MANGGARAI BARAT – Antonius Yulianto Hardi resmi mendaftarkan diri sebagai salah satu Bakal Calon Kepala Desa (Balon Kades) Wae Jare pada, Kecamatan Mbeliling, Manggarai Barat, NTT, pada Sabtu siang (20/6/2026).
Antonius Yulianto Hardi, tiba di Sekretariat Panitia Pemilihan Kepala Desa Wae Jare dengan didampingi oleh sejumlah tokoh masyarakat, perwakilan pemuda, serta keluarga dekat.
Kehadiran rombongan disambut langsung oleh jajaran panitia pilkades. Proses penyerahan berkas persyaratan administrasi berlangsung tertib dan dinyatakan lengkap setelah melalui verifikasi awal oleh Panitia.

Penyerahan dokumen ini menandai bahwa proses pendaftaran formal sang bakal calon telah resmi tercatat oleh panitia pelaksana. Muhamad Hamja bersama anggota panitia lainnya langsung melakukan pemeriksaan awal terhadap seluruh dokumen yang dibawa oleh rombongan.
Ketua Panitia Muhamad Hamja, menyampaikan Hari ini Pendaftaran yang ke 4 untuk Bakal Calon Kepala Desa Wae Jare, kami berharap semuanya harus kondusif mulai hari ini sampai dengan pada tanggal 29 September mendatang.
Ketua Panitia Pilkades Wae Jare, Muhamad Hamja, mengimbau seluruh lapisan masyarakat dan para pendukung kandidat untuk bersama-sama menjaga situasi agar tetap kondusif, aman, dan damai.
“Hari ini merupakan hari keempat pendaftaran bagi para Bakal Calon Kepala Desa Wae Jare. Kami sangat berharap seluruh proses tahapan, mulai hari ini hingga puncaknya pada tanggal 29 September mendatang, dapat berjalan dengan kondusif,” ujar Muhamad Hamja dihadapan Bakal Calon dan simpatisan pada, Sabtu (20/6/2026.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga persatuan selama konstelasi politik di tingkat desa ini berlangsung. Menurut Hamja, kedewasaan berdemokrasi warga Desa Wae Jare akan diuji dalam menyikapi perbedaan pilihan politik. Oleh karena itu, koordinasi dengan pihak keamanan dan tokoh masyarakat terus ditingkatkan untuk mengantisipasi potensi gesekan,” lanjutnya.
Proses pendaftaran ini merupakan salah satu rangkaian awal dari sekian banyak tahapan Pilkades yang akan dilewati. Panitia berkomitmen untuk bekerja secara transparan, adil, dan akuntabel demi menghasilkan pemimpin desa yang berintegritas. Seluruh warga yang memenuhi syarat juga diajak untuk menggunakan hak pilihnya secara bijak pada 29 September nanti,” ujar Hamja.
Dengan diterimanya berkas oleh Muhamad Hamja, Antonius Yulianto Hardi kini tinggal menunggu hasil verifikasi akhir. Jika seluruh dokumen dinyatakan valid dan tidak ada sanggahan, panitia akan menetapkannya secara resmi sebagai Calon Kepala Desa (Cakades) tetap. Setelah penetapan tersebut, barulah tahapan akan berlanjut ke pengundian nomor urut dan pemaparan visi-misi resmi di hadapan masyarakat Desa Wae Jare.
Usai dilaksanakan Pendaftaran sebagai salah satu Bakal Calon Kepala Desa Wae Jare, Lian Hardi menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua Keluarga besar yang mengambil bagian dalam proses pendaftaran ini sebagai tahapan awal.
“Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, hari ini saya telah resmi mendaftarkan diri sebagai Calon Kepala Desa Wae Jare. Saya mengucapkan terima kasih kepada keluarga, tim pendukung, tokoh masyarakat, dan seluruh warga yang telah memberikan doa serta dukungan.
Pendaftaran ini merupakan langkah awal dalam pengabdian saya untuk bersama-sama membangun Desa Wae Jare yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing,” ungkapnya.
Saya berkomitmen mengikuti seluruh tahapan pemilihan dengan menjunjung tinggi kejujuran, sportivitas, dan persatuan masyarakat. Saya mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga suasana yang aman, damai, dan penuh kekeluargaan selama proses pemilihan berlangsung. Semoga segala niat baik kita mendapat berkat dan membawa kemajuan bagi Desa Wae Jare,”lanjut Lian Hardi.
Iring-iringan menuju kantor desa ini menjadi simbol bertemunya dua kekuatan penting di Desa Golo Ndoal: kebijaksanaan tradisi dari para tetua adat dan energi perubahan dari kaum muda. Kehadiran para tokoh adat dan generasi muda hari ini adalah kekuatan terbesar saya. Ini membuktikan bahwa visi ‘Maju Bersama, Membangun desa wae Jare yang lebih Baik’ lahir dari restu para leluhur melalui tokoh adat, sekaligus didorong oleh semangat masa depan dari pemuda.
Penulis : Tim Infokini
Editor : Tim Infokini






