Kericuhan Pecah di Lapangan Lando, Suporter Lekaturi Jaya dan Legam Saling Lempar Batu dan Kayu

- Redaksi

Minggu, 14 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MANGGARAI BARAT – Ketegangan hebat mewarnai lanjutan Turnamen Babak 16 Besar Sepak Bola HUT Paroki Hati Kudus Yesus Lando ke-33 di Desa Mbuit. Laga tensi tinggi yang mempertemukan tim Lekaturi Jaya melawan Legam berakhir dengan kericuhan setelah suporter kedua kubu terlibat aksi saling serang menggunakan batu dan kayu di area lapangan Lando, Desa Mbuit, Kecamatan Boleng, Manggarai Barat, NTT, pada Minggu (14/6/2026) sore.

Laga yang sempat menyajikan aksi saling kejar skor tersebut terpaksa dihentikan setelah suporter kedua tim terlibat aksi saling lempar batu dan kayu akibat tensi tinggi di akhir babak kedua.

Sejak peluit pertama dibunyikan, Legam FC langsung tampil menekan dan berhasil mendominasi jalannya pertandingan. Hasilnya, Legam FC sukses menutup babak pertama dengan keunggulan meyakinkan 2-0. Namun, jalannya pertandingan berubah drastis memasuki paruh kedua. Strategi jitu yang diterapkan oleh pelatih Lekaturi Jaya berhasil mengubah alur permainan secara total. Lewat skema serangan balik yang efektif, Lekaturi Jaya sukses membalikkan keadaan menjadi 3-2 pada babak kedua.

Perubahan skor yang dramatis dan tensi tinggi di dalam lapangan rupanya memicu kepanikan dan frustrasi di bangku penonton.

Pantauan lansung awak media ini, bentrokan bermula ketika atmosfer pertandingan di dalam lapangan mulai memanas. Gesekan antar-pemain di sela-sela laga diduga memicu reaksi berlebihan dari para pendukung di pinggir lapangan. Situasi yang awalnya hanya berupa adu mulut dengan cepat eskalasi menjadi anarkis ketika oknum suporter mulai melemparkan batu dan kayu ke arah kelompok lawan, memicu aksi balasan yang membuat penonton lain berhamburan menyelamatkan diri.

Aparat keamanan dari personel gabungan TNI-Polri bersama panitia lokal langsung melakukan tindakan tegas untuk melerai massa yang bertikai. Petugas terpaksa merangsek ke tengah lapangan guna memisahkan kedua kubu dan menghalau suporter agar tidak melakukan pengrusakan lebih lanjut pada fasilitas umum di Lapangan Lando.

Baca Juga:  Fatinci Reynilda Pimpin Wawancara Awal Calon Peserta Magang Jepang di Manggarai Barat

Namun, minimnya jumlah aparat keamanan yang bersiaga di lokasi membuat panitia penyelenggara kewalahan dan tak berdaya saat mencoba melerai aksi saling serang menggunakan batu dan kayu antar-kedua kelompok suporter.

Akibat insiden saling lempar ini, pertandingan terpaksa dihentikan total demi menjamin keselamatan para pemain dan perangkat pertandingan.

Hingga berita ini diturunkan, Ketua Panitia penyelenggara turnamen HUT Paroki Lando belum memberikan konfirmasi resmi terkait kelanjutan atau nasib dari pertandingan kedua tim tersebut.

Penulis : Tim Infokini

Editor : Tim Infokini

Berita Terkait

Kuasa Hukum MS Angkat Bicara Luruskan Kronologi Pertemuan di Gorontalo
Syukur Atas Berkat Setahun, Masyarakat Gendang Sangka Gelar Ritual Adat Penti
Kecelakaan Kapal Wisata Berulang di Labuan Bajo, Sergius Try Deddy Soroti Koordinasi KSOP dan Dishub
Dugaan Selingkuh Oknum Kades dan Bu Bidan Puskesmas: Homestay Jadi Saksi Akhir Cinta Terlarang dan Berakhir di Tangan Polisi
Bahas RAPBD 2027, Ali Sehidun: Program Pemerintahan Harus Efektif dan Dirasakan Rakyat
Dugaan Skandal Perselingkuhan Oknum Kades di Labuan Bajo Terbongkar, Kabur Saat Digerebek Suami Sah
Kades Batu Cermin Desak Pemerintah Pusat Segera Tetapkan Batas Tanah Bandara Komodo
Operasi KM Feronia: Tim SAR Gabungan Perluas Jaringan Pencarian hingga Dasar Laut Tatawa Besar

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 00:40 WITA

Kuasa Hukum MS Angkat Bicara Luruskan Kronologi Pertemuan di Gorontalo

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:58 WITA

Syukur Atas Berkat Setahun, Masyarakat Gendang Sangka Gelar Ritual Adat Penti

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:53 WITA

Kecelakaan Kapal Wisata Berulang di Labuan Bajo, Sergius Try Deddy Soroti Koordinasi KSOP dan Dishub

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:35 WITA

Dugaan Selingkuh Oknum Kades dan Bu Bidan Puskesmas: Homestay Jadi Saksi Akhir Cinta Terlarang dan Berakhir di Tangan Polisi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:14 WITA

Bahas RAPBD 2027, Ali Sehidun: Program Pemerintahan Harus Efektif dan Dirasakan Rakyat

Berita Terbaru