MANGGARAI BARAT – Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat resmi melepas distribusi logistik Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak ke 64 desa pada Senin (28/9/2026), sehari menjelang hari pemungutan suara.
Dalam pemetaan pengamanan, Desa Romang di Kecamatan Pacar dan Desa Wae Jare di Kecamatan Mbeliling menjadi fokus perhatian utama aparat gabungan.
Pelepasan tim pengangkut logistik ditandai dengan apel bersama di halaman Kantor Bupati Manggarai Barat, Senin pagi. Apel tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Manggarai Barat, dr. Yulianus Weng, serta dihadiri oleh Kapolres Manggarai Barat Christian Kadang, Dandim 1630/Manggarai Barat Letkol Inf. Budiman Manurung, Pj. Sekda Mabar Pius Baut, perwakilan Kejaksaan Negeri, pimpinan perangkat daerah, dan sejumlah perwira TNI-Polri.
Pendistribusian logistik dilakukan secara serempak guna mendukung kelancaran pemungutan suara yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa (29/9/2026). Seluruh logistik yang dikirimkan mencakup kebutuhan inti di Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Wakil Bupati Yulianus Weng menjelaskan bahwa seluruh tahapan Pilkades serentak tahun ini telah dipersiapkan secara matang, baik oleh panitia tingkat kabupaten melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) maupun panitia di tingkat desa.Romang dan Wae Jare Masuk Zona Atensi Pengamanan Menjelang pencoblosan, pemetaan kerawanan wilayah telah dirumuskan melalui rapat koordinasi antara pemerintah daerah bersama TNI dan Polri. Dua desa mendapat perhatian khusus karena karakteristik kerawanan yang berbeda.
Desa Romang (Kecamatan Pacar) Menjadi perhatian lantaran hanya memiliki calon tunggal, sehingga dalam pemungutan suara besok akan berhadapan dengan kotak kosong.
Desa Wae Jare (Kecamatan Mbeliling) Masuk dalam zona atensi karena memiliki riwayat insiden pembakaran TPS pada pelaksanaan Pilkades periode sebelumnya.
Selain kedua wilayah tersebut, beberapa desa lain yang memiliki potensi riak politik juga tetap dipantau ketat untuk mengantisipasi gangguan keamanan agar pemungutan suara berjalan tepat waktu.
Dalam arahannya, Yulianus Weng menegaskan bahwa kesuksesan dan kedamaian pelaksanaan Pilkades serentak bukan hanya beban yang dipikul oleh aparat TNI dan Polri.
“Kesuksesan pelaksanaan Pilkades ini tidak hanya tergantung kepada teman-teman TNI-Polri, tetapi tergantung kepada kita semua. Tanggung jawab terselenggaranya Pilkades dengan aman, lancar, dan demokratis adalah tanggung jawab kita bersama,” tegas Yulianus.
Dengan tuntasnya pergeseran logistik pada H-1 ini, pemerintah daerah berharap panitia di 64 desa dapat melakukan persiapan teknis TPS secara optimal. Hari Selasa, 29 September 2026, akan menjadi momentum krusial bagi masyarakat Manggarai Barat untuk menentukan pemimpin desa mereka dengan bersandar pada prinsip netralitas penyelenggara dan jaminan keamanan yang ketat.
Penulis : Tim Info-kini
Editor : Tim Info-kini






