LABUAN BAJO — Kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah pusat dirasakan dampaknya untuk masyarakat. Namun, dari kondisi efisiensi itu tidak terjadi dampak untuk Kontraktor yang memenangkan tender pkerjaan proyek. Mereka malah mengambil keuntungan disaat masyarakat sangat membutuhkan jalan yang lebih bagus dari sebelumnya. Salah satu contoh nyata di tengah tingginya permintaan masyarakat terhadap perbaikan jalan di wilayah pedesaan penghubung antar-kecamatan Sano Nggoang dikerjakan asal jadi.
Proyek pekerjaan Lapis Penetrasi (Lapen) pengaspalan jalan menuju salah satu desa yang dikerjakan oleh CV. SADAWIRA KONSTRUKSI yang bersumber dari Dana APBD tahun anggaran 2025.
Pekerjaan jalan itu di Kecamatan Sano Nggoang, Kabupaten Manggarai Barat, NTT. Diduga dikerjakan asal-asalan tidak sesuai spesifikasi alias asal nempel. Rabu, 18/02/2026.
Hal ini terindikasi dengan adanya keluhan sejumlah warga/masyarakat yang mengeluhkan kondisi jalan yang dikerjakan baru beberapa bulan fisiknya sudah rusak.
Dugaan kerusakan di berbagai titik lokasi sepanjang jalan itu diduga kuat karena pekerjaan yang tak sesuai spesifikasi teknis pekerjaan.
Jalan Lapen dimaksud usianya belum genap setahun, belum juga di PHO tapi sudah terlihat rusak. Pekerjaan jalan itu dibangun menggunakan dana dari APBD tahun 2025 dengan pagu anggaran senilai Rp. 1.999.992.000.00 rupiah dengan lebar 3 meter.
Seorang warga masyarakat yang enggan disebutkan namanya mengatakan, kami menyayangkan adanya pekerjaan Lapen yang berada di kampung kami dikerjakan asal-asalan.
“Saya sih cuma belum paham, ini aspal tingkat kategori apa, lalu apa saja kelengkapannya? Ada beberapa bagian tidak ada drainase nya, terus sayap jalan itu cuma di tabur pasir secara manual.
Kami tidak begitu tau secara teknis proses pengerjaan pak. Tapi yang kami lihat pekerjaan Lapen ini sepertinya tidak berkualitas,” ungkapnya melalui pesan WhatsApp pada Rabu, 18/02/26, malam.
Selain itu kata dia, pada proses pemadatan batu-batunya itu tidak digilas dengan baik batu-batunya ada yang bercampur tanah. Begitu pun saat hamparan aspal, sedikit sekali aspal yang dihampar.
“Kami kan bisa menonton mereka punya pekerjaan melihat dari aspalnya saja diduga kurang berkualitas, saya memang bukan ahli tapi sering melihat drum aspal tidak seperti yang ini pak, para pekerja juga menyiram aspalnya kurang bagus,” tuturnya.
Sementara itu, warga lain juga minta namanya dirahasiakan mengungkapkan keluhan yang sama. Mereka menyesal dengan pihak ketiga yang mengerjakan Lapen tersebut benar-benar hanya untuk menghabiskan dana tanpa memperhatikan betul kualitas pekerjaan.
“Kualitasnya buruk sekali pak. Bayangkan saja bisa dikorek dengan tangan saja sudah terkelupas, ini akibat karena hamparan aspalnya terlalu sedikit. Di agregat pengunci mereka mungkin tidak hampar aspal tapi langsung agregat penutup kemudian digilas hanya sebentar saja dan aspal lalu dikasih abu,” ungkapnya
Sorotan masyarakat ini mencuat disebabkan pengerjaan proyek tersebut tidak berkualitas.
“Fisik pkerjaa Lapen pun mudah sekali dikorek dengan tangan saja. Padahal pagu anggaran pekerjaan jalan ini sangat besar”, lanjutnya.
Mereka berharap semoga dengan pemberitaan oleh Media, pihak pelaksana pekerjaan dapat mengerjakan ulang, dan jika tidak kami warga masyarakat siap melaporkan.
“Salah satu jalan bagi kami masyarakat ini melalui Pemberitaan di media saja, biar bisa membongkar semua pekerjaan jalan yang menuju kampung kami ini, apa lagi kami warga masyarakat yang pengguna jalan ini, jika tidak, kama kami akan melaporkan di Kejari Manggarai Barat”, imbuhnya
Tim redaksi melakukan konfirmasi melalui pesan WhatsAp kepada pelaksana, pada Rabu (18/2/1/2026) malam.
“Malam blom selesai masih perpanjang waktu pekerjaan sisa bahu jalan. Baru cair 80 persen kemarin,” Jawabnya dengan singkat
Penulis : Tim Infokin
Editor : Sansiro Petra






