MANGGARAI— Nasib tragis menimpa Armendo (14) tahun, siswa SMPK ST. Fransiskus Xaverius Ruteng, warga kampung Orong Kecamatan Welak, Manggarai Barat korban tenggelam di air terjun Tiwu Pai dusun wontong desa To’e kecamatan Reok Barat, kabupaten Manggarai belum ditemukan. Hingga hari kedua ini, senin 12/01, tim SAR gabungan, Polairud dan relawan menyusuri sungai hingga penyelaman lokal, namun korban belum ditemukan. Senin, 12/01/2026.
Akibat curah hujan yang tinggi serta arus air sungai yang deras menjadi hambatan proses pencarian korban oleh Tim SAR gabungan bersama dengan warga. Mereka juga menyelam dengan kedalaman sungai kisaran empat meter dan keruh serta derasnya arus sungai menjadi kendala tim gabungan dalam proses pencarian korban.
”Di tempat korban pertama tenggelam itu kedalaman sekitar empat sampai lima meter, mana airnya keruh dan arusnya deras, Pencarian dilakukan hingga pukul 15.00 Wita, namun korban masih belum ditemukan. Operasi SAR akan terus dilanjutkan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan faktor keselamatan personel di lapangan,” jelas Fathur.
Pencarian korban akan dilanjutkan esok hari, kegiatan pencarian akan lebih terfokus pada penyisiran sungai, dengan harapan tidak turun hujan dan air kembali jernih.
“Besok di hari yang ke-3 pencarian terhadap korban Armendo dilanjutkan, semoga tidak hujan agar debit air bisa berkurang dan jernih supaya bisa dilakukan penyelaman,” Harapnya.
Kronologis Kejadian tenggelamnya Armendo di Tiwu Pai berdasarkan data yang diterima oleh Tim Infokini.com.
Pada hari Minggu tanggal 11 Januari 2026 pukul 08.00 Wita, korban bersama ke-10 orang temannya berangkat menggunakan 5 unit sepeda motor dari Ruteng menuju Kampung Wontong, Desa To,e, Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai dengan tujuan rekreasi di air terjun Tiwu Pai. Setibanya di rumah saudara Irenius Andar ( pengelola air terjun Tiwu Pai ) korban bersama teman – temannya langsung menyampaikan tujuan mereka sehingga saudara Irenius Andar merespon dengan menyampaikan bahwa, untuk masuk ke lokasi air terjun Tiwu Pai harus membayar uang sebesar Rp. 20.000 ( dua puluh ribu rupiah ) / orang. Setelah mereka membayar dan saudara Irenius Andar menerima uang tersebut, ia langsung memanggil dua orang anak untuk mengantar ke air terjun sementara dirinya masih tetap berada di rumah.
Ketika sampai di tempat air terjun, korban bersama ke dua saksi langsung melompat ke dalam air, saat itu juga korban sempat berupaya untuk ke pinggir sungai, namun tenggelam ke dasar sungai. Melihat kejadian itu saksi yang bernama, Dominikus Savio Eki menyampaikan ke teman wanitanya yang saat itu juga berada di tempat ganti pakaian yang letaknya sekitar 30 meter dari lokasi. Dan langkah yang diambil saat itu, koordinasi dengan kepala desa To,e dan juga Kapospol Reok Barat agar segera ke lokasi kejadian di Tiwu Pai untuk melakukan pencarian terhadap korban, dan lansung mencarikan solusi agar korban bisa di temukan.
Upaya pencarian saat itu menggunakan alat tradisional yaitu merakit kayu dan bambu. Dan anggota Pol Air menggunakan perlengkapan menyelam Scuba.
Turut hadir dilokasi kejadian pada hari Minggu 11/01/2026 untuk melakukan pencarian Anggota Sat Pol Air Reok 6 orang Dpp (AKP Yitno S), Anggota Polsek Reok 4 orang Dpp (Aiptu Jumadin), Anggota Koramil 1612-02/Reok 4 orang Dpp (Serda Syafrudin).
Penulis : Tim Infokini
Editor : Sansiro Petra






