Simon Jeriki Yang Menjaga Tanah Milik Alo Oba Buka Suara Usai Pater Marsel Agot Membuat Klarifikasi

- Redaksi

Senin, 2 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Simon Jeriki dan Siprianus Transurdi, saat diwawancara oleh sejumlah media pada Senin, 01/02/2026 malam

Simon Jeriki dan Siprianus Transurdi, saat diwawancara oleh sejumlah media pada Senin, 01/02/2026 malam

LABUAN BAJO — Perseteruan Pater Marsel Agot, SVD dengan karyawan penjaga di lokasi tanah milik Alosius Oba di Kawasan Batu Gosok, Kelurahan Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT terus berlanjut.

Tiga orang karyawan penjaga tanah Alo Oba kembali buka suara usai Pater Marsel Agot SVD membuat klarifikasi di sejumlah media.

Simon Jeriki alias John yang menjaga tanah milik Alo Oba dalam memberikan keterangannya kepada sejumlah wartawan di Labuan Bajo pada Minggu, 01 Februari 2026 menjelaskan bahwa Pater Marsel Agot SVD memang mengeluarkan bahasa ancaman saat mendatangi lokasi tanah milik Alo Oba pada Kamis, 26 Januari 2026 di Batu Gosok, Kelurahan Wae Kelambu, Manggarai Barat, Nusa Tenggada Timur.

Ia menjelaskan bahwa ancam dari Pater Marsel itu berawal ketika ia datang ke lokasi dengan belasan orang lainya. Mereka datang membawa parang masuk ke lokasi tanah milik Alo Oba dan kemudian memasang pilar.

Dari belasan orang yang datang dilokasi itu, ada beberapa orang yang menurut Jhon karyawan di Yayasan Perundi.

Menurut John, awalnya ia dan teman temannya tidak mempersoalkan saat Pater Marsel Agot, SVD dan masa yang dalam jumlah banyak memasang pilar karena menurut John bahwa Marsel Agot ini masih sebatas klaim.

Tak lama kemudian, John meminta kepada Pater Marsel Agot agar tidak melarangnya jika ia juga memasang patok di lokasi yang sama. Karena lokasi itu adalah tanah milik Alo Oba yang sedang mereka jaga.

“Ia ada (ancaman). Karena waktu itu saya bilang bahwa Pater ite sudah tanam patok kami tidak cegat. Jadi giliran saya mau pasang spanduk (pilar). Dia (Pater Marsel Agot, SVD) bilang begini, oh tidak boleh. Mulai dari situ dia (Marsel Agot) agak keras (nada suaranya),” ujarnya pada Minggu, 01/02/2026 malam.

Baca Juga:  Refleksi HUT Puskesmas Golo Mori, Tingkatkan Sinergi Lintas Sektoral Demi Kesehatan Warga

“Ada ancaman, ceritanya biar Alo Oba datang ke sini (lokasi tanah Batu Gosok) ini namanya (dalam istilah bahasa manggarai) ‘purak mukang wajo kampong’ (serang dan kepung markas),” lanjut John menirukan nada suara Marsel Agot.

Menurut John bahwa pengakuan Pater Marsel sebagai pemilik tanah di lokasi hanyalah klaim. Karena itu ia menganjurkan kepada Pater untuk menghubungi nomor Hp dan nama kuasa hukum Alo Oba yang tertera di spanduk yang dipasang di lokasi.

“Saya bilang salah satu jalan ada nomor tim hukum silahkan hubungi nomor tim hukum Alo Oba,” ujarnya.

“Kalau kehadiran hari pertama itu saya bilang tanahnya Pater di mana? Dia tunjuk yang ini, tanah yang sekarang saya jaga. Tapi bukan ke pondok yang sebelah jalan. Menurut sepengetahuan saya ya, tanah dia yang itu (tanah milik Alo Oba). Pater tidak pernah ceritakan bahwa ini tanah saya,” beber Jhon

Sementara itu pada kesempatan yang sama Siprianus Transurdi karyawan Alo Oba juga menegaskan bahwa apa yang disampaikan oleh John adalah benar. Karena apa yang terjadi dilokasi pada saat itu memang ada ancaman yang disampaikan oleh Pater Marsel Agot. “Memang ada ancaman dia bilang begini, mana Alo Oba suruh ke sini dia, kalau tidak kita panggil lagi masa dari kampung, biar kita mati disini kami tidak takut,” serunya.

Hal senada juga disampaikan oleh Mansur. Dalam penjelasannya, Mansur mengatakan bahwa ancaman dari Pater Marsel Agot itu benar adanya.

“Dia dengan nada tinggi bilang mana Alo Oba suruh ke sini biar kita mati di sini saja. Ini namanya purak mukang wajo kampong,” jelas Mansur.

Penulis : Tim Infokini

Editor : Tim Infokini

Berita Terkait

Temui Masa Aksi, Rofinus Rahmat Menyampaikan Fraksi Golkar Menolak Kebijakan Kouta 1.000 ke TNK
Masa Aksi Kepung Kantor BTNK, Sergio Tri Dedy: Kouta 1.000 ke TNK Kebijakan Bodoh
AWSTAR Labuan Bajo Mengecam Keras Kebijakan Kouta 1000 Untuk Wisatawan ke TNK
Sengketa Pemberitaan Infolabuanbajo, Dewan Pers: Kasus Itu Merupakan Ranah Etik Jurnalistik, Bukan Pidana
Refleksi HUT Puskesmas Golo Mori, Tingkatkan Sinergi Lintas Sektoral Demi Kesehatan Warga
Gema Takbir Membelah Malam, Suasana Syahdu Selimuti Sudut Kota, Ini Pesan Refleksi Kades Golo Mori
Latar Belakang Ilmu Pemerintahan, Fransiskus Sales Sodo, Sudah Mahir Dalam Birokrasi
BMKG: Curah Hujan Tinggi Akan Mengguyur Wilayah NTT

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 13:26 WITA

Temui Masa Aksi, Rofinus Rahmat Menyampaikan Fraksi Golkar Menolak Kebijakan Kouta 1.000 ke TNK

Senin, 13 April 2026 - 18:12 WITA

Masa Aksi Kepung Kantor BTNK, Sergio Tri Dedy: Kouta 1.000 ke TNK Kebijakan Bodoh

Minggu, 12 April 2026 - 23:51 WITA

AWSTAR Labuan Bajo Mengecam Keras Kebijakan Kouta 1000 Untuk Wisatawan ke TNK

Sabtu, 11 April 2026 - 22:38 WITA

Sengketa Pemberitaan Infolabuanbajo, Dewan Pers: Kasus Itu Merupakan Ranah Etik Jurnalistik, Bukan Pidana

Sabtu, 11 April 2026 - 14:33 WITA

Refleksi HUT Puskesmas Golo Mori, Tingkatkan Sinergi Lintas Sektoral Demi Kesehatan Warga

Berita Terbaru