Wisatawan ke TNK

Kamis, 9 April 2026 - 12:56 WITA

Pemandu Wisata Lokal (PWL) Resmi mendaftar di Kantor Kesbangpol Manggarai Barat

Berita Terbaru