Mantan Menlu RI Hassan Wirajuda, Untuk Jadi Mediator Iran -AS Butuh Restu Kedua Pihak

- Redaksi

Rabu, 4 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mantan Menlu RI Hassan Wirajuda saat diskusi bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (3/3/2026) malam.

Mantan Menlu RI Hassan Wirajuda saat diskusi bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (3/3/2026) malam.

JAKARTA — Di tengah isu Presiden Prabowo Subianto siap menjadi mediator ditengah konflik Timur Tengah antara Iran- AS, Israel, menteri Luar Negeri periode 2001–2009, Hassan Wirajuda, mengingatkan pemerintah terkait niat Indonesia menjadi mediator dalam konflik antara Iran dengan Amerika Serikat (AS). Menurutnya, kunci utama menjadi juru damai adalah adanya penerimaan dari kedua belah pihak yang bertikai.

Komentar tersebut disampaikan Hassan usai menghadiri pertemuan silaturahmi dan diskusi bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (3/3/2026) malam.

Dilansir dari Suara.com Hassan menjelaskan bahwa dalam pertemuan tersebut, keinginan Presiden agar Indonesia menjadi juru damai masih berupa pemikiran awal dan belum menyentuh aspek teknis kemampuan negara.

“Kita tidak membicarakan apakah Indonesia mampu atau tidak. Itu masih pemikiran awal,” ujar Hassan.

Ia menekankan poin krusial yang harus dipenuhi jika Indonesia ingin memfasilitasi dialog antara Iran dan AS.

“Untuk menjadi mediator, harus ada penerimaan dari dua pihak yang bertikai. Sejauh ini, kita belum melihat tanda-tanda ke arah itu,” tambahnya.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, menegaskan kesiapan Indonesia untuk bertindak sebagai juru damai dalam eskalasi konflik Iran dengan AS dan Israel. Namun, pemerintah menyerahkan sepenuhnya keputusan tersebut kepada negara-negara terkait.

Pernyataan Sugiono ini merespons penegasan Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, yang menyatakan tidak ada opsi negosiasi bagi Iran pascaserangan militer AS-Israel.

“Sebagaimana disampaikan, jika kedua belah pihak berkeinginan, Bapak Presiden bersedia menjadi mediator. Namun, jika ada pandangan (penolakan) seperti itu, kami kembalikan kepada mereka,” ujar Sugiono di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

Sugiono menjelaskan kembali bahwa posisi diplomatik Indonesia adalah sebagai jembatan untuk meredam perbedaan.

Baca Juga:  Pencarian di hari ke-10, Tim SAR temukan satu Jenazah WNA asal Spanyol di Perairan Pulau Padar

“Yang pasti, Indonesia ingin berada dalam posisi menawarkan kesiapan dan diri kita sebagai jembatan perdamaian,” tuturnya.

Di sisi lain, Dubes Iran Mohammad Boroujerdi secara tegas menutup pintu negosiasi dengan Amerika Serikat. Ia meragukan komitmen Washington dalam mematuhi kesepakatan internasional.

“Bagi kami, tidak ada negosiasi dengan negara yang melancarkan permusuhan seperti Amerika Serikat. Apa jaminan mereka akan patuh terhadap sebuah kesepakatan?” tegas Boroujerdi dalam konferensi pers di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (2/3/2026).

Iran kini mengharapkan dukungan moral dari negara-negara sahabat, khususnya negara berpenduduk Muslim, untuk memberikan kutukan keras terhadap agresi militer yang dinilai ilegal tersebut.

Penulis : Tim Infokini

Editor : Tim Infokini

Sumber Berita : Suara.com

Berita Terkait

Catatan Kritis Dr. Beni Kabur Harman, Rakyat Yang Jadi Korban Dengan Anggaran Yang Menguap
Sergius Try Dedi Soroti Dampak Ekonomi Masyarakat dari Pembatasan Kuota 1.000 ke TNK
Temui Masa Aksi, Rofinus Rahmat Menyampaikan Fraksi Golkar Menolak Kebijakan Kouta 1.000 ke TNK
Masa Aksi Kepung Kantor BTNK, Sergio Tri Dedy: Kouta 1.000 ke TNK Kebijakan Bodoh
AWSTAR Labuan Bajo Mengecam Keras Kebijakan Kouta 1000 Untuk Wisatawan ke TNK
Sengketa Pemberitaan Infolabuanbajo, Dewan Pers: Kasus Itu Merupakan Ranah Etik Jurnalistik, Bukan Pidana
Refleksi HUT Puskesmas Golo Mori, Tingkatkan Sinergi Lintas Sektoral Demi Kesehatan Warga
Gema Takbir Membelah Malam, Suasana Syahdu Selimuti Sudut Kota, Ini Pesan Refleksi Kades Golo Mori

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 11:37 WITA

Catatan Kritis Dr. Beni Kabur Harman, Rakyat Yang Jadi Korban Dengan Anggaran Yang Menguap

Selasa, 14 April 2026 - 21:55 WITA

Sergius Try Dedi Soroti Dampak Ekonomi Masyarakat dari Pembatasan Kuota 1.000 ke TNK

Selasa, 14 April 2026 - 13:26 WITA

Temui Masa Aksi, Rofinus Rahmat Menyampaikan Fraksi Golkar Menolak Kebijakan Kouta 1.000 ke TNK

Senin, 13 April 2026 - 18:12 WITA

Masa Aksi Kepung Kantor BTNK, Sergio Tri Dedy: Kouta 1.000 ke TNK Kebijakan Bodoh

Minggu, 12 April 2026 - 23:51 WITA

AWSTAR Labuan Bajo Mengecam Keras Kebijakan Kouta 1000 Untuk Wisatawan ke TNK

Berita Terbaru