LABUAN BAJO— Pada Minggu pagi, Tim SAR temukan satu Jenazah WNA asal Spanyol dalam operasi kemanusiaan laka laut KM Putri Sakinah. Satu jenazah yang diduga kuat merupakan Warga Negara Asing (WNA) asal Spanyol berhasil ditemukan di perairan Pulau Padar, Labuan Bajo, Minggu (04/01/2026).
Penemuan jenazah diduga Fernando Martin Carreras, pelatih tim Valencia B. Kepala Kantor Basarnas Maumere, Fathur Rahman, menyatakan bahwa korban ditemukan oleh tim Ditpolair Polda NTT pada koordinat 1,13 mil laut dari lokasi kejadian musibah (LKM) tenggelamnya KM Putri Sakinah.
Penemuan terjadi pada pukul 08.47 WITA. Usai dievakuasi menggunakan KN SAR Puntadewa, jenazah langsung dilarikan ke RSUD Komodo melalui Pelabuhan Marina Labuan Bajo guna keperluan autopsi dan prosedur medis lainnya.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Maumere, Fathur Rahman, selaku SAR Mission Coordinator (SMC), menjelaskan bahwa operasi pencarian hari ke-10 difokuskan pada penyisiran pulau-pulau terdekat, penggunaan sonar, serta penyelaman di titik-titik yang dicurigai.
“Tim SAR Gabungan hari ini melaksanakan pencarian terhadap tiga WNA Spanyol yang memasuki hari ke-sepuluh, dengan melaksanakan penyisiran di pulau-pulau terdekat, penurunan sonar, serta penyelaman,” ungkap Fathur Rahman.
Upaya tersebut membuahkan hasil. Sekitar pukul 08.47 WITA, satu jenazah ditemukan oleh Tim RIB KPJ 2007 milik Ditpolair Polda NTT. “Tepat pukul 08.47 WITA, Tim SAR Gabungan menemukan satu jenazah yang diduga kuat merupakan korban KM Putri Sakinah pada koordinat 8°36’32.58″S – 119°36’32.22″E, dengan jarak penemuan sekitar 1,13 nautical mile dari lokasi kejadian kapal (LKK),” jelas Fathur.
Setelah ditemukan, jenazah langsung dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan menuju KN SAR Puntadewa, kemudian dibawa ke Pelabuhan Marina Labuan Bajo untuk proses lebih lanjut. “Korban selanjutnya akan dilakukan proses identifikasi oleh tim forensik DVI Polres Manggarai Barat di RSUD Komodo Labuan Bajo,” tandasnya.
Operasi pencarian ini melibatkan sekitar 160 personel dari berbagai unsur, baik pusat maupun daerah, TNI-Polri, instansi pemerintah, relawan, hingga komunitas penyelam profesional. Selain kekuatan personel, operasi juga didukung oleh 18 unit alutsista laut, peralatan SAR air, selam, evakuasi, serta teknologi canggih seperti drone thermal, sonar bawah air, hingga satellite broadband Starlink.
Berbagai peralatan khusus juga dikerahkan, di antaranya Multi Beam Sonar, 2D Sonar System, Drone Underwater, hingga Tactical Rescue Diver Thruster, guna memaksimalkan pencarian di medan laut yang cukup menantang.
Hingga berita ini diturunkan, Tim SAR Gabungan masih terus melanjutkan operasi pencarian terhadap dua korban lainnya yang belum ditemukan, sembari tetap mengedepankan keselamatan personel dan koordinasi lintas instansi. Peristiwa tenggelamnya KM Putri Sakinah pada 26 Desember 2025 lalu menyisakan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga korban, tetapi juga masyarakat Labuan Bajo dan dunia pariwisata nasional.
Penulis : Tim Infokini






