Kegelapan didekat jantung Kota Super Premium, warga setempat sudah berulang kali permohonan ke Pihak PLN ULP Labuan Bajo

- Redaksi

Kamis, 8 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO– Rasio elektrifikasi yang didengungkan pemerintah sejak lama belum dirasakan warga dipinggir kota Labuan Bajo, salah satunya kampung Lembah di Desa Tanjung Boleng, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, NTT.

Rabu, 01 Januari 2026

Puluhan warga kampung Lembah belum mendapatkan aliran listrik sama sekali, sehingga membuat para siswa tidak dapat belajar dengan maksimal.

Disekitar hamparan menuju kampung itu terlihat savana dengan pepohonan hijau yang eksotis dimiliki oleh Desa Tanjung Boleng. Namun nasib warga disalah satu kampung di desa tersebut tidak seindah alamnya.

Kondisi ini bertolak belakang dengan kemajuan yang telah dirasakan di wilayah tetangga, seperti Kampung Gerak, Kokor dan Mberawang, yang lebih dulu mendapatkan akses listrik dari PLN.

Ketika gelap malam mulai menghampiri, hanya sedikit cahaya remang-remang dari bola lampu panel surya yang dayanya sudah mulai menurun.

Sejumlah siswa sekolah dasar bahkan harus belajar dengan menggunakan lampu pelita, akibat penerangan listrik mini dari panel surya telah kehabisan daya. Para siswa mengaku sangat kesulitan belajar menggunakan pelita, karena mata terasa sakit akibat asap dan belajar pun menjadi kurang maksimal.

Tidak hanya para siswa, kesulitan juga dirasakan para orang tua. Sepulangnya dari ladang saat matahari terbenam mereka harus memasak dengan penerangan seadanya, selain itu warga yang mata pencarian sebagai tukang kayu, membuka Bengkel Motor juga merasa kesulitan mengembangkan usaha mereka.

Seorang warga kampung Lembah yang sudah 7 tahun membuka usaha Bengkel dan kesehariannya ia bekerja sebagai montir di Bengkel miliknya, terpaksa menggunakan mesin Genset dan alat seadanya, ia sangat mengharapkan agar pemerintah dan pihak PLN di Labuan Bajo biasa mendengar keluhan mereka di kampung Lembah.

Baca Juga:  Pengalaman Puluhan Tahun di Pemerintah Desa, Al Sale Mat Siap Maju Pilkades Wae Jare 2026

 

Pengusaha Bengkel yang sangat mengharapkan adanya aliran arus PLN di kampung mereka agar usahanya lancar dan tidak menggunakan alat manual

“Sudah 2 tahun yang lalu usulan untuk mendapatkan listrik di Kampung kami sudah pernah diajukan, namun tidak menuai hasil. Ada sekitar puluhan warga di 15 rumah yang hingga saat ini belum mendapatkan listrik di Dusun Boleng Darat, desa Tanjung Boleng. Kami menggunakan lampu dari tenaga surya yang hanya bertahan dua jam ketika malam,” ungkapnya pada Rabu, 6/01/2026) siang

Kalo bengkel kami ordernya banyak, misalkan ada yang mau las ban mesin traktor atau apa saja terpaksa saya menggunakan Mesin Genset sudah, bayangkan kalo mau las menggunakan mesin Genset, kalo di isi bensin 3 botol dikali dengan harga bensin 1 botol sekarang ini sudah 25.000 berarti kami keluarkan uang 75.000 ribu. Seandainya kalo sudah masuk listrik di kampung kami, uang yang kami keluarkan untuk beli bensin itu diganti dengan Pulsa Token Listrik saja, kan bisa sampai sebulan kami nikmati cahaya lampu listrik dari PLN,” jelasnya

Lebih lanjut ia menyampaikan, sudah berapa kali ketika ada tamu yang singgah disini untuk pesan kopi dan beli air dingin, saya jawab tidak ada air dingin, kulkasnya saja yang ada, karena kampung kami belum dialiri arus Listrik oleh pihak PLN, dia tanya kenapa belum diinstalasi meteran, kan sudah ada tiang Listrik ini, saya jawab kami di sini sudah berapa kali pergi di Kantor PLN, jawaban dari mereka rumahnya belum cukup sementara rumah di Kampung Lembah ini sudah 15 unit,” tegasnya

Seorang warga Kampung Lembah, mengungkapkan bahwa sebelum jalan ini dibuka pada tahun 2018, kami sudah berada disini, jalan Pantura ini sudah dikerjakan sekita 8 tahun yang lalu, dan Tiang Listrik dari PLN juga skitar 4 tahun lalu, kenapa kampung sebelah bisa tapi, kampung kami dilewatkan saja oleh pihak PLN.

