LABUAN BAJO – Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat terus melakukan terobosan progresif untuk memperluas lapangan pekerjaan bagi generasi muda daerah. Melalui Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi, dan UKM (Disnakertranskop UKM), Mannggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Rabu (10/6/2026).
Pemerintah daerah resmi membuka program fasilitasi pemagangan kerja internasional dengan negara tujuan Jepang.
Program hasil kolaborasi bersama lembaga pengirim resmi (Sending Organization) ini dirancang khusus untuk menjaring para pencari kerja lokal, atau yang akrab disapa Ahe Kae dan Lawa Manggarai Barat, agar dapat menembus pasar kerja global.
Kepala Dinas Nakertranskop UKM Kabupaten Manggarai Barat, Fatinci Reynilda, S.P., menyampaikan bahwa program magang ini merupakan bentuk kehadiran nyata pemerintah daerah dalam membangun kualitas sumber daya manusia (SDM). Pemuda Manggarai Barat diharapkan tidak hanya bersaing di sektor pariwisata Labuan Bajo yang kian berkembang, tetapi juga mampu menyerap ilmu pengetahuan dan etos kerja tinggi di luar negeri.
“Ini adalah peluang emas yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh generasi muda kita. Kita ingin memastikan bahwa kesempatan ini terbuka lebar dan transparan. Pemerintah daerah akan mengawal penuh proses fasilitasi ini agar para peserta mendapatkan hak, perlindungan, serta pembekalan yang layak sebelum bertolak ke Jepang,” ujar Fatinci Reynilda dalam keterangannya.
Fatinci Reynilda menekankan pentingnya intervensi dan fasilitasi penuh dari pemerintah daerah dalam menyelenggarakan program kerja luar negeri. Menurutnya, peran dinas terkait tidak boleh sekadar menjadi penyalur, melainkan wajib menjadi benteng pelindung keselamatan para pencari kerja lokal.
“Pemerintah daerah harus hadir dan memfasilitasi program ini secara proaktif. Melalui fasilitasi resmi dari dinas, kita dapat memangkas risiko penipuan dari oknum agen ilegal, serta menjamin bahwa seluruh proses keberangkatan anak-anak kita berjalan sesuai prosedur hukum yang berlaku,” lanjutnya.
Ia menambahkan bahwa fasilitasi dari pemerintah mencakup standarisasi mutu pelatihan bahasa, pendampingan administrasi, jaminan hak ketenagakerjaan, hingga pengawasan selama masa kontrak kerja di Jepang. Langkah ini diharapkan dapat memberi rasa aman, baik bagi para peserta maupun bagi keluarga yang ditinggalkan di kampung halaman.
“Kami juga berpesan agar para calon peserta menyiapkan mental dan disiplin yang kuat, mengingat iklim kerja di luar negeri menuntut profesionalisme yang tinggi,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Perencanaan Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Disnakertranskop dan UKM Manggarai Barat, Maria Agustina Ivoni Burhan, memastikan bahwa perusahaan yang menjadi mitra program telah memiliki legalitas resmi dan terdaftar pada instansi pemerintah yang berwenang.
“Untuk memastikan perusahaan itu resmi, paling kurang perusahaan tersebut sudah terdaftar di Kementerian Pekerja Migran Indonesia atau BP2MI. Setelah itu seluruh proses perekrutan masuk dalam sistem aplikasi resmi sehingga pemerintah daerah juga memperoleh pemberitahuan terkait proses tersebut,” jelas Burhan.
Ia menegaskan pihaknya telah melakukan pengecekan mendalam terhadap legalitas perusahaan sebelum program ini diumumkan secara terbuka kepada masyarakat luas.
“Kalau seperti ini saya sudah cek. Resmi. Mereka memiliki lembaga pelatihan dan proses penempatan untuk program magang. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir karena ini bukan perusahaan abal-abal,” katanya.
Adapun syarat mengikuti program magang kerja ke Jepang sebagai berikut:
Berusia 18-35 tahun.
1. Pendidikan minimal SMA/SMK.
2. Sehat jasmani dan rohani.
3. Berusia 18-35 tahu
4. Wajib memiliki AK-1 atau Kartu Kuning yang diurus di Kantor Disnakertranskop dan UKM Manggarai Barat.
Burhan menjelaskan bahwa proses pendaftaran dan seleksi yang dilakukan di Manggarai Barat sama sekali tidak dipungut biaya. Namun, peserta perlu memahami bahwa program magang ke Jepang ini bukan program yang sepenuhnya gratis hingga keberangkatan.
“Pendaftaran tidak ada biaya, gratis. Tetapi setelah peserta dinyatakan lulus dan masuk tahap pelatihan serta persiapan keberangkatan, ada biaya yang menjadi tanggung jawab peserta,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa seluruh skema pembiayaan akan disampaikan secara terbuka oleh perusahaan kepada peserta saat sosialisasi dan seleksi berlangsung di Balai Latihan Kerja (BLK).
“Saya sudah meminta pihak perusahaan agar transparan mengenai pembiayaan. Berapa kebutuhan biaya dan bagaimana mekanisme pembayarannya harus disampaikan sejak awal agar peserta memahami seluruh prosesnya,” tegas Burhan.
Menurut dia, pola pembayaran umumnya dilakukan melalui perjanjian antara peserta dan perusahaan. Sebagian biaya dapat dicicil setelah peserta mulai menerima penghasilan selama menjalani masa magang di Jepang.
Data dinas mencatat sebanyak 16 orang telah mendaftar untuk mengikuti program tersebut. Dari jumlah tersebut, 15 peserta merupakan warga asli Manggarai Barat dan satu peserta berasal dari Palembang. Sebanyak lima orang dari total pendaftar adalah perempuan.
Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat berharap kesempatan emas ini dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat, khususnya generasi muda. Program ini diharapkan menjadi jembatan untuk meningkatkan keterampilan kerja, memperoleh pengalaman internasional, serta membuka peluang karier yang lebih luas di masa depan.
Penulis : Tim Infokini
Editor : Tim Infokini





