LABUAN BAJO – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI), dr. Maria Stevi Harman, bergerak cepat mendistribusikan bantuan kemanusiaan bagi warga yang terdampak bencana gempa bumi di wilayah dataran utara Flores, khususnya di Wilayah Kecamatan Reok, Pota, dan Lamba Leda Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT) ini dilaporkan menjadi area dengan kerusakan dan dampak terberat akibat guncangan hebat pada tersebut. Senin (17/8/2026).
Di sela-sela persiapan penyaluran bantuan, dr. Stevi Harman menyampaikan rasa prihatin sekaligus permohonan maafnya kepada masyarakat. Ia mengaku sedih karena baru sempat menyapa langsung warga yang sedang berduka.
“Saya menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas semua yang terdampak gempa. Ada yang kehilangan anggota keluarganya, ada yang luka berat, rumahnya rubuh, hingga yang harus mengungsi di tenda-tenda manual hasil swadaya mandiri,” ujar dr. Stevi Harman, Minggu (16/8/26).
Keprihatinan dr. Stevi bukan tanpa alasan. Saat gempa hebat itu mengguncang, ia secara pribadi sedang berada di Pogo, Kecamatan Welak, Kabupaten Manggarai Barat. Di lokasi tersebut, ia turut merasakan guncangan yang sangat besar.
“Saya bisa merasakan betul bagaimana paniknya warga, karena saya sendiri merasakan guncangan besar itu di Welak. Apalagi bagi saudara-saudara kita yang berada langsung di titik-titik utama pusat gempa, situasinya pasti jauh lebih berat,” ungkapnya.
Sebagai wakil rakyat, dr. Stevi langsung mengambil langkah taktis. Ia telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di tingkat provinsi maupun kabupaten terdampak. Langkah ini diambil untuk memetakan kebutuhan mendesak para pengungsi, seperti tenda, sembako, air bersih, dan obat-obatan. Ia juga menyampaikan apresiasi atas respons cepat dan kerja sama yang ditunjukkan oleh pihak BPBD.
Selain pemenuhan logistik, dr. Stevi menaruh perhatian besar pada sektor kesehatan. Ia mendesak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk segera mengoordinasikan pengiriman dukungan tenaga kesehatan (nakes) relawan ke titik-titik terberat, meliputi wilayah Manggarai Timur, Nagekeo, Manggarai, dan Maumere.
“Fasilitas kesehatan di wilayah-wilayah tersebut ikut terdampak, sehingga obat-obatan menjadi sangat terbatas. Ditambah lagi, para nakes di sana sudah sangat kewalahan menghadapi korban gempa. Saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya untuk para nakes lokal yang dalam segala keterbatasan selalu bekerja tanpa pamrih,” tegasnya.
Saat ini, dr. Stevi bersama timnya telah bergerak menyalurkan berbagai bantuan logistik esensial. Bantuan yang dikirimkan meliputi beras, air bersih, tuna kaleng, kornet, ikan kering, vitamin, tikar, hingga pakaian layak pakai. Distribusi ini diprioritaskan menyasar titik-titik terisolasi yang berdasarkan laporan tim lapangan belum tersentuh bantuan sama sekali.
Meski demikian, proses penyaluran tidak berjalan mulus. Armada mobil yang mengangkut bantuan sempat menghadapi kendala akibat medan jalan yang rusak dan sulit diakses pascagempa.
“Saya memohon maaf atas keterlambatan tibanya bantuan ini. Terima kasih kepada tim saya di lapangan yang telah bekerja sangat keras. Walaupun menghadapi kesulitan, mereka pantang mundur mencari solusi agar bantuan tetap sampai ke tangan warga. Bantuan kami pasti akan datang,” katanya meyakinkan.
Menutup keterangannya, legislator muda asal NTT ini menegaskan komitmennya untuk tidak tinggal diam. Ia berjanji akan terus hadir dan memantau perkembangan situasi di lapangan guna memastikan seluruh korban terdampak mendapatkan penanganan dan bantuan yang layak. “Tuhan memberkati kita semua,” pungkasnya.
Saat ini dr. Stevi Harman, terus bergerak aktif mengawal penanganan pascagempa di daratan Flores. Selain menyalurkan logistik, Senator muda yang akrab disapa dr. Stevi ini mendistribusikan langsung bantuan obat-obatan dan sembako ke wilayah terdampak parah, seperti Reo, Pota, dan Lamba Leda.
dr. Stevi Harman, menyampaikan rasa simpati dan belasungkawa mendalam bagi para korban yang hingga kini masih bertahan di tenda-tenda pengungsian akibat trauma serta kerusakan tempat tinggal.
“Banyak sekali yang mengungsi, antara takut gempa susulan atau karena rumahnya roboh,” ujar dr. Stevi.
Langkah cepat dr. Stevi berfokus pada pemenuhan layanan kesehatan yang sempat lumpuh. Mengingat banyak puskesmas dan fasilitas kesehatan yang rusak akibat gempa, para pengungsi sempat kesulitan mendapatkan akses medis dasar.
“Saya memberikan obat-obatan karena banyak puskesmas dan fasilitas kesehatan yang terdampak. Obat-obatan sulit didapatkan para pengungsi. Jadi, sudah saya berikan ke posko-posko di Reo, Pota, dan menyusul nanti Lamba Leda,” jelasnya.
Ia menaruh perhatian khusus pada Lamba Leda, mengingat wilayah tersebut hingga kini masih sering diguncang oleh gempa susulan.
Di sisi lain, dr. Stevi mengapresiasi gerak cepat pemerintah pusat dalam menangani fase akut kebencanaan melalui koordinasi lintas lembaga, termasuk DPD RI, DPR RI, dan BNPB. Sinergi ini berhasil menyalurkan 50.000 paket sembako bantuan Presiden serta menghadirkan sejumlah menteri langsung di lokasi bencana.
Namun, di tengah situasi darurat ini, muncul tantangan baru berupa maraknya informasi bohong (hoaks) mengenai potensi gempa susulan yang lebih besar dan ancaman tsunami yang memicu kepanikan warga.
“Jangan menyebar hoaks dan jangan menyebar kepanikan. Ikuti saja berita yang disebarkan oleh BMKG, BNPB, BPBD, dan orang-orang yang dipercaya,” tegas dr. Stevi secara lurus.
Menatap ke depan, legislator asal NTT ini mengingatkan pemerintah agar tidak lengah setelah masa tanggap darurat (fase akut) selesai. Ia berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat guna mengawal ketat fase rehabilitasi dan rekonstruksi.
Penulis : Tim Infokini
Editor : Tim Infokini