Baca Juga:  Debut Bersejarah, Klub Mbeliling United FC Siap Tampil Perdana pada Turnamen HUT Paroki Lando

“Umur saya sudah tua, saya sudah 20 tahun tinggal di Kampung ini, kami orang pertama yang tinggal di kampung Lembah ini. Sejak dikerjakan jalan Pantura ini kami merasa senang apa lagi kami melihat ada pihak PLN yang datang survei 4 tahun lalu, untuk didirikan tiang Listrik diatas tanah kami. Tapi, kenapa kampung kami ini dilewatkan saja oleh pihak PLN, jadi tolong lihat juga keadaan kami yang masih tinggal dalam kegelapan di kampung ini. Kenapa di kampung sebelah kami saja yang di instalasi meteran Listriknya dan sudah menikmati terang, sedangkan jarak dengan kami hanya 1 Kilo meter saja,” ungkapnya dengan nada penuh harap. Rabu (7/01/2026) siang

Hal yang sama juga di sampaikan oleh Arif, kami sudah berapa kali mengajukan keluhan terkait penerangan di kampung Lembah ini kepada pihak PLN UPL Labuan Bajo dan Pemerintah Daerah.

“Keluhan warga terkait kebutuhan listrik ini bahkan sudah dua kali kita ajukan ke Kantor PLN di Labuan Bajo pada tahun kemarin, dan ketemu lansung dengan Manager di Kantor PLN dibulan November tahun lalu, namun sayangnya, hingga kini belum ada tanggapan baik dari Pemkab maupun dari pihak PLN,” bebernya

Disini kami masih pakai pelita dan genset kalau ada acara penting. Anak-anak belajar pakai cahaya pelita. Kami sangat mengharapkan agar semua kami yang tinggal di kampung Lembah ini bisa menikmati aliran Listrik seperti dikampung Mberawang, gerak dan Kokor yang ada di sebelah kami ini, akses terhadap listrik bukan hanya soal terang, tapi juga soal masa depan anak-anak kami. Kami berharap agar suara kami bisa didengar oleh Pemerintah Manggarai Barat,” ucap Arif dengan penuh harap.

Baca Juga:  Quirinus Urudin, Resmi Mendaftar Sebagai Calon Kepala Desa Tondong Belang

 

Penulis : Tim Infokini

Editor : Sansiro Petra

Berita Terkait

Sinergi Pemuda dan PSTI, Desa Golo Mori Gelar Ajang Pencarian Bakat Sepak Takraw
Gelar Kongres di NTT, Kemenko Infrastruktur Apresiasi Keberanian PMKRI Soroti Wilayah 3T
VIRAL! Dipicu Lelah mengantri, Dua Ibu Terlibat Adu Jotos Saat Antre BBM
Tepis Isu Sepihak, SMK Muhammadiyah Golo Mori Sebut Alokasi Dana PIP untuk SPP Hasil Kesepakatan Rapat
Diduga Guru SMK Muhammadiyah di Manggarai Barat Memotong Dana PIP 32 Siswa
Pilkades Damai, Fransiskus Saverius Vedi: Perbedaan Pilihan Jangan Memecah Persaudaraan
Tepis Isu Eksploitasi Siswa PKL, Purisari Hotel Labuan Bajo Buka Suara
Fatinci Reynilda Pimpin Wawancara Awal Calon Peserta Magang Jepang di Manggarai Barat

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 17:34 WITA

Sinergi Pemuda dan PSTI, Desa Golo Mori Gelar Ajang Pencarian Bakat Sepak Takraw

Jumat, 17 Juli 2026 - 04:56 WITA

Gelar Kongres di NTT, Kemenko Infrastruktur Apresiasi Keberanian PMKRI Soroti Wilayah 3T

Kamis, 16 Juli 2026 - 21:08 WITA

VIRAL! Dipicu Lelah mengantri, Dua Ibu Terlibat Adu Jotos Saat Antre BBM

Senin, 13 Juli 2026 - 23:43 WITA

Tepis Isu Sepihak, SMK Muhammadiyah Golo Mori Sebut Alokasi Dana PIP untuk SPP Hasil Kesepakatan Rapat

Sabtu, 11 Juli 2026 - 14:25 WITA

Pilkades Damai, Fransiskus Saverius Vedi: Perbedaan Pilihan Jangan Memecah Persaudaraan

Berita Terbaru