Wakil Bupati Kupang Aurum Titu Eki Hadiri Kegiatan Sosialisasi Stunting Di Kecamatan Kupang Timur

- Redaksi

Selasa, 3 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUPANG — Wakil Bupati Kupang Aurum Titu Eki, didampingi Kepala Perwakilan BKKBN Prov. NTT, Dr. Faizal Fahmi, menghadiri kegiatan launching bantuan gerakan orangtua asuh cegah stunting di kecamatan kupang timur. Kegiatan ini berlangsung di aula kantor Camat pada Selasa, 03 Maret 2026.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Aurum mengatakan bahwa melalui kebijakan nasional percepatan penurunan stunting, pemerintah menegaskan pentingnya konvergensi dan integrasi lintas sektor dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional sebagai Ketua Pelaksana. Hal ini menuntut penguatan koordinasi dan komitmen nyata seluruh pemangku kepentingan didaerah agar intervensi berjalan efektif dan berkelanjutan.

Sejalan dengan itu, Gerakan Orangtua Asuh Cegah Stunting (GENTING) diinisiasi sebagai bentuk intervensi kolaboratif bagi keluarga rentan stunting, melibatkan Pemerintah Daerah, tenaga kesehatan, Kader Posyandu, masyarakat dan dunia usaha.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kupang, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pihak BKKBN dan PT. Indofood Sukses Makmur Tbk yang telah berpartisipasi aktif dalam GENTING melalui pemberian bantuan nutrisi selama 3 bulan kepada 75 bayi berusia 5-6 bulan di Kecamatan Kupang Timur. Ini merupakan wujud dukungan nyata dunia usaha terhadap kesehatan generasi masa depan kita. Kami pemerintah juga sedikit tersentak karena usaha kami selama ini belum maksimal menurunkan stunting di wilayah Kabupaten Kupang”, ujar Bunda PAUD Kabupaten Kupang.

Sebagai Ketua TPPS Kabupaten Kupang, Aurum menjelaskan bahwa selain pola makan, pola asuh keluarga merupakan salah satu faktor terjadinya stunting pada anak-anak. “Perhatian orangtua adalah hal utama. Pemerintah memang membatu tapi kalau dari orangtua tidak memperhatikan hal-hal kecil dari anak-anak kita, stunting tidak akan menurun begitu saja. Pemerintah kecamatan juga harus terus memantau sampai selesai. Karena ini merupakan semangat kolaborasi dan tanggungjawab bagi generasi penerus kita”, tutupnya.

Baca Juga:  Kantongi Nomor Urut 01, Calon Kades Wae Jare Lian Hardi Serukan Pesan Pilkades Damai

Pada kesempatan yang sama juga disampaikan oleh Perwakilan Kepala BKKBN Propinsi NTT, Dr. Faizal Fahmi, S.KM, M.Kes, dalam sambutannya mengatakan bahwa berbicara tentang stunting, di NTT persentasenya cukup tinggi hingga 37%. Dan dengan pendampingan yang cukup selama 3 bulan ini kiranya bisa menurunkan angka stunting di wilayah Kabupaten Kupang.

“Gerakan orang tua asuh cegah stunting (GENTING) merupakan gotong royong yang melibatkan perorangan dan lintas sektor. Bukan hanya memberikan makanan bernutrisi tapi juga rumah layak huni, jamban sehat dan air bersih. Seperti yang dilakukan di desa Manusak, tahun 2005 yang lalu, kita berikan sumur bor untuk suplai air bersih. Ini merupakan bukti bahwa stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah tapi juga lintas sektor. Semoga momentum hari ini bisa menjadi batu loncatan kepada program-program yang baik bagi masyarakat”, jelas Fahmi

Lebih lanjut, Camat Kupang Timur, Marina Ludji, S.IP, M.M, dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada perwakilan BKKBN dan PT. Indofood yang memilih Kabupaten Kupang sebagai penerima manfaat dari kegiatan GENTING ini. “Sampai 3 bulan ke depan kita akan dapatkan edukasi dr PT. Indofood. Kami akan intervensi 75 keluarga selama 3 bulan ke depan. Semoga dengan adanya kegiatan ini, intervensi dari PT. Indofood mampu menurunkan angka stunting di Kabupaten Kupang.

Kegiatan ini dilanjutkan dengan demo masak dari perwakilan PT. Indofood.

Turut hadir, Pimpinan OPD Lingkup Kabupaten Kupang, Para Kapus se Kecamatan Kupang Timur, Scientific Medical Executive PT. Indofood Makmur Tbk Afifah, S.Gz, para Kades, orangtua penerima manfaat, dan insan pers.

Penulis : Tim Infokini

Editor : Tim Infokini

Berita Terkait

Anggur Etaria Sambangi dan Berbagi Kasih di Manggarai Timur
Menyeka Air Mata Pascabencana: Sentuhan Kasih Perempuan Peduli DWP Mabar Bawa Harapan di Desa Nggorang
Pasok Air Bersih ke Desa Warloka Respons Cepat Krisis Air, Polres Mabar Salurkan 20.000 Liter Air Bersih di Komodo
Ironis! Oknum ASN Mabar Kuasai Aset Pemda, Diduga Bawa Personel TNI Saat Paksa Lapak Pedagang di Kosongkan
Ditetapkan Jadi Tersangka Pencurian di Labuan Bajo, Kondisi Luka Remaja 17 Tahun Kini Dipertanyakan Keluarga
Final Soekarno Cup 2026: PDIP Serahkan Bantuan Gotong Royong Rp 545 Juta untuk Korban Gempa NTT
Puluhan Rumah Hancur, Dinding Jebol, Tangis Warga Desa Robo Menanti Bantuan di Tengah Puing Rumah
Bekerja Untuk Masyarakat, Pemerintah Desa Ngancar, Sukses Bagikan 80 Paket Sembako Untuk Warga Yang Terdampak Gempa Flores

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 23:38 WITA

Anggur Etaria Sambangi dan Berbagi Kasih di Manggarai Timur

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:23 WITA

Menyeka Air Mata Pascabencana: Sentuhan Kasih Perempuan Peduli DWP Mabar Bawa Harapan di Desa Nggorang

Selasa, 25 Agustus 2026 - 18:01 WITA

Pasok Air Bersih ke Desa Warloka Respons Cepat Krisis Air, Polres Mabar Salurkan 20.000 Liter Air Bersih di Komodo

Selasa, 25 Agustus 2026 - 14:11 WITA

Ironis! Oknum ASN Mabar Kuasai Aset Pemda, Diduga Bawa Personel TNI Saat Paksa Lapak Pedagang di Kosongkan

Selasa, 25 Agustus 2026 - 00:11 WITA

Ditetapkan Jadi Tersangka Pencurian di Labuan Bajo, Kondisi Luka Remaja 17 Tahun Kini Dipertanyakan Keluarga

Berita Terbaru